Dukung Program Pemerintah, Cek Kesehatan Segitiga Telah Jangkau 15.000 Masyarakat
Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB
loading...
Dexa Medica melalui Dharma Dexa menggelar Cek Kesehatan Segitiga di Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya pada 12–13 Juli 2026. Sebanyak 782 peserta mengikuti kegiatan ini. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Dexa Medica melalui Dharma Dexa terus menjalankan Cek Kesehatan Segitiga sebagai program berkelanjutan yang mendukung upaya pemerintah memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular. Sejak diluncurkan pada 2024, program ini telah menjangkau lebih dari 15.000 masyarakat melalui pemeriksaan tekanan darah , gula darah, dan kolesterol yang dilengkapi edukasi kesehatan, konsultasi langsung dengan dokter, serta aktivitas kesehatan seperti zumba dan poundfit.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan di Surabaya pada 12–13 Juli 2026. Sebanyak 782 peserta mengikuti Cek Kesehatan Segitiga di Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya untuk mengetahui faktor risiko kesehatannya sekaligus memahami langkah yang dapat dilakukan setelah pemeriksaan. Baca juga: 3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
Hasil skrining di kedua lokasi menunjukkan sekitar enam dari sepuluh peserta memiliki sedikitnya satu faktor risiko penyakit tidak menular. Baik tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, maupun kadar gula darah tinggi.
Dengan pelaksanaan di Surabaya, Cek Kesehatan Segitiga telah menjangkau lebih dari 15.000 peserta di berbagai kota. Antara lain Bandung, Bogor, Cirebon, Jakarta, Karawang, Makassar, Palembang, Solo, Surabaya, Tangerang Selatan, dan Yogyakarta.
Secara nasional, sekitar 63% peserta tercatat memiliki sedikitnya satu faktor risiko penyakit tidak menular. Dari keseluruhan peserta yang telah diperiksa, 40,05% memiliki tekanan darah tinggi, 35,2% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 14,88% menunjukkan kadar gula darah tinggi. Seorang peserta dapat memiliki lebih dari satu faktor risiko.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa banyak faktor risiko penyakit tidak menular belum disadari masyarakat karena sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting agar risiko dapat diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Dokter Umum RS William Booth Surabaya, dr Sheila, mengatakan pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan begadang menjadi beberapa faktor yang sering meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengetahui tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol sejak dini. ”Ketika faktor risiko ditemukan, masyarakat dapat segera memperbaiki pola hidup dan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan,” katanya.
Cek Kesehatan Segitiga dirancang agar tidak berhenti pada penyampaian hasil pemeriksaan. Peserta memperoleh edukasi mengenai hasil skrining, kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter, serta ajakan membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik bersama.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular.
Head of Corporate Communications Dexa Group, Sonny Himawan, mengatakan Cek Kesehatan Segitiga merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Dexa Medica dalam mendukung transformasi layanan kesehatan Indonesia yang semakin menekankan upaya promotif dan preventif. Sebagai perusahaan farmasi nasional, Dexa Group percaya bahwa kontribusi terhadap kesehatan masyarakat juga perlu dimulai dari pencegahan. ”Melalui Cek Kesehatan Segitiga, kami berupaya mendukung program pemerintah dengan menghadirkan pemeriksaan kesehatan, edukasi, konsultasi dokter, dan aktivitas hidup sehat yang mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut memerlukan kolaborasi agar manfaatnya dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas. “Melalui kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan komunitas, kami berharap semakin banyak masyarakat terdorong untuk memeriksakan kesehatannya dan mengambil langkah pencegahan sejak dini,” jelasnya.
Manager Dharma Dexa, Mateus Ramidi, mengatakan pelaksanaan Cek Kesehatan Segitiga di Surabaya dirancang melalui dua lokasi dengan karakteristik peserta yang berbeda. “Pemilihan Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya memungkinkan program menjangkau kelompok masyarakat yang lebih beragam. Pendekatan serupa akan terus dikembangkan di berbagai kota agar manfaat pemeriksaan dan edukasi kesehatan dapat dirasakan semakin luas,” tandasnya. Baca juga: Hipertensi Mulai Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Salah seorang peserta, Anita, 54 tahun, mengaku kegiatan tersebut membantunya memahami kondisi kesehatannya dengan lebih baik. “Saya tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga penjelasan mengenai hasilnya dan apa yang perlu dilakukan setelahnya. Itu yang membuat kegiatan ini bermanfaat,” ujarnya.
Ke depan, Cek Kesehatan Segitiga akan terus diperluas ke berbagai kota sebagai bagian dari kontribusi Dexa Medica dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit tidak menular dan mendorong kebiasaan hidup sehat. Sebagai kelanjutan program, Cek Kesehatan Segitiga dijadwalkan kembali hadir di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan di Surabaya pada 12–13 Juli 2026. Sebanyak 782 peserta mengikuti Cek Kesehatan Segitiga di Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya untuk mengetahui faktor risiko kesehatannya sekaligus memahami langkah yang dapat dilakukan setelah pemeriksaan. Baca juga: 3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
Hasil skrining di kedua lokasi menunjukkan sekitar enam dari sepuluh peserta memiliki sedikitnya satu faktor risiko penyakit tidak menular. Baik tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, maupun kadar gula darah tinggi.
Dengan pelaksanaan di Surabaya, Cek Kesehatan Segitiga telah menjangkau lebih dari 15.000 peserta di berbagai kota. Antara lain Bandung, Bogor, Cirebon, Jakarta, Karawang, Makassar, Palembang, Solo, Surabaya, Tangerang Selatan, dan Yogyakarta.
Secara nasional, sekitar 63% peserta tercatat memiliki sedikitnya satu faktor risiko penyakit tidak menular. Dari keseluruhan peserta yang telah diperiksa, 40,05% memiliki tekanan darah tinggi, 35,2% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 14,88% menunjukkan kadar gula darah tinggi. Seorang peserta dapat memiliki lebih dari satu faktor risiko.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa banyak faktor risiko penyakit tidak menular belum disadari masyarakat karena sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting agar risiko dapat diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Dokter Umum RS William Booth Surabaya, dr Sheila, mengatakan pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan begadang menjadi beberapa faktor yang sering meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengetahui tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol sejak dini. ”Ketika faktor risiko ditemukan, masyarakat dapat segera memperbaiki pola hidup dan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan,” katanya.
Cek Kesehatan Segitiga dirancang agar tidak berhenti pada penyampaian hasil pemeriksaan. Peserta memperoleh edukasi mengenai hasil skrining, kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter, serta ajakan membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik bersama.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular.
Head of Corporate Communications Dexa Group, Sonny Himawan, mengatakan Cek Kesehatan Segitiga merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Dexa Medica dalam mendukung transformasi layanan kesehatan Indonesia yang semakin menekankan upaya promotif dan preventif. Sebagai perusahaan farmasi nasional, Dexa Group percaya bahwa kontribusi terhadap kesehatan masyarakat juga perlu dimulai dari pencegahan. ”Melalui Cek Kesehatan Segitiga, kami berupaya mendukung program pemerintah dengan menghadirkan pemeriksaan kesehatan, edukasi, konsultasi dokter, dan aktivitas hidup sehat yang mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut memerlukan kolaborasi agar manfaatnya dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas. “Melalui kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan komunitas, kami berharap semakin banyak masyarakat terdorong untuk memeriksakan kesehatannya dan mengambil langkah pencegahan sejak dini,” jelasnya.
Manager Dharma Dexa, Mateus Ramidi, mengatakan pelaksanaan Cek Kesehatan Segitiga di Surabaya dirancang melalui dua lokasi dengan karakteristik peserta yang berbeda. “Pemilihan Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya memungkinkan program menjangkau kelompok masyarakat yang lebih beragam. Pendekatan serupa akan terus dikembangkan di berbagai kota agar manfaat pemeriksaan dan edukasi kesehatan dapat dirasakan semakin luas,” tandasnya. Baca juga: Hipertensi Mulai Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Salah seorang peserta, Anita, 54 tahun, mengaku kegiatan tersebut membantunya memahami kondisi kesehatannya dengan lebih baik. “Saya tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga penjelasan mengenai hasilnya dan apa yang perlu dilakukan setelahnya. Itu yang membuat kegiatan ini bermanfaat,” ujarnya.
Ke depan, Cek Kesehatan Segitiga akan terus diperluas ke berbagai kota sebagai bagian dari kontribusi Dexa Medica dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit tidak menular dan mendorong kebiasaan hidup sehat. Sebagai kelanjutan program, Cek Kesehatan Segitiga dijadwalkan kembali hadir di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, 19 Juli 2026.
(poe)
Lihat Juga :