JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
Selasa, 14 Juli 2026 - 10:35 WIB
loading...
JPO di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang rusak parah usai ditabrak truk pengangkut alat berat. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang rusak parah usai ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026) pagi, hingga kini belum dievakuasi. Polisi masih menunggu koordinasi dengan pihak Bina Marga untuk penanganan struktur jembatan yang terangkat akibat benturan.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengatakan proses evakuasi belum bisa dilakukan karena memerlukan alat khusus berupa crane serta keterlibatan instansi yang bertanggung jawab atas JPO tersebut.
"Belum, nanti pengurusnya nyari crane dulu kemudian nanti koordinasi Bina Marga karena JPO itu punya Bina Marga. Harus diapain dulu, nanti orang Bina Marga mau datang juga," katanya, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
Menurut Mujiyanto, Bina Marga dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun pihak terkait lainnya akan mengecek kondisi JPO sebelum proses evakuasi dilakukan. Hal itu diperlukan karena struktur jembatan terangkat setelah tertabrak muatan alat berat yang dibawa truk.
"Iya karena JPO-nya keangkat itu. Bina Marga pusat mau datang juga, yang dari DKI itu," ujarnya.
Sementara itu, arus lalu lintas di lokasi masih bisa melintas meski terjadi penyempitan jalan. Polisi belum melakukan pengalihan arus secara penuh karena satu lajur masih dapat digunakan kendaraan. "Iya masih bisa, cuman memang penyempitan yang tadinya dua jalur menjadi satu lajur," katanya.
Lihat video: Kabel Papan Rekame di JPO Lenteng Agung di Maling Orang
Mujiyanto menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Tendean dan mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas. Informasi terkait kondisi lalu lintas akan disampaikan melalui media sosial dan kanal informasi kepolisian. "Intinya kalau pengalihan itu tetap dialirkan. Nanti di medsos maupun ini diimbau menghindari Tendean, cari alternatif," ujarnya.
Terkait penyebab pasti insiden tersebut, polisi masih melakukan pendalaman. Menurut Mujiyanto, truk sebelumnya sempat melewati sejumlah JPO lain tanpa kendala sebelum akhirnya tersangkut di JPO Tendean.
"Kronologi pastinya karena yang JPO sebelumnya nggak nyangkut, terus mungkin out of control nyangkut di atas. Kita belum tahu ukuran ketinggiannya," kata dia.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengatakan proses evakuasi belum bisa dilakukan karena memerlukan alat khusus berupa crane serta keterlibatan instansi yang bertanggung jawab atas JPO tersebut.
"Belum, nanti pengurusnya nyari crane dulu kemudian nanti koordinasi Bina Marga karena JPO itu punya Bina Marga. Harus diapain dulu, nanti orang Bina Marga mau datang juga," katanya, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
Menurut Mujiyanto, Bina Marga dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun pihak terkait lainnya akan mengecek kondisi JPO sebelum proses evakuasi dilakukan. Hal itu diperlukan karena struktur jembatan terangkat setelah tertabrak muatan alat berat yang dibawa truk.
"Iya karena JPO-nya keangkat itu. Bina Marga pusat mau datang juga, yang dari DKI itu," ujarnya.
Sementara itu, arus lalu lintas di lokasi masih bisa melintas meski terjadi penyempitan jalan. Polisi belum melakukan pengalihan arus secara penuh karena satu lajur masih dapat digunakan kendaraan. "Iya masih bisa, cuman memang penyempitan yang tadinya dua jalur menjadi satu lajur," katanya.
Lihat video: Kabel Papan Rekame di JPO Lenteng Agung di Maling Orang
Mujiyanto menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Tendean dan mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas. Informasi terkait kondisi lalu lintas akan disampaikan melalui media sosial dan kanal informasi kepolisian. "Intinya kalau pengalihan itu tetap dialirkan. Nanti di medsos maupun ini diimbau menghindari Tendean, cari alternatif," ujarnya.
Terkait penyebab pasti insiden tersebut, polisi masih melakukan pendalaman. Menurut Mujiyanto, truk sebelumnya sempat melewati sejumlah JPO lain tanpa kendala sebelum akhirnya tersangkut di JPO Tendean.
"Kronologi pastinya karena yang JPO sebelumnya nggak nyangkut, terus mungkin out of control nyangkut di atas. Kita belum tahu ukuran ketinggiannya," kata dia.
(cip)
Lihat Juga :