Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat

Senin, 13 Juli 2026 - 06:25 WIB
loading...
Tangis Pecah di Indramayu,...
Sebanyak 12 korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, Minggu malam (12/7/2026). Foto/Toiskandar
A A A
INDRAMAYU - Suasana duka menyelimuti Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, dan Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu malam (12/7/2026). Sebanyak 12 korban tewas (bertambah 1 orang tewas) dalam kecelakaan maut di kawasan Jalur Pantura Indramayu telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Para korban diketahui merupakan rombongan pengantar pengantin yang menumpangi mobil pikap. Mereka meninggal dunia setelah kendaraan yang ditumpangi mengalami kecelakaan hebat melibatkan truk di Jalur Pantura Indramayu di Kiajaran.

Baca juga: 11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu

Sebagian besar korban mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh akibat terpental dari bak terbuka mobil pikap saat benturan keras terjadi.



Sementara itu, enam korban lainnya yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu. Mayoritas korban mengalami patah tulang hingga luka robek akibat terpelanting dan menghantam aspal.

Sebagian besar korban merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Mereka sebelumnya baru saja mengantar rombongan pengantin dan dalam perjalanan pulang menuju rumah ketika musibah tersebut terjadi.

Baca juga: Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh

Kepala Desa Cempeh, Carkana mengatakan hampir seluruh korban masih memiliki hubungan keluarga maupun kerabat sehingga tragedi tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat desa.

"Mereka habis mengantar pengantin. Jadi pulang dari sana (mengantar pengantin) putar balik lalu terjadi kecelakaan itu. Korban berasal dari satu RT, ada yang ayah dengan anak," ujar Carkana.

Kecelakaan maut itu diduga bermula saat mobil pikap yang dikemudikan Warkidi hendak berputar arah di Jalur Pantura. Pada saat bersamaan, sebuah truk boks yang melaju dari arah belakang diduga tidak mampu mengantisipasi manuver kendaraan di depannya hingga menghantam bagian belakang pikap.

Benturan keras membuat mobil pikap terdorong ke jalur berlawanan. Nahas, dari arah berlawanan melaju sebuah truk dari arah Jawa menuju Jakarta sehingga tabrakan susulan tidak dapat dihindari.

Kasatlantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, pengemudi truk boks kurang mengantisipasi saat mobil pikap hendak berputar arah sehingga gagal menghindari tabrakan.

"Jumlah total penumpang pikap ada 17 orang ditambah 1 orang sopir. Korban yang meninggal dunia 12 orang. Sopir pikap juga meninggal dunia," ujarnya.

Polisi telah mengamankan sopir truk untuk menjalani pemeriksaan. Selain memintai keterangan pengemudi, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Indramayu juga memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan 12 orang tersebut.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
Pelanggaran Lawan Arah...
Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Rekomendasi
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
Superkomputer Jagokan...
Superkomputer Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Argentina Bukan Unggulan
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Berita Terkini
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
Infografis
6 Negara yang Memiliki...
6 Negara yang Memiliki Angkatan Udara Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved