Jakarta Menuju Kota Global, Ida Fauziyah: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Dilupakan
Minggu, 05 Juli 2026 - 20:44 WIB
loading...
Anggota MPR Ida Fauziyah menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ida Fauziyah, mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah transformasi Jakarta menuju kota global. Menurutnya, modernisasi tidak boleh menggerus fondasi ideologi bangsa yang selama ini menjadi perekat persatuan masyarakat Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Ida saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026). Di hadapan tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Cipete Utara, Ida menegaskan bahwa empat pilar kebangsaan bukan sekadar materi yang dipahami secara teoritis, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
"Menjadi kewajiban moral dan konstitusional bagi saya sebagai Anggota MPR RI Dapil DKI Jakarta untuk terus membumikan Empat Pilar Kebangsaan. Kemarin, saya bersyukur bisa hadir langsung dan bertukar pikiran dengan tokoh masyarakat serta warga di Kelurahan Cipete Utara," ujar Ida dalam keterangan tertulisa, Minggu (5/7/2026).
Anggota Komisi VI DPR RI itu menilai ruang dialog seperti sosialisasi Empat Pilar semakin penting di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin cepat. Menurutnya, kekuatan utama Jakarta bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada persatuan dan toleransi masyarakatnya.
"Di tengah laju cepat kehidupan Jakarta, ruang-ruang dialog dan diskusi seperti ini sangat penting untuk mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati ibu kota ada pada persatuan dan toleransi warganya. Tugas saya salah satunya adalah memastikan nilai-nilai luhur ini tetap hidup dan relevan dengan keseharian kita semua," katanya.
Ida menambahkan, cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota global harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter kebangsaan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan nilai-nilai dasar bangsa di tengah derasnya arus modernisasi dan meningkatnya individualisme di perkotaan.
"Jakarta boleh terus bersolek menjadi kota global, namun fondasi ideologi dan karakter bangsa tidak boleh bergeser sedikit pun. Justru di tengah hantaman arus modernisasi dan individualisme perkotaan, penguatan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi sangat krusial sebagai perisai sosial warga," tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan Ida saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026). Di hadapan tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Cipete Utara, Ida menegaskan bahwa empat pilar kebangsaan bukan sekadar materi yang dipahami secara teoritis, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
"Menjadi kewajiban moral dan konstitusional bagi saya sebagai Anggota MPR RI Dapil DKI Jakarta untuk terus membumikan Empat Pilar Kebangsaan. Kemarin, saya bersyukur bisa hadir langsung dan bertukar pikiran dengan tokoh masyarakat serta warga di Kelurahan Cipete Utara," ujar Ida dalam keterangan tertulisa, Minggu (5/7/2026).
Anggota Komisi VI DPR RI itu menilai ruang dialog seperti sosialisasi Empat Pilar semakin penting di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin cepat. Menurutnya, kekuatan utama Jakarta bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada persatuan dan toleransi masyarakatnya.
"Di tengah laju cepat kehidupan Jakarta, ruang-ruang dialog dan diskusi seperti ini sangat penting untuk mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati ibu kota ada pada persatuan dan toleransi warganya. Tugas saya salah satunya adalah memastikan nilai-nilai luhur ini tetap hidup dan relevan dengan keseharian kita semua," katanya.
Ida menambahkan, cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota global harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter kebangsaan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan nilai-nilai dasar bangsa di tengah derasnya arus modernisasi dan meningkatnya individualisme di perkotaan.
"Jakarta boleh terus bersolek menjadi kota global, namun fondasi ideologi dan karakter bangsa tidak boleh bergeser sedikit pun. Justru di tengah hantaman arus modernisasi dan individualisme perkotaan, penguatan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi sangat krusial sebagai perisai sosial warga," tegasnya.
(abd)
Lihat Juga :