Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari

Jum'at, 03 Juli 2026 - 14:44 WIB
loading...
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Sistem Peringatan Dini pada website Udara Jakarta. Foto: Danandaya
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Sistem Peringatan Dini pada website udara(dot)jakarta(dot)go(dot)id. Adapun website ini dikembangkan oleh Pemprov DKI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Peresmian peluncuran sistem baru itu berlangsung dalam acara Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa sistem tersebut menyajikan informasi kualitas udara yang lebih lengkap ketimbang sistem sebelumnya.

"Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, saya juga menyambut baik sistem peringatan dini di website Udara Jakarta yang dulu tidak pernah ada, hanya hari itu," kata Pramono dalam sambutannya.

Baca juga: Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Ini Respons Pramono



Ia menambahkan, sistem baru ini mampu memprediksi kondisi udara hingga tiga hari ke depan. Kehadiran fitur prediksi kualitas udara ini menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki informasi yang lebih lengkap sebelum beraktivitas.

"Sekarang dipersiapkan tiga hari prediksi ke depan, hari itu dan tiga hari prediksi ke depan, semoga ini menjadi referensi bagi kita untuk selalu melihat bagaimana polusi atau udara Jakarta pada saat itu," ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa pengembangan pada website ini merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak pencemaran udara perkotaan.

“Pengembangan EWS ini juga didukung oleh Breathe Cities, sebuah inisiatif global yang dijalankan oleh Bloomberg Philanthropies, Clean Air Fund, dan C40 Cities, serta diimplementasikan bersama Vital Strategies di Jakarta untuk mendukung kota-kota dalam mewujudkan udara yang lebih bersih dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Dudi.

Ia menambahkan, website udara Jakarta memiliki empat keunggulan utama agar memudahkan masyarakat dalam merespons kondisi kualitas udara. Pertama, sistem ini menggabungkan data kualitas udara, prakiraan kondisi udara, serta informasi kesehatan dalam satu platform.

Kedua, sistem ini menyediakan prakiraan kualitas udara hingga tiga hari ke depan pada tingkat kecamatan. Sehingga warga dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman.

Ketiga, fitur ini memberikan rekomendasi aktivitas sesuai kondisi masyarakat termasuk bagi kelompok rentan. Rekomendasi tersebut mencakup aktivitas di dalam maupun di luar ruangan, serta dilengkapi informasi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Terakhir, terdapat fitur self-assessment atau penilaian mandiri. Melalui fitur ini, masyarakat dapat mengisi survei terkait gejala kesehatan akibat paparan pencemaran udara untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan masing-masing.

“Dengan fitur self-assessment ini, masyarakat dapat mengenali kondisi kesehatannya lebih awal dan mengambil langkah penanganan yang sesuai,” kata Dudi.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Telusuri...
Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Rekomendasi
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Berita Terkini
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polda Metro Jaya
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved