Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Jum'at, 03 Juli 2026 - 14:20 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku memiliki pengalaman menarik usai dirinya menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilihan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Foto: Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku memiliki pengalaman menarik usai dirinya menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 Tentang Gerakan Pemilihan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Cerita ini disampaikan Pramono ketika memberikan sambutan dalam acara Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota Jakarta.
Pramono menyampaikan bahwa warga merespons positif gerakan pilah sampah ini. Bahkan antusiasme aturan baru ini juga dia rasakan di rumah. “Ketika saya mengeluarkan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, jujur pada waktu itu saya tidak membayangkan bahwa sambutan publiknya luar biasa, bahkan hanya di luar, di rumah pun sambutannya lebih luar biasa saya dengan istri,” kata Pramono di Balai Kota, Jumat (3/6/2026).
Dalam aturan tersebut, warga Jakarta diminta untuk melakukan pilah sampah menjadi empat kategori, yakni sampah Organik, Anorganik, B3 Rumah Tangga, dan Residu. "Saya yang membuat Ingub, yang mengatur dibagi empat, dan ternyata istri saya lebih dari yang saya perkirakan," tuturnya.
Baca juga: Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
Ia lantas menceritakan, kebiasaannya ketika membeli makanan. Sebagai seorang laki-laki, biasanya langsung membuang kemasan tersebut jika tidak digunakan. "Contohnya, kalau kita beli makanan kan selalu ada plastik, ada kemudian saos atau sambalnya, mau bakso, mau apa pun, kalau namanya laki-laki ya sudahlah, kalau saos atau sambal tidak dimakan, dipotong, dibuang," ucap Pramono.
Namun, karena dirinya telah menerbitkan Ingub nomor 5 tahun 2026, artinya sisa sambal merupakan sampah organik, sedangkan wadahnya dikategorikan sebagai sampah anorganik. Sang istri pun mengingatkannya agar membersihkan kemasan plastik bekas sambal terlebih dahulu sebelum dibuang sesuai aturan yang dibuat oleh Pramono.
"Kalau ibu-ibu, begitu saya melakukan itu, istri saya bilang, ‘Kamu yang membuat Ingub, harus kamu cuci dulu plastiknya.’ Itulah sumber permasalahan di rumah," ucap Pramono.
"Dalam hati saya, kenapa istri saya jadi pengawas saya ya? Dan ini benar-benar true story Bapak, Ibu," sambungnya.
Pramono menyampaikan bahwa warga merespons positif gerakan pilah sampah ini. Bahkan antusiasme aturan baru ini juga dia rasakan di rumah. “Ketika saya mengeluarkan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, jujur pada waktu itu saya tidak membayangkan bahwa sambutan publiknya luar biasa, bahkan hanya di luar, di rumah pun sambutannya lebih luar biasa saya dengan istri,” kata Pramono di Balai Kota, Jumat (3/6/2026).
Dalam aturan tersebut, warga Jakarta diminta untuk melakukan pilah sampah menjadi empat kategori, yakni sampah Organik, Anorganik, B3 Rumah Tangga, dan Residu. "Saya yang membuat Ingub, yang mengatur dibagi empat, dan ternyata istri saya lebih dari yang saya perkirakan," tuturnya.
Baca juga: Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
Ia lantas menceritakan, kebiasaannya ketika membeli makanan. Sebagai seorang laki-laki, biasanya langsung membuang kemasan tersebut jika tidak digunakan. "Contohnya, kalau kita beli makanan kan selalu ada plastik, ada kemudian saos atau sambalnya, mau bakso, mau apa pun, kalau namanya laki-laki ya sudahlah, kalau saos atau sambal tidak dimakan, dipotong, dibuang," ucap Pramono.
Namun, karena dirinya telah menerbitkan Ingub nomor 5 tahun 2026, artinya sisa sambal merupakan sampah organik, sedangkan wadahnya dikategorikan sebagai sampah anorganik. Sang istri pun mengingatkannya agar membersihkan kemasan plastik bekas sambal terlebih dahulu sebelum dibuang sesuai aturan yang dibuat oleh Pramono.
"Kalau ibu-ibu, begitu saya melakukan itu, istri saya bilang, ‘Kamu yang membuat Ingub, harus kamu cuci dulu plastiknya.’ Itulah sumber permasalahan di rumah," ucap Pramono.
"Dalam hati saya, kenapa istri saya jadi pengawas saya ya? Dan ini benar-benar true story Bapak, Ibu," sambungnya.
(rca)
Lihat Juga :