Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
Jum'at, 03 Juli 2026 - 12:41 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku akan menelusuri terlebih dahulu status lahan yang ditempati warga di pinggiran rel kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku akan menelusuri terlebih dahulu status lahan yang ditempati warga di pinggiran rel kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Oleh karenanya, dirinya belum bisa memutuskan sesuatu hal mengenai nasib warga bila pemukimannya dilakukan penggusuran.
"Yang pertama untuk warga yang tergusur, apakah itu lahannya milik pemerintah DKI Jakarta atau KAI atau pemerintah pusat, tentunya saya ingin tahu lebih dahulu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Namun, Pramono menegaskan pihaknya akan mencari jalan keluar untuk warga yang terkena gusuran. Sebab, dalam membangun Jakarta ini, dirinya mengedepankan aspek kemanusiaan.
Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Ahok Jadi Gubernur Jakarta Paling Banyak Menggusur
"Tapi yang jelas Jakarta ini selalu dalam membangun Jakarta, saya memang mungkin lebih ingin memanusiakan orang. Termasuk saya tidak pernah membatasi orang datang ke Jakarta," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyoroti keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta, yang membuat pihaknya terpaksa menerapkan kebijakan makam tumpuk di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU).
"Bahkan ketika memindahkan persoalan yang berkaitan dengan TPU untuk apa kuburan-kuburan yang memang sekarang ini dari 81 TPU, 60 lebih harus ditumpuk," tuturnya.
Menyambung persoalan makam, dirinya justru menemukan masalah baru mengenai banyak warga yang tinggal di area pemakaman. Ia menyebut bukan sesuatu hal yang mudah untuk memindahkan warga pemukiman makam ke rumah susun.
"Ternyata memindahkan warga yang tinggal di TPU ke rumah susun saja tidak gampang. Kami harus kemudian memberikan ekstra 6 bulan digratiskan, baru kemudian mereka diwajibkan untuk membayar bulannya," pungkasnya.
"Yang pertama untuk warga yang tergusur, apakah itu lahannya milik pemerintah DKI Jakarta atau KAI atau pemerintah pusat, tentunya saya ingin tahu lebih dahulu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Namun, Pramono menegaskan pihaknya akan mencari jalan keluar untuk warga yang terkena gusuran. Sebab, dalam membangun Jakarta ini, dirinya mengedepankan aspek kemanusiaan.
Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Ahok Jadi Gubernur Jakarta Paling Banyak Menggusur
"Tapi yang jelas Jakarta ini selalu dalam membangun Jakarta, saya memang mungkin lebih ingin memanusiakan orang. Termasuk saya tidak pernah membatasi orang datang ke Jakarta," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyoroti keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta, yang membuat pihaknya terpaksa menerapkan kebijakan makam tumpuk di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU).
"Bahkan ketika memindahkan persoalan yang berkaitan dengan TPU untuk apa kuburan-kuburan yang memang sekarang ini dari 81 TPU, 60 lebih harus ditumpuk," tuturnya.
Menyambung persoalan makam, dirinya justru menemukan masalah baru mengenai banyak warga yang tinggal di area pemakaman. Ia menyebut bukan sesuatu hal yang mudah untuk memindahkan warga pemukiman makam ke rumah susun.
"Ternyata memindahkan warga yang tinggal di TPU ke rumah susun saja tidak gampang. Kami harus kemudian memberikan ekstra 6 bulan digratiskan, baru kemudian mereka diwajibkan untuk membayar bulannya," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :