Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
Senin, 29 Juni 2026 - 23:33 WIB
loading...
Sebanyak 68 mitra binaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) mengikuti pelatihan terpadu di Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026). FOTO/IST.
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 68 mitra binaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) mengikuti pelatihan terpadu di Medan, Sumatera Utara. Para warga binaan dilatih agar mampu meningkatkan daya saing dan naik kelas di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Dalam pelaksanaan pelatihan mitra binaan yang merupakan bagian dari Program Sarinah Pandu ini, Selasa (23/6/2026), PT Sarinah (Persera) menggandeng 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Direktur Utama PT Sarinah Raisha Syarfuan mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui dukungan pembiayaan, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas bisnis secara menyeluruh.
"UMKM Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Namun untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif, dibutuhkan penguatan kapasitas bisnis yang menyeluruh," ujar Raisha dalam keterangan tertulis dikutip, Senin (29/6/2026).
Melalui Sarinah Pandu, kata dia, Sarinah membagikan pengalaman praktis yang selama ini diterapkan dalam mengembangkan, mengkurasi, hingga memperluas akses pasar bagi berbagai merek lokal Indonesia.
"Kami percaya kolaborasi antar-BUMN akan menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat sehingga semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun global," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai tiga aspek utama pengembangan usaha, yakni literasi keuangan, legalitas dan sertifikasi produk, serta strategi marketing dan branding.
Seluruh materi disampaikan oleh para profesional Sarinah yang berpengalaman mendampingi pengembangan UMKM. Pendekatan yang digunakan berbasis praktik sehingga peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan usahanya.
Program ini juga dihadiri Penata Kelola Perusahaan Negara Madya BP BUMN, Rugun Hutapea, serta Development Head Micro Business Development PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Antonius Aris Bangun Prasetyo, bersama para pembina Program Mitra Binaan PUMK dari 15 perusahaan BUMN.
Rugun Hutapea mengapresiasi sinergi lintas BUMN dalam membangun ekosistem pembinaan UMKM yang lebih kuat. Kolaborasi Sarinah Pandu melibatkan 15 BUMN, yakni Angkasa Pura, Jasa Raharja, BRI, BTN, Inalum, Jasa Marga, Kawasan Industri Medan, KAI, Pegadaian, Pelindo, PTPN IV, Pos Indonesia, Pupuk Iskandar Muda, Taspen, dan Telkom Indonesia.
"Sinergi antar-BUMN dalam pembinaan UMKM merupakan langkah strategis untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas pasar, dan tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Rugun, pertumbuhan UMKM yang semakin kuat pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sarinah menyatakan program ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan sebagai Cultural Experience Center berbasis ritel yang tidak hanya memasarkan produk lokal, tetapi juga menjadi platform pembinaan bagi UMKM Indonesia.
Dalam pelaksanaan pelatihan mitra binaan yang merupakan bagian dari Program Sarinah Pandu ini, Selasa (23/6/2026), PT Sarinah (Persera) menggandeng 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Direktur Utama PT Sarinah Raisha Syarfuan mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui dukungan pembiayaan, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas bisnis secara menyeluruh.
"UMKM Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Namun untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif, dibutuhkan penguatan kapasitas bisnis yang menyeluruh," ujar Raisha dalam keterangan tertulis dikutip, Senin (29/6/2026).
Melalui Sarinah Pandu, kata dia, Sarinah membagikan pengalaman praktis yang selama ini diterapkan dalam mengembangkan, mengkurasi, hingga memperluas akses pasar bagi berbagai merek lokal Indonesia.
"Kami percaya kolaborasi antar-BUMN akan menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat sehingga semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun global," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai tiga aspek utama pengembangan usaha, yakni literasi keuangan, legalitas dan sertifikasi produk, serta strategi marketing dan branding.
Seluruh materi disampaikan oleh para profesional Sarinah yang berpengalaman mendampingi pengembangan UMKM. Pendekatan yang digunakan berbasis praktik sehingga peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan usahanya.
Program ini juga dihadiri Penata Kelola Perusahaan Negara Madya BP BUMN, Rugun Hutapea, serta Development Head Micro Business Development PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Antonius Aris Bangun Prasetyo, bersama para pembina Program Mitra Binaan PUMK dari 15 perusahaan BUMN.
Rugun Hutapea mengapresiasi sinergi lintas BUMN dalam membangun ekosistem pembinaan UMKM yang lebih kuat. Kolaborasi Sarinah Pandu melibatkan 15 BUMN, yakni Angkasa Pura, Jasa Raharja, BRI, BTN, Inalum, Jasa Marga, Kawasan Industri Medan, KAI, Pegadaian, Pelindo, PTPN IV, Pos Indonesia, Pupuk Iskandar Muda, Taspen, dan Telkom Indonesia.
"Sinergi antar-BUMN dalam pembinaan UMKM merupakan langkah strategis untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas pasar, dan tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Rugun, pertumbuhan UMKM yang semakin kuat pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sarinah menyatakan program ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan sebagai Cultural Experience Center berbasis ritel yang tidak hanya memasarkan produk lokal, tetapi juga menjadi platform pembinaan bagi UMKM Indonesia.
(abd)
Lihat Juga :