Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Jum'at, 26 Juni 2026 - 22:27 WIB
loading...
Sebanyak 425 batang pipa galvanis beserta seluruh komponen pendukung jaringan pipa ari bersih diangkut menggunakan KRI Teluk Wondama 527 dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Terong, Adonara. FOTO/IST
A
A
A
ADONARA - Harapan ribuan warga Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, untuk mendapatkan akses air bersih sepanjang tahun semakin mendekati kenyataan. Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) bersama TNI Angkatan Laut memulai pengerjaan fisik proyek air bersih Tahap 2 guna menuntaskan pemasangan jaringan pipa sepanjang 5,8 kilometer.
Pengerjaan tahap lanjutan ini menjadi bagian dari target pembangunan total jaringan pipa sepanjang 8,1 kilometer. Sebelumnya, pada Tahap 1 yang dilaksanakan Juli 2025, telah berhasil dibangun pipa sepanjang 2,3 kilometer.
Jika rampung sesuai rencana, program tersebut akan mengakhiri krisis air bersih yang telah lama dihadapi masyarakat dan menghadirkan akses air bersih bagi 1.380 kepala keluarga atau sekitar 4.294 jiwa di 10 desa di Kecamatan Ile Boleng.
Dimulainya Tahap 2 ditandai dengan keberhasilan pengiriman material melalui jalur laut. Sebanyak 425 batang pipa galvanis beserta seluruh komponen pendukung diangkut menggunakan KRI Teluk Wondama 527 dari Pelabuhan Surabaya pada 20 Juni dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Terong, Adonara, pada 23 Juni setelah menempuh pelayaran selama tiga hari.
Setibanya material di lokasi, tim lapangan YTBN langsung mempercepat proses pemasangan jaringan pipa, baik di atas permukaan maupun di bawah tanah. Langkah ini dilakukan agar konektivitas dari sumber mata air menuju bak pembagi utama di desa-desa penerima manfaat dapat diselesaikan sebelum puncak musim kemarau.
Proses penurunan logistik juga menjadi gambaran kuat kolaborasi antara TNI AL dan masyarakat. Ratusan ton material dibongkar melalui gotong royong yang melibatkan prajurit TNI AL bersama ratusan warga dari desa-desa penerima manfaat.
Koordinator penggerak swadaya warga sekaligus Pastor Kepala Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng, Romo Aloysius, mengaku terharu melihat tibanya material proyek tersebut.
"Melihat pipa-pipa ini tiba di Adonara adalah momen yang sangat mengharukan. Ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi banyak pihak," ujarnya.
Sementara itu, Komandan KRI Teluk Wondama 527, Letnan Kolonel Laut Vivin Ekadirta, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung penyelesaian proyek tersebut hingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
"Kami optimistis, dengan selesainya proses pemipaan nanti, kebutuhan air bersih masyarakat akan terpenuhi. Seluruh jajaran armada siap mengawal program ini hingga masyarakat pelosok benar-benar merasakan dampaknya," katanya.
Direktur Eksekutif Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN), Ricky Adriyana Purnama, mengatakan kedatangan material Tahap 2 membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi hambatan ketika berbagai pihak bersatu.
"Perjuangan kami belum selesai, dan tibanya pipa-pipa ini membawa kita satu langkah lebih dekat untuk memastikan air bersih mengalir merata di bumi Adonara," ujar Ricky.
Program ini turut didukung sejumlah perusahaan dan mitra strategis, di antaranya PLN, Pupuk Indonesia, Pelindo, Pertamina Trans Kontinental, Royal Agro Energy, Mitsui & Co, Mucoindo, serta dukungan operasional dari TNI Angkatan Laut.
Setelah seluruh jaringan Tahap 2 selesai, air bersih ditargetkan dapat mengalir secara berkelanjutan ke 10 desa penerima manfaat, yakni Desa Bungalawan, Bedalewun, Lewat, Nihaone, Lewokeda, Lewokeleng, Lewoblolong, Bayuntaa, Lamawolo, dan Dokeng, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber air yang terbatas saat musim kemarau.
Pengerjaan tahap lanjutan ini menjadi bagian dari target pembangunan total jaringan pipa sepanjang 8,1 kilometer. Sebelumnya, pada Tahap 1 yang dilaksanakan Juli 2025, telah berhasil dibangun pipa sepanjang 2,3 kilometer.
Jika rampung sesuai rencana, program tersebut akan mengakhiri krisis air bersih yang telah lama dihadapi masyarakat dan menghadirkan akses air bersih bagi 1.380 kepala keluarga atau sekitar 4.294 jiwa di 10 desa di Kecamatan Ile Boleng.
Dimulainya Tahap 2 ditandai dengan keberhasilan pengiriman material melalui jalur laut. Sebanyak 425 batang pipa galvanis beserta seluruh komponen pendukung diangkut menggunakan KRI Teluk Wondama 527 dari Pelabuhan Surabaya pada 20 Juni dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Terong, Adonara, pada 23 Juni setelah menempuh pelayaran selama tiga hari.
Setibanya material di lokasi, tim lapangan YTBN langsung mempercepat proses pemasangan jaringan pipa, baik di atas permukaan maupun di bawah tanah. Langkah ini dilakukan agar konektivitas dari sumber mata air menuju bak pembagi utama di desa-desa penerima manfaat dapat diselesaikan sebelum puncak musim kemarau.
Proses penurunan logistik juga menjadi gambaran kuat kolaborasi antara TNI AL dan masyarakat. Ratusan ton material dibongkar melalui gotong royong yang melibatkan prajurit TNI AL bersama ratusan warga dari desa-desa penerima manfaat.
Koordinator penggerak swadaya warga sekaligus Pastor Kepala Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng, Romo Aloysius, mengaku terharu melihat tibanya material proyek tersebut.
"Melihat pipa-pipa ini tiba di Adonara adalah momen yang sangat mengharukan. Ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi banyak pihak," ujarnya.
Sementara itu, Komandan KRI Teluk Wondama 527, Letnan Kolonel Laut Vivin Ekadirta, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung penyelesaian proyek tersebut hingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
"Kami optimistis, dengan selesainya proses pemipaan nanti, kebutuhan air bersih masyarakat akan terpenuhi. Seluruh jajaran armada siap mengawal program ini hingga masyarakat pelosok benar-benar merasakan dampaknya," katanya.
Direktur Eksekutif Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN), Ricky Adriyana Purnama, mengatakan kedatangan material Tahap 2 membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi hambatan ketika berbagai pihak bersatu.
"Perjuangan kami belum selesai, dan tibanya pipa-pipa ini membawa kita satu langkah lebih dekat untuk memastikan air bersih mengalir merata di bumi Adonara," ujar Ricky.
Program ini turut didukung sejumlah perusahaan dan mitra strategis, di antaranya PLN, Pupuk Indonesia, Pelindo, Pertamina Trans Kontinental, Royal Agro Energy, Mitsui & Co, Mucoindo, serta dukungan operasional dari TNI Angkatan Laut.
Setelah seluruh jaringan Tahap 2 selesai, air bersih ditargetkan dapat mengalir secara berkelanjutan ke 10 desa penerima manfaat, yakni Desa Bungalawan, Bedalewun, Lewat, Nihaone, Lewokeda, Lewokeleng, Lewoblolong, Bayuntaa, Lamawolo, dan Dokeng, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber air yang terbatas saat musim kemarau.
(abd)
Lihat Juga :