Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Jum'at, 26 Juni 2026 - 14:12 WIB
loading...
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta Wachid Wibowo melaksanakan panen telur ayam di Lapas Kelas IIA Salemba. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wujudkan ketahanan pangan , Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta Wachid Wibowo melaksanakan panen telur ayam di Lapas Kelas IIA Salemba. Kegiatan ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian warga binaan melalui budidaya ayam petelur yang dikembangkan oleh Lapas Kelas IIA Salemba.
Kegiatan tersebut didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Puspo Widodo, serta Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Galih Ihza pada Kamis, 25 Juni 2026.
Wachid Wibowo mengatakan, saat ini Lapas Salemba mengelola sebanyak 300 ekor ayam petelur dengan tingkat produktivitas yang telah mencapai sekitar 50%. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Baca juga: Harapan Baru di Balik Tembok Lapas, Mengubah Warga Binaan Menjadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan
“Program budidaya ayam petelur tersebut merupakan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan dan optimalisasi pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Wachid Wibowo juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Lapas Salemba dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi jajaran Lapas Kelas IIA Salemba yang terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan peternakan ayam petelur ini merupakan contoh nyata pembinaan yang produktif, tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Lihat video: Serunya Napi Lomba Agustusan di Dalam Lapas
“Saya berharap program seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan," sambungnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Program peternakan ayam petelur akan terus dioptimalkan sebagai salah satu sarana pembelajaran dan pemberdayaan warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ucapnya.
Melalui program tersebut, kata dia, Lapas Kelas IIA Salemba berupaya menciptakan warga binaan yang lebih produktif, mandiri, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Kegiatan tersebut didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Puspo Widodo, serta Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Galih Ihza pada Kamis, 25 Juni 2026.
Wachid Wibowo mengatakan, saat ini Lapas Salemba mengelola sebanyak 300 ekor ayam petelur dengan tingkat produktivitas yang telah mencapai sekitar 50%. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Baca juga: Harapan Baru di Balik Tembok Lapas, Mengubah Warga Binaan Menjadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan
“Program budidaya ayam petelur tersebut merupakan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan dan optimalisasi pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Wachid Wibowo juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Lapas Salemba dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi jajaran Lapas Kelas IIA Salemba yang terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan peternakan ayam petelur ini merupakan contoh nyata pembinaan yang produktif, tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Lihat video: Serunya Napi Lomba Agustusan di Dalam Lapas
“Saya berharap program seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan," sambungnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Program peternakan ayam petelur akan terus dioptimalkan sebagai salah satu sarana pembelajaran dan pemberdayaan warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ucapnya.
Melalui program tersebut, kata dia, Lapas Kelas IIA Salemba berupaya menciptakan warga binaan yang lebih produktif, mandiri, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
(cip)
Lihat Juga :