Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB
loading...
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merancang pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto/Humas Pemprov DKI Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merancang pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Infrastruktur ini ditargetkan rampung pada akhir 2028 sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan pembangunan tersebut bertujuan memperkuat integrasi enam moda transportasi, yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, dan LRT Jakarta. Kehadiran pedestrian deck diharapkan menciptakan perjalanan yang lebih mulus (seamless) serta memangkas jarak dan waktu tempuh pengguna.
"Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik," ujar Gubernur Pramono, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Pramono menyebut Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga diharapkan menjadi wajah baru kawasan Sudirman–Dukuh Atas. Kawasan tersebut dirancang lebih modern, ramah pejalan kaki, terintegrasi, serta aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas.
"Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir 2028," katanya.
Selain meningkatkan kualitas layanan transportasi, proyek ini dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya tarik kawasan bagi pelaku usaha maupun investor.
Pemprov DKI juga membuka peluang penerapan skema creative financing melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan, sehingga pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada APBD.
"Saya berharap pembangunan ini dapat berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna," pungkasnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan pembangunan tersebut bertujuan memperkuat integrasi enam moda transportasi, yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, dan LRT Jakarta. Kehadiran pedestrian deck diharapkan menciptakan perjalanan yang lebih mulus (seamless) serta memangkas jarak dan waktu tempuh pengguna.
"Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik," ujar Gubernur Pramono, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Pramono menyebut Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga diharapkan menjadi wajah baru kawasan Sudirman–Dukuh Atas. Kawasan tersebut dirancang lebih modern, ramah pejalan kaki, terintegrasi, serta aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas.
"Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir 2028," katanya.
Selain meningkatkan kualitas layanan transportasi, proyek ini dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya tarik kawasan bagi pelaku usaha maupun investor.
Pemprov DKI juga membuka peluang penerapan skema creative financing melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan, sehingga pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada APBD.
"Saya berharap pembangunan ini dapat berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :