KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:36 WIB
loading...
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Herianto. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Pembubaran forum diskusi bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia yang berlangsung di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) disayangkan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Herianto. Dia menilai tindakan pembubaran tersebut bertentangan dengan semangat demokrasi, kebebasan akademik, dan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi dialog serta persatuan di tengah perbedaan pandangan.

“Forum yang mengangkat tema Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, memperkaya gagasan, dan memperkuat komitmen kebangsaan. Karena itu, sangat disayangkan ketika forum tersebut tidak diberi kesempatan untuk berlangsung secara utuh,” ujar Herianto dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Dia menjelaskan, kampus merupakan ruang intelektual yang dibangun di atas tradisi diskusi, perdebatan, dan pertukaran gagasan. Dia menambahkan, kehadiran pejabat negara sebagai narasumber dalam forum tersebut seharusnya menjadi momentum bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan kritik, pertanyaan, maupun pandangan yang berbeda secara terbuka.

Baca juga: Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun



“Jika ada ketidaksetujuan terhadap narasumber atau materi yang disampaikan, jawabannya bukan membubarkan forum. Gunakan kesempatan itu untuk menguji gagasan, mempertanyakan kebijakan yang dianggap bermasalah, dan menyampaikan kritik dengan data serta argumentasi yang kuat. Itulah esensi kehidupan akademik dan kedewasaan dalam berdemokrasi,” jelasnya.

Baca juga: Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat

Herianto menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya memberikan hak untuk berbicara, tetapi juga mengajarkan pentingnya menghormati hak orang lain untuk didengar. Menurutnya, pemaksaan kehendak, intimidasi, maupun tindakan yang menghalangi berlangsungnya dialog hanya akan mempersempit ruang demokrasi dan menghilangkan kesempatan publik untuk memperoleh klarifikasi langsung dari para pengambil kebijakan.

“Mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual yang kritis dan berani menyuarakan kebenaran. Karena itu, kritik harus tetap hidup dan terus disampaikan. Namun, kritik yang paling kuat adalah kritik yang disampaikan melalui argumentasi, adu data, dan dialog terbuka, bukan melalui pembubaran forum atau tindakan represif,” ujarnya.

Dia juga berharap peristiwa tersebut menjadi refleksi bersama bahwa perbedaan pandangan tidak boleh berujung pada pembungkaman. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam membangun ruang dialog yang sehat, beradab, dan saling menghormati.

“Pancasila mengajarkan kita untuk bermusyawarah, berdialog, dan mencari titik temu dalam setiap perbedaan. Karena itu, mari menjaga kampus sebagai ruang pertarungan gagasan, bukan arena untuk saling meniadakan. Semakin terbuka ruang diskusi, semakin kuat pula demokrasi dan persatuan bangsa yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved