BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:16 WIB
loading...
BNPB: Bencana Banjir...
BNPBmencatat kejadian banjir hingga kebakaran hutan dan lahan melanda empat daerah di Indonesia. Foto/SindoNews
A A A
SULSEL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat kejadian banjir hingga kebakaran hutan dan lahan melanda empat daerah di Indonesia dalam periode 24 jam terakhir, Sabtu sampai dengan Minggu (13-14/6/2026) pukul 07.00 WIB.

Laporan pertama ialah kejadian Banjir yang melanda Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan pada Sabtu (13/6). Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang kemudian menyebabkan debit air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga. Wilayah terdampak yaitu Kelurahan Salubattang dan Pentojangan yang berada di Kecamatan Telluwanua.

"Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Palopo, sebanyak 10 unit rumah dan satu hektar lahan perkebunan terendam dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 30 sentimeter," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6/2026).

Baca juga: BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi

Peristiwa selanjutnya yaitu angin kencang yang menerjang Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu (13/6). Lokasi terdampak ialah Desa Tanjung Kelit Kecamatan Bakung Serumpun. Sebanyak 80 unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 14 unit rusak berat dan 66 unit rusak ringan.

"Angin tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga merusak dua fasilitas pendidikan. BPBD Kabupaten Lingga terus mengupayakan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan perangkat daerah setempat," ujar Aam sapaan Abdul Muhari.

Berikutnya di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Fenomena angin kencang ini menyebabkan sebanyak 12 unit rumah warga yang berada di Desa Parbuluan IV Kecamatan Parbuluan mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang ini. Merespon hal ini, BPBD Kabupaten Dairi melakukan pendataan dan monitoring di lokasi terdampak.

Lihat video: Bencana Alam di Sulut, Banjir Sitaro Renggut Banyak Nyawa


Beralih ke Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lahan seluas 20 hektare yang berada di Desa Eimau dan Eilode Kecamatan Sabu Tengah terbakar.

"Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim gabungan mengungkap penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah, terbawa angin sehingga menyebar dan memicu kebakaran," kata Aam.

Merespon kejadian bencana yang terjadi, Aam mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, saat terjadi hujan deras dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat diharapkan berlindung di lokasi yang aman dan memperhatikan wilayah sekitar apabila terdapat tanda-tanda alam yang dapat berpotensi menjadi bencana turunan, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

"Selanjutnya apabila terjadi peristiwa angin kencang, warga agar tetap bertahan di dalam bangunan seperti rumah atau gedung lainnya. Apabila berada di luar rumah agar mencari tempat berlindung yang aman dan jauhi pohon serta baliho atau bangunan semi permanen lainnya," kata Aam.

Sementara itu, Aam juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan diharapkan agar tidak membakar sampah di lahan yang kering dan pastikan sampah yang terbakar telah padam tidak menyisakan bara atau api sekecil apapun.

"Bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait agar melakukan penguatan personel dan peralatan serta rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sesuai dengan potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Rekomendasi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved