Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:20 WIB
loading...
Dirjen Bina Adwil Kemendagri sekaligus mantan Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA dianugerahi penghargaan Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh. Foto/istimewa
A
A
A
ACEH - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri sekaligus mantan Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA dianugerahi penghargaan Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh. Penghargaan tersebut diberikan oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh.
Apresiasi tersebut diserahkan dalam Malam Apresiasi JMSI Aceh yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Daerah JMSI Aceh periode 2025–2030 di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat, 11 Juni 2026 malam.
Ketua JMSI Aceh Hendro Saky menegaskan penghargaan ini diberikan melalui proses kurasi ketat. Safrizal dinilai memiliki kontribusi besar dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
Baca juga: Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Sementara itu, Safrizal menyebut penghargaan ini bukan pencapaian personal, melainkan buah dari dedikasi kolektif. “Penghargaan ini tentu merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi, bukan hanya saya pribadi, tetapi seluruh pihak yang tanpa lelah bekerja,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Safrizal menegaskan, penanggulangan bencana di era modern tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan dengan pendekatan pentahelix yakni, kolaborasi pemerintah, media, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.
Lihat video: Presiden Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Pastikan Korban Bencana Terurus
Secara filosofis, Safrizal juga mengingatkan agar penghargaan ini tidak dimaknai sebagai ajang pamer kesuksesan individu. Safrizal menolak istilah monos-arete– keunggulan individual – dalam konteks penanggulangan bencana.
“Semoga penghargaan ini dimaknai sebagai representasi kolaboratif dan bukan ‘monos-arete’. Penanganan bencana adalah kerja kolaboratif,” tegasnya.
Malam apresiasi turut dihadiri jajaran Korem, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), tokoh publik, serta dunia usaha. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi kemanusiaan di Tanah Rencong pascabencana hidrometeorologi berjalan solid dan berkelanjutan.
Apresiasi tersebut diserahkan dalam Malam Apresiasi JMSI Aceh yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Daerah JMSI Aceh periode 2025–2030 di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat, 11 Juni 2026 malam.
Ketua JMSI Aceh Hendro Saky menegaskan penghargaan ini diberikan melalui proses kurasi ketat. Safrizal dinilai memiliki kontribusi besar dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
Baca juga: Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Sementara itu, Safrizal menyebut penghargaan ini bukan pencapaian personal, melainkan buah dari dedikasi kolektif. “Penghargaan ini tentu merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi, bukan hanya saya pribadi, tetapi seluruh pihak yang tanpa lelah bekerja,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Safrizal menegaskan, penanggulangan bencana di era modern tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan dengan pendekatan pentahelix yakni, kolaborasi pemerintah, media, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.
Lihat video: Presiden Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Pastikan Korban Bencana Terurus
Secara filosofis, Safrizal juga mengingatkan agar penghargaan ini tidak dimaknai sebagai ajang pamer kesuksesan individu. Safrizal menolak istilah monos-arete– keunggulan individual – dalam konteks penanggulangan bencana.
“Semoga penghargaan ini dimaknai sebagai representasi kolaboratif dan bukan ‘monos-arete’. Penanganan bencana adalah kerja kolaboratif,” tegasnya.
Malam apresiasi turut dihadiri jajaran Korem, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), tokoh publik, serta dunia usaha. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi kemanusiaan di Tanah Rencong pascabencana hidrometeorologi berjalan solid dan berkelanjutan.
(cip)
Lihat Juga :