Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jum'at, 12 Juni 2026 - 19:29 WIB
loading...
Roy Suryo menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik Jakarta pada hari ini, Jumat (12/6/2026). Foto/Yuwantoro Winduajie
A
A
A
JAKARTA - Roy Suryo menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik Jakarta, Jumat (12/6/2026). Di sela konferensi pers terkait perkembangan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menjerat dirinya sebagai tersangka, Roy meminta para demonstran tidak terprovokasi maupun disusupi pihak-pihak yang dapat mengganggu jalannya aksi.
"Ya, saya tadi juga sempat membersamai sebentar dan kemudian menyampaikan semangatnya apresiasi kepada mereka dan saya hanya titip pesan ya, benar kata Kombes Budi ya dari Polda Metro jangan ada yang menyusupi," kata Roy Suryo.
Baca juga: Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Ia meminta para peserta aksi tetap waspada terhadap pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan demonstrasi untuk kepentingan lain.
Menurut Roy, aparat keamanan juga harus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam mengawal jalannya aksi.
"Kalian jangan disusupi tapi juga mohon aparat juga humanis ya tidak kemudian menganggap bahwa ini adalah musuh, sama sekali enggak. Ini adalah sesama warga bangsa, sesama rakyat Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Roy mengatakan dirinya melihat kehadiran personel dari unsur kepolisian maupun TNI di lokasi aksi. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif.
"Saya sudah lihat selain seragam coklat ada juga seragam hijau di sana mohon hati-hati ya karena ini sebenarnya adalah masalah internal dalam negeri bukan dengan luar," katanya.
Dalam kesempatan itu, Roy juga menyinggung sejumlah tuntutan yang dibawa massa aksi. Ia menyebut tuntutan terkait penghentian pemborosan APBN serta penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM sebagai hal yang patut diperjuangkan.
"Nah termasuk jangan disusupi itu artinya apa? Jangan sampai mereka disusupi oleh hal-hal yang membuat kondisi yang seperti mereka yang teriakkan yaitu Indonesia bangkrut," ucapnya.
Roy menambahkan dirinya berharap demonstran tetap fokus memperjuangkan tuntutan yang dianggap penting oleh masyarakat.
Sementara itu, dalam konferensi pers yang sama, Roy kembali menyoroti belum adanya kepastian mengenai status P21 dalam perkara yang menjerat dirinya terkait kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Menurut dia, hingga Jumat (12/6/2026) atau 10 hari setelah pernyataan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2 Juni 2026, belum ada dokumen resmi yang menunjukkan berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.
"H+10 hari ini hari Jumat tanggal 12 Juni 2026 itu tidak juga terbit, masih gaib P21-nya," kata Roy.
Ia juga menyebut perkara tersebut telah berjalan lebih dari setahun sejak laporan awal dibuat. "Kalau dengan LP tanggal 30 April itu sudah 409 hari hari ini," ujarnya.
"Ya, saya tadi juga sempat membersamai sebentar dan kemudian menyampaikan semangatnya apresiasi kepada mereka dan saya hanya titip pesan ya, benar kata Kombes Budi ya dari Polda Metro jangan ada yang menyusupi," kata Roy Suryo.
Baca juga: Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Ia meminta para peserta aksi tetap waspada terhadap pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan demonstrasi untuk kepentingan lain.
Menurut Roy, aparat keamanan juga harus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam mengawal jalannya aksi.
"Kalian jangan disusupi tapi juga mohon aparat juga humanis ya tidak kemudian menganggap bahwa ini adalah musuh, sama sekali enggak. Ini adalah sesama warga bangsa, sesama rakyat Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Roy mengatakan dirinya melihat kehadiran personel dari unsur kepolisian maupun TNI di lokasi aksi. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif.
"Saya sudah lihat selain seragam coklat ada juga seragam hijau di sana mohon hati-hati ya karena ini sebenarnya adalah masalah internal dalam negeri bukan dengan luar," katanya.
Dalam kesempatan itu, Roy juga menyinggung sejumlah tuntutan yang dibawa massa aksi. Ia menyebut tuntutan terkait penghentian pemborosan APBN serta penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM sebagai hal yang patut diperjuangkan.
"Nah termasuk jangan disusupi itu artinya apa? Jangan sampai mereka disusupi oleh hal-hal yang membuat kondisi yang seperti mereka yang teriakkan yaitu Indonesia bangkrut," ucapnya.
Roy menambahkan dirinya berharap demonstran tetap fokus memperjuangkan tuntutan yang dianggap penting oleh masyarakat.
Sementara itu, dalam konferensi pers yang sama, Roy kembali menyoroti belum adanya kepastian mengenai status P21 dalam perkara yang menjerat dirinya terkait kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Menurut dia, hingga Jumat (12/6/2026) atau 10 hari setelah pernyataan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2 Juni 2026, belum ada dokumen resmi yang menunjukkan berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.
"H+10 hari ini hari Jumat tanggal 12 Juni 2026 itu tidak juga terbit, masih gaib P21-nya," kata Roy.
Ia juga menyebut perkara tersebut telah berjalan lebih dari setahun sejak laporan awal dibuat. "Kalau dengan LP tanggal 30 April itu sudah 409 hari hari ini," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :