Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Rabu, 10 Juni 2026 - 21:04 WIB
loading...
Masyarakat Sunda kini memiliki akses yang lebih luas terhadap Kitab Suci melalui peluncuran Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru bahasa Sunda yang tersedia dalam format cetak, digital, dan audio. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat Sunda kini memiliki akses yang lebih luas terhadap Kitab Suci melalui peluncuran Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru bahasa Sunda yang tersedia dalam format cetak, digital, dan audio. Peresmian terjemahan dilakukan dalam sebuah acara khusus di Bandung setelah melalui proses penerjemahan selama sekitar enam tahun.
Kehadiran terjemahan baru dari Saksi-Saksi Yehuwa ini diharapkan dapat membantu masyarakat Sunda memahami isi Alkitab dengan lebih mudah karena menggunakan bahasa yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Selain versi teks, rekaman audio Alkitab bahasa Sunda juga telah tersedia untuk diakses oleh para pembaca.
Baca juga: Biden Gunakan Alkitab Milik Keluarganya saat Sumpah Presiden
Bagi sebagian hadirin, pengalaman mendengarkan Kitab Suci dalam bahasa ibu menghadirkan kesan yang lebih mendalam. Irwan, warga Bandung yang menghadiri acara tersebut merasakan kedekatan emosional saat mendengar ayat-ayat Alkitab dibacakan dalam bahasa Sunda.
"Saat mendengar Alkitab dibacakan dalam bahasa Sunda, saya merasa seperti Allah sedang berbicara langsung kepada saya, apalagi karena sekarang rekaman audionya juga tersedia," katanya.
Meskipun Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Indonesia sudah tersedia sejak 1999, tetapi membaca Alkitab dalam bahasa ibu akan lebih menyentuh hati. ”Alkitab itu seperti surat dari seorang ayah untuk anak-anaknya. Kami ingin menyediakan terjemahan Alkitab yang akurat, mudah dimengerti, dan menyentuh hati,” kata Ario Sulistiono, juru bicara nasional untuk Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia.
Menurut dia, kebanyakan pembaca sekarang tidak mengenal kosakata yang lebih tua yang biasa digunakan dalam terjemahan Alkitab bahasa daerah.
Proses penerjemahannya memakan waktu sekitar enam tahun dan kebanyakan dilakukan selama masa pandemi yang penuh tantangan. ”Semua hasil kerja ini digerakkan oleh kasih kepada Pencipta dan sesama,” ucapnya.
Secara global, Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru termuat dalam edisi lengkap atau sebagian dalam 327 bahasa, termasuk bahasa isyarat, Braille, dan lima bahasa daerah di Indonesia yaitu Batak Toba, Batak Karo, Nias, dan Jawa.
Kehadiran terjemahan baru dari Saksi-Saksi Yehuwa ini diharapkan dapat membantu masyarakat Sunda memahami isi Alkitab dengan lebih mudah karena menggunakan bahasa yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Selain versi teks, rekaman audio Alkitab bahasa Sunda juga telah tersedia untuk diakses oleh para pembaca.
Baca juga: Biden Gunakan Alkitab Milik Keluarganya saat Sumpah Presiden
Bagi sebagian hadirin, pengalaman mendengarkan Kitab Suci dalam bahasa ibu menghadirkan kesan yang lebih mendalam. Irwan, warga Bandung yang menghadiri acara tersebut merasakan kedekatan emosional saat mendengar ayat-ayat Alkitab dibacakan dalam bahasa Sunda.
"Saat mendengar Alkitab dibacakan dalam bahasa Sunda, saya merasa seperti Allah sedang berbicara langsung kepada saya, apalagi karena sekarang rekaman audionya juga tersedia," katanya.
Meskipun Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Indonesia sudah tersedia sejak 1999, tetapi membaca Alkitab dalam bahasa ibu akan lebih menyentuh hati. ”Alkitab itu seperti surat dari seorang ayah untuk anak-anaknya. Kami ingin menyediakan terjemahan Alkitab yang akurat, mudah dimengerti, dan menyentuh hati,” kata Ario Sulistiono, juru bicara nasional untuk Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia.
Menurut dia, kebanyakan pembaca sekarang tidak mengenal kosakata yang lebih tua yang biasa digunakan dalam terjemahan Alkitab bahasa daerah.
Proses penerjemahannya memakan waktu sekitar enam tahun dan kebanyakan dilakukan selama masa pandemi yang penuh tantangan. ”Semua hasil kerja ini digerakkan oleh kasih kepada Pencipta dan sesama,” ucapnya.
Secara global, Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru termuat dalam edisi lengkap atau sebagian dalam 327 bahasa, termasuk bahasa isyarat, Braille, dan lima bahasa daerah di Indonesia yaitu Batak Toba, Batak Karo, Nias, dan Jawa.
(jon)
Lihat Juga :