Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Rabu, 10 Juni 2026 - 07:35 WIB
loading...
Gunung Dukono, Maluku Utara mengalami erupsi pagi ini, pada Rabu 10 Juni 2026 pukul 08:56 WIT. Foto: PVMBG
A
A
A
MALUKU UTARA - Gunung Dukono, Maluku Utara mengalami erupsi pagi ini, pada Rabu 10 Juni 2026 pukul 08:56 WIT. PVMBG mencatat tinggil kolom abu vulkanik teramati sekitar 1.000 m di atas puncak (sekitar 2.087 m di atas permukaan laut).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 13 mm dan durasi 43.30 Detik," tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.
Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
PVMBG mengingatkan bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.
Lihat juga: Alarm Bahaya! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp102,07 Triliun, Sinyal Buruk Ekonomi?
"Masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," imbaunya.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 13 mm dan durasi 43.30 Detik," tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.
Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
PVMBG mengingatkan bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.
Lihat juga: Alarm Bahaya! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp102,07 Triliun, Sinyal Buruk Ekonomi?
"Masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," imbaunya.
(rca)
Lihat Juga :