Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Selasa, 09 Juni 2026 - 19:30 WIB
loading...
Program Perempuan Berdaya yang digagas YIS terus mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Program Perempuan Berdaya yang digagas Yayasan Indonesia Setara (YIS) terus mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, program tersebut dirancang untuk membuka peluang usaha bagi perempuan dengan memanfaatkan komoditas yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.
Salah satu pelatihan digelar di Kota Serang, Banten, beberapa waktu lalu bekerja sama dengan Rumah Sandiuno Indonesia. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pelatihan mengolah pisang menjadi produk bernilai tambah.
Baca juga: Menkomdigi Dorong Pemberdayaan Perempuan di Ruang Digital
Menurut Sandiaga, pemilihan komoditas pisang dilakukan karena tanaman tersebut merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang memiliki peluang dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.
Peserta dibekali keterampilan membuat pisang sale dan banana coin, camilan berbahan dasar pisang yang dinilai memiliki daya simpan lebih lama serta nilai jual lebih tinggi dibandingkan buah segar.
Selain pelatihan produksi, peserta juga memperoleh pendampingan terkait perhitungan biaya produksi, strategi penentuan harga jual, hingga pengelolaan usaha sederhana agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Hasil pelatihan tersebut menunjukkan respons yang cukup positif dari peserta. Dalam waktu sekitar tiga jam setelah pelatihan, sejumlah peserta berhasil mendapatkan pesanan produk dalam jumlah signifikan.
Peserta bernama Utami memperoleh pesanan sebanyak 300 produk dengan harga jual Rp15.000 per buah. Dengan jumlah tersebut, potensi pendapatan yang bisa diperoleh mencapai Rp4,5 juta.
Sementara peserta lainnya Nunung berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 220 produk dengan potensi omzet sebesar Rp3,3 juta.
"Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi perempuan dan keluarganya," ujar Sandiaga, Senin (8/6/2026).
Program serupa juga digelar di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Komite Pencegahan Stunting Nasional.
Berbeda dengan pelatihan di Serang, peserta di Jakarta Timur mendapatkan pelatihan membuat kue lumpur ayam dan banana choco bread. Sandiaga mengatakan hasil yang diperoleh peserta di Jakarta Timur juga cukup menggembirakan.
Peserta Azizah mendapat perolehan preorder tercepat yakni 80 produk dengan harga jual Rp5.000 per unit. Ada pun peserta lainnya Aulia berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 60 produk.
Sandiaga berharap Program Perempuan Berdaya dapat terus melahirkan pelaku usaha perempuan yang mandiri, mampu memanfaatkan potensi lokal, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, program tersebut dirancang untuk membuka peluang usaha bagi perempuan dengan memanfaatkan komoditas yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.
Salah satu pelatihan digelar di Kota Serang, Banten, beberapa waktu lalu bekerja sama dengan Rumah Sandiuno Indonesia. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pelatihan mengolah pisang menjadi produk bernilai tambah.
Baca juga: Menkomdigi Dorong Pemberdayaan Perempuan di Ruang Digital
Menurut Sandiaga, pemilihan komoditas pisang dilakukan karena tanaman tersebut merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang memiliki peluang dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.
Peserta dibekali keterampilan membuat pisang sale dan banana coin, camilan berbahan dasar pisang yang dinilai memiliki daya simpan lebih lama serta nilai jual lebih tinggi dibandingkan buah segar.
Selain pelatihan produksi, peserta juga memperoleh pendampingan terkait perhitungan biaya produksi, strategi penentuan harga jual, hingga pengelolaan usaha sederhana agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Hasil pelatihan tersebut menunjukkan respons yang cukup positif dari peserta. Dalam waktu sekitar tiga jam setelah pelatihan, sejumlah peserta berhasil mendapatkan pesanan produk dalam jumlah signifikan.
Peserta bernama Utami memperoleh pesanan sebanyak 300 produk dengan harga jual Rp15.000 per buah. Dengan jumlah tersebut, potensi pendapatan yang bisa diperoleh mencapai Rp4,5 juta.
Sementara peserta lainnya Nunung berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 220 produk dengan potensi omzet sebesar Rp3,3 juta.
"Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi perempuan dan keluarganya," ujar Sandiaga, Senin (8/6/2026).
Program serupa juga digelar di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Komite Pencegahan Stunting Nasional.
Berbeda dengan pelatihan di Serang, peserta di Jakarta Timur mendapatkan pelatihan membuat kue lumpur ayam dan banana choco bread. Sandiaga mengatakan hasil yang diperoleh peserta di Jakarta Timur juga cukup menggembirakan.
Peserta Azizah mendapat perolehan preorder tercepat yakni 80 produk dengan harga jual Rp5.000 per unit. Ada pun peserta lainnya Aulia berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 60 produk.
Sandiaga berharap Program Perempuan Berdaya dapat terus melahirkan pelaku usaha perempuan yang mandiri, mampu memanfaatkan potensi lokal, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
(jon)
Lihat Juga :