Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan

Minggu, 07 Juni 2026 - 20:16 WIB
loading...
Keluhkan Bongkar Muat...
Aktivitas bongkar muat batu bara dari kapal vesell ke tongkang di Perairan Pulau Ampel, Kecamatan Pulau Ampel, Kabupaten Serang, Banten dikeluhkan nelayan. Foto/Ist
A A A
SERANG - Aktivitas bongkar muat batu bara dari kapal vesell ke tongkang di Perairan Pulau Ampel, Kecamatan Pulau Ampel, Kabupaten Serang, Banten dikeluhkan nelayan. Sebab aktivitas tersebut menyebabkan hasil tangkapan ikan nelayan Pulau Ampel menjadi berkurang.

Akibatnya, nelayan harus lebih jauh mencari ikan ketengah laut akibat aktifitas tersebut. Aktivitas tersebut sudah terjadi sejak lama dan berlangsung hampir setiap hari.

Baca juga: DPR Desak Penyelidikan Asal Usul Limbah Radioktif Cesium-137 di Cikande

Nurjen salah seorang nelayan di Pulau Kali, Pulau Ampel mengatakan, aktivitas bongkar muat sudah terjadi sejak lama dan tidak memperhatikan lingkungan. Tidak sedikit batu bara yang jatuh ke laut sehingga mengakibatkan pencemaran laut.



"Kegiatan itu sudah lama, bahkan setiap hari, kapal yang bongkar tersebut berganti ganti," kata Nurjen, dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Batu bara yang jatuh ke laut merusak trumbuk karang. Apalagi aktivitas tersebut sangat bising sehingga ikan-ikan pada takut dan tidak ada ikan sekitar perairan Pulau Kali. Untuk bisa mendapatkan ikan, nelayan harus melaut lebih jauh.

Baca juga: 5 Daerah di Dunia yang Pernah Tercemar Radioaktif dari Pengolahan Logam, Salah Satunya Serpong

"Batu bara tersebut mengapa bongkar muat di Perairan Pulau Kali, kenapa tidak di sekitar lokasi tempat batu bara di bongkar. Harusnya jagan di sini, sekitar Perairan Salira atau lebih dekat dengan bongkaran batu bara. Kami orang kecil hanya bisa berharap agar pihak terkait memindahkan aktivitas tersebut," tuturnya.

Nelayan lainnya, Ahmad Sahruji mengakui untuk mencari ikan dirinya harus jauh ke atas perairan Pulau Panjang, karena di sekitar Pulau Kali sudah tidak ada ikan, lautnya sudah tercemar, baik limbah batu bara yang jatuh ke laut, maupun limbah industri sekitar perairan Pulau Ampel.

"Kalau sekitar sini sudah tidak ada ikan, harus jauh ke tengah agar bisa dapat ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari," katanya.

Ahmad Sahruji menuturkan, saat bongkar muat para pekerja tidak memperhatikan keselamatan lingkungan laut, karena tidak di lengkapi dengan peralatan atau alat penutup agar batu bara tidak jatuh ke laut.

"Kita nelayan kecil, harusnya di kasih plastik atau terpal agar batubara itu berjatuhan ke laut saat pemindahan batu dari kapal besar ke kapal tongkang bisa dicegah," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
BMKG Ingatkan Potensi...
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 13 Mei 2026
Ingin Nelayan Sejahtera,...
Ingin Nelayan Sejahtera, Prabowo: Bukan Kapal Asing yang Ambil Ikan di Laut Kita
Prabowo Tinjau Kampung...
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved