Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Minggu, 07 Juni 2026 - 12:31 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pihaknya akan segera membuka 2.843 lowongan kerja sektor padat karya. Foto: Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pihaknya akan segera membuka 2.843 lowongan kerja sektor padat karya. Ia menegaskan bahwa lowongan ini merupakan program jangka pendek sebagai langkah antisipasi terhadap tekanan ekonomi.
"Jadi yang padat karya kurang lebih 2.800 lebih, itu adalah betul-betul kegiatan yang bersifat jangka pendek. Karena tekanan ekonomi ini mulai terasa," kata Pramono di Jakarta Timur, Minggu (7/6/2026).
Mengenai kebutuhan tenaga kerja dan jenis lowongan yang tersedia, hal tersebut akan disampaikan lebih lanjut oleh Asisten Pembangunan DKI Jakarta. Pendaftaran dan lamaran program ini rencananya mulai dibuka pada pekan depan.
Baca juga: Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
"Jadi kami berinisiatif untuk membuka ruang padat karya. Nanti secara detail akan ditindaklanjuti, dijabarkan oleh asisten pembangunan. Karena memang ini adalah program jangka pendek untuk bantalan sosial," ucap dia.
Pramono menegaskan program padat karya ini tidak akan menganggu alokasi anggaran sektor sosial, kesehatan, dan pendidikan yang ada di Jakarta. "Tetapi untuk DKI Jakarta yang lain-lain masih tetap sepenuhnya dialokasikan. Apakah itu untuk berkaitan dengan sosial, berkaitan dengan kesehatan, berkaitan dengan pendidikan, tidak ada yang dikurangi sedikitpun, bahkan malah ditambah," tuturnya.
Adapun, para pekerja nantinya akan digaji setara Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Program ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di lapangan.
Program jangka pendek ini direncanakan akan berlangsung selama tiga bulan. Namun tidak menutup kemungkinan bisa diperpanjang sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
"Jadi yang padat karya kurang lebih 2.800 lebih, itu adalah betul-betul kegiatan yang bersifat jangka pendek. Karena tekanan ekonomi ini mulai terasa," kata Pramono di Jakarta Timur, Minggu (7/6/2026).
Mengenai kebutuhan tenaga kerja dan jenis lowongan yang tersedia, hal tersebut akan disampaikan lebih lanjut oleh Asisten Pembangunan DKI Jakarta. Pendaftaran dan lamaran program ini rencananya mulai dibuka pada pekan depan.
Baca juga: Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
"Jadi kami berinisiatif untuk membuka ruang padat karya. Nanti secara detail akan ditindaklanjuti, dijabarkan oleh asisten pembangunan. Karena memang ini adalah program jangka pendek untuk bantalan sosial," ucap dia.
Pramono menegaskan program padat karya ini tidak akan menganggu alokasi anggaran sektor sosial, kesehatan, dan pendidikan yang ada di Jakarta. "Tetapi untuk DKI Jakarta yang lain-lain masih tetap sepenuhnya dialokasikan. Apakah itu untuk berkaitan dengan sosial, berkaitan dengan kesehatan, berkaitan dengan pendidikan, tidak ada yang dikurangi sedikitpun, bahkan malah ditambah," tuturnya.
Adapun, para pekerja nantinya akan digaji setara Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Program ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di lapangan.
Program jangka pendek ini direncanakan akan berlangsung selama tiga bulan. Namun tidak menutup kemungkinan bisa diperpanjang sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
(rca)
Lihat Juga :