Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Jum'at, 05 Juni 2026 - 08:31 WIB
loading...
Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (Garuda) Nofalia Heikal Safar berkomitmen mewujudkan Generasi Emas 2045 dengan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (Garuda) Nofalia Heikal Safar berkomitmen mewujudkan Generasi Emas 2045. Salah satunya dengan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan Heikal saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 12.173 pelaksana dan mitra Program MBG dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Nofalia menyimak secara langsung arahan Presiden Prabowo terkait penguatan serta percepatan implementasi Program MBG di berbagai daerah.
Baca juga: Copot 3 Pimpinan BGN, Prabowo: Saya Sedih, Mengganti Orang yang Saya Sayangi
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat Program MBG. Prabowo juga menyarankan agar telur yang disajikan kepada anak-anak diberikan dalam bentuk telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar, guna menjaga kandungan gizinya tetap optimal.
Termasuk pentingnya porsi lauk ayam yang memadai agar kebutuhan protein dan nutrisi anak-anak dapat terpenuhi dengan baik. Arahan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta, termasuk pengelola dapur MBG dari berbagai daerah yang hadir dalam konsolidasi nasional tersebut.
Heikal menyampaikan apresiasinya atas perhatian Presiden terhadap detail kualitas makanan dalam Program MBG. Menurut dia, perhatian terhadap aspek teknis tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Baca juga: Pesan Prabowo di Rapat Konsolidasi MBG: Jangan Sampai Melakukan Penyimpangan
"Program MBG bukan sekadar bantuan pangan, tetapi merupakan investasi besar untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing," ujar Nofalia Heikal Safar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Heikal menambahkan, Garuda yang dipimpinnya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, dan ibu hamil, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting serta memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha lokal.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya aktif melakukan inspeksi ke berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, guna memastikan standar kualitas makanan tetap terjaga. Organisasi tersebut juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan keamanan pangan.
"Kami juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM kuliner hingga tokoh publik, untuk memperkuat sosialisasi dan dukungan terhadap Program MBG," paparnya.
Nofalia mengaku telah menjangkau puluhan provinsi di Indonesia dan melakukan kunjungan ke sejumlah negara, termasuk Turki dan China, sebagai bagian dari studi banding terkait pengelolaan dapur dan program pangan bergizi.
Menurutnya, Konsolidasi Nasional Program MBG menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra pelaksana, dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut.
"Kami siap mengikuti arahan Presiden untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045," ucapnya.
Hadir dalam agenda nasional tersebut di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Presiden Muhammad Qodari, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Kemudian Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn) Agus Andrianto, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala kantor pelayanan gizi, koordinator wilayah, mitra pengelola dapur MBG dari berbagai daerah, serta motivator internasional Tony Robbins.
Kegiatan tersebut diikuti 12.173 pelaksana dan mitra Program MBG dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Nofalia menyimak secara langsung arahan Presiden Prabowo terkait penguatan serta percepatan implementasi Program MBG di berbagai daerah.
Baca juga: Copot 3 Pimpinan BGN, Prabowo: Saya Sedih, Mengganti Orang yang Saya Sayangi
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat Program MBG. Prabowo juga menyarankan agar telur yang disajikan kepada anak-anak diberikan dalam bentuk telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar, guna menjaga kandungan gizinya tetap optimal.
Termasuk pentingnya porsi lauk ayam yang memadai agar kebutuhan protein dan nutrisi anak-anak dapat terpenuhi dengan baik. Arahan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta, termasuk pengelola dapur MBG dari berbagai daerah yang hadir dalam konsolidasi nasional tersebut.
Heikal menyampaikan apresiasinya atas perhatian Presiden terhadap detail kualitas makanan dalam Program MBG. Menurut dia, perhatian terhadap aspek teknis tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Baca juga: Pesan Prabowo di Rapat Konsolidasi MBG: Jangan Sampai Melakukan Penyimpangan
"Program MBG bukan sekadar bantuan pangan, tetapi merupakan investasi besar untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing," ujar Nofalia Heikal Safar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Heikal menambahkan, Garuda yang dipimpinnya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, dan ibu hamil, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting serta memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha lokal.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya aktif melakukan inspeksi ke berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, guna memastikan standar kualitas makanan tetap terjaga. Organisasi tersebut juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan keamanan pangan.
"Kami juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM kuliner hingga tokoh publik, untuk memperkuat sosialisasi dan dukungan terhadap Program MBG," paparnya.
Nofalia mengaku telah menjangkau puluhan provinsi di Indonesia dan melakukan kunjungan ke sejumlah negara, termasuk Turki dan China, sebagai bagian dari studi banding terkait pengelolaan dapur dan program pangan bergizi.
Menurutnya, Konsolidasi Nasional Program MBG menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra pelaksana, dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut.
"Kami siap mengikuti arahan Presiden untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045," ucapnya.
Hadir dalam agenda nasional tersebut di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Presiden Muhammad Qodari, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Kemudian Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn) Agus Andrianto, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala kantor pelayanan gizi, koordinator wilayah, mitra pengelola dapur MBG dari berbagai daerah, serta motivator internasional Tony Robbins.
(shf)
Lihat Juga :