Bupati Hasbi Tegaskan Lebak Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional
Kamis, 21 Mei 2026 - 18:48 WIB
loading...
Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan daerahnya terus memperkuat pertanian sebagai fondasi pembangunan daerah dan penopang ketahanan pangan nasional. Foto/Ist
A
A
A
LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan daerah dan penopang ketahanan pangan nasional. Komitmen itu ditegaskan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya saat menghadiri panen raya golden melon milik Kelompok Tani Margawana Mulia di Kecamatan Cileles.
Panen raya tersebut menjadi simbol berkembangnya pertanian hortikultura modern di Kabupaten Lebak. Dalam satu periode panen, kelompok tani itu diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 30 ton golden melon premium yang dipasarkan secara bertahap selama satu bulan.
Baca juga: Bupati dan Wakil Lebak Sepakat Damai, Fokus Kerja untuk Rakyat
Hasbi menegaskan bahwa Lebak harus mampu mengambil peran strategis sebagai daerah aglomerasi yang menopang kebutuhan pangan nasional. “Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Tahapannya ketahanan pangan dulu terwujud, setelah itu swasembada pangan,” kata Hasbi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, sektor hortikultura memiliki prospek ekonomi yang besar karena permintaan pasar terus meningkat, termasuk peluang masuk ke jaringan ritel modern. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat dan kelompok tani untuk mengembangkan pertanian produktif berbasis teknologi dan kualitas hasil panen.
Hasbi menilai keberhasilan panen golden melon di Kecamatan Cileles menjadi bukti bahwa pertanian modern di Lebak mulai berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Baca juga: Jelang Armuzna, Layanan Bus Shalawat Dihentikan hingga 31 Mei 2026
Selain penguatan sektor pertanian, Pemkab Lebak juga menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama. Infrastruktur dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Di rumah ibadah bagus, di depannya jalannya rusak sebagai akses, tidak ada artinya. Ada kebun kalau akses jalannya tidak baik, tidak ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam RPJMD Kabupaten Lebak, pemerintah memfokuskan pembangunan pada empat sektor prioritas, yakni pembangunan infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem melalui program rumah tidak layak huni, serta penataan kawasan perkotaan.
Hasbi juga menegaskan pentingnya menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan agar tidak terus mengalami alih fungsi lahan. “Lahan pangan berkelanjutan harus dipertahankan. Tidak semua lahan bisa diubah fungsi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hasbi turut menyoroti besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, seluruh elemen negara, mulai dari TNI, Polri hingga kejaksaan, kini turut dilibatkan dalam memperkuat sektor pangan.
“Presiden ingin seluruh kekuatan negara bergerak bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Di tengah semangat pembangunan tersebut, Hasbi mengungkapkan kondisi fiskal Kabupaten Lebak saat ini tengah menghadapi tantangan akibat pemotongan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Tahun ini pemotongan TKD Kabupaten Lebak mencapai Rp118 miliar. Bahkan semalam masih ada defisit sekitar Rp120 miliar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia optimistis pembangunan daerah tetap berjalan melalui kolaborasi lintas sektor, pengelolaan anggaran yang transparan, serta kepemimpinan yang berpihak kepada masyarakat.
“Sekarang era transparansi. Semua bisa diakses publik. Pemimpin harus amanah dan memikirkan kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Banten Amal Jayabaya menyebut panen raya golden melon di Kecamatan Cileles menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten.
Amal menegaskan pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk menjadi offtaker untuk menyerap hasil produksi petani lokal agar memiliki nilai jual yang lebih kompetitif. “Kita harus mendongkrak petani supaya mendapatkan profit yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Margawana Mulia dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk mengembangkan sektor pertanian modern dan produktif di Kabupaten Lebak. “Ini harus menjadi virus yang baik untuk masyarakat lain,” pungkasnya.
Panen raya tersebut menjadi simbol berkembangnya pertanian hortikultura modern di Kabupaten Lebak. Dalam satu periode panen, kelompok tani itu diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 30 ton golden melon premium yang dipasarkan secara bertahap selama satu bulan.
Baca juga: Bupati dan Wakil Lebak Sepakat Damai, Fokus Kerja untuk Rakyat
Hasbi menegaskan bahwa Lebak harus mampu mengambil peran strategis sebagai daerah aglomerasi yang menopang kebutuhan pangan nasional. “Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Tahapannya ketahanan pangan dulu terwujud, setelah itu swasembada pangan,” kata Hasbi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, sektor hortikultura memiliki prospek ekonomi yang besar karena permintaan pasar terus meningkat, termasuk peluang masuk ke jaringan ritel modern. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat dan kelompok tani untuk mengembangkan pertanian produktif berbasis teknologi dan kualitas hasil panen.
Hasbi menilai keberhasilan panen golden melon di Kecamatan Cileles menjadi bukti bahwa pertanian modern di Lebak mulai berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Baca juga: Jelang Armuzna, Layanan Bus Shalawat Dihentikan hingga 31 Mei 2026
Selain penguatan sektor pertanian, Pemkab Lebak juga menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama. Infrastruktur dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Di rumah ibadah bagus, di depannya jalannya rusak sebagai akses, tidak ada artinya. Ada kebun kalau akses jalannya tidak baik, tidak ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam RPJMD Kabupaten Lebak, pemerintah memfokuskan pembangunan pada empat sektor prioritas, yakni pembangunan infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem melalui program rumah tidak layak huni, serta penataan kawasan perkotaan.
Hasbi juga menegaskan pentingnya menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan agar tidak terus mengalami alih fungsi lahan. “Lahan pangan berkelanjutan harus dipertahankan. Tidak semua lahan bisa diubah fungsi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hasbi turut menyoroti besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, seluruh elemen negara, mulai dari TNI, Polri hingga kejaksaan, kini turut dilibatkan dalam memperkuat sektor pangan.
“Presiden ingin seluruh kekuatan negara bergerak bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Di tengah semangat pembangunan tersebut, Hasbi mengungkapkan kondisi fiskal Kabupaten Lebak saat ini tengah menghadapi tantangan akibat pemotongan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Tahun ini pemotongan TKD Kabupaten Lebak mencapai Rp118 miliar. Bahkan semalam masih ada defisit sekitar Rp120 miliar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia optimistis pembangunan daerah tetap berjalan melalui kolaborasi lintas sektor, pengelolaan anggaran yang transparan, serta kepemimpinan yang berpihak kepada masyarakat.
“Sekarang era transparansi. Semua bisa diakses publik. Pemimpin harus amanah dan memikirkan kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Banten Amal Jayabaya menyebut panen raya golden melon di Kecamatan Cileles menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten.
Amal menegaskan pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk menjadi offtaker untuk menyerap hasil produksi petani lokal agar memiliki nilai jual yang lebih kompetitif. “Kita harus mendongkrak petani supaya mendapatkan profit yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Margawana Mulia dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk mengembangkan sektor pertanian modern dan produktif di Kabupaten Lebak. “Ini harus menjadi virus yang baik untuk masyarakat lain,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :