50 Perempuan Tegal Dapat Bantuan Modal Usaha dari Sandiaga Uno
Selasa, 28 April 2026 - 20:11 WIB
loading...
Semangat juang Kartini, perempuan di Kabupaten Tegal didorong lebih mandiri secara ekonomi melalui pelatihan keterampilan berbasis usaha rumahan. Foto: Ist
A
A
A
TEGAL - Semangat juang Kartini, perempuan di Kabupaten Tegal didorong lebih mandiri secara ekonomi melalui pelatihan keterampilan berbasis usaha rumahan. Upaya ini dilakukan Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Ruang Temu Asa Tegal melalui workshop baking dan cooking bertajuk Olahan Pisang Bernilai Jual, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Jalan Ir Juanda, Kabupaten Tegal diikuti 50 peserta yang mayoritas ibu rumah tangga. Mereka dilatih membuat banana muffin dan dadar gulung cokelat isi pisang keju, dua produk yang dinilai memiliki potensi pasar dengan bahan baku yang mudah diperoleh.
Baca juga: Hari Kartini 21 April, Sejarah Perjuangan Emansipasi Perempuan
Selain itu, mereka mendapatkan bantuan modal usaha dan hadiah dari Kartini Challenge dari Yayasan Indonesia Setara yang digelar di Karawang Cermin Timur, Sukakertama, Karawang. Kegiatan hasil kolaborasi YIS dan Skies Indonesia itu diikuti 50 ibu rumah tangga. Mereka dilatih membuat bolu ketan hitam lumer dan thai dessert.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan perempuan yang telah dijalankan lembaganya selama 15 tahun. “Perempuan perlu memiliki kemandirian ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga keberanian memulai usaha,” ujar Sandiaga, Senin (27/4/2026).
Perwakilan Ruang Temu Asa Tegal Mujab menuturkan pemberdayaan perempuan tidak selalu harus melalui sektor formal. Aktivitas rumah tangga dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola secara kreatif.
“Dari dapur rumah, perempuan bisa membantu ekonomi keluarga. Kuncinya ada pada kemauan dan kreativitas,” katanya.
Selain pelatihan memasak, peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membuat konten pemasaran dan strategi penjualan berbasis preorder.
Dalam sesi praktik, salah satu peserta bahkan berhasil memperoleh pesanan hingga 115 potong dadar gulung serta sejumlah banana muffin pada hari yang sama.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan tatap muka. Yayasan Indonesia Setara juga menyediakan pendampingan selama tiga minggu untuk membantu peserta mengembangkan usaha, mulai dari proses produksi hingga pemasaran digital.
Melalui kegiatan ini diharapkan muncul pelaku usaha baru dari kalangan perempuan yang tidak hanya terampil, tetapi juga percaya diri dalam mengembangkan bisnis. Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang digelar di Jalan Ir Juanda, Kabupaten Tegal diikuti 50 peserta yang mayoritas ibu rumah tangga. Mereka dilatih membuat banana muffin dan dadar gulung cokelat isi pisang keju, dua produk yang dinilai memiliki potensi pasar dengan bahan baku yang mudah diperoleh.
Baca juga: Hari Kartini 21 April, Sejarah Perjuangan Emansipasi Perempuan
Selain itu, mereka mendapatkan bantuan modal usaha dan hadiah dari Kartini Challenge dari Yayasan Indonesia Setara yang digelar di Karawang Cermin Timur, Sukakertama, Karawang. Kegiatan hasil kolaborasi YIS dan Skies Indonesia itu diikuti 50 ibu rumah tangga. Mereka dilatih membuat bolu ketan hitam lumer dan thai dessert.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan perempuan yang telah dijalankan lembaganya selama 15 tahun. “Perempuan perlu memiliki kemandirian ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga keberanian memulai usaha,” ujar Sandiaga, Senin (27/4/2026).
Perwakilan Ruang Temu Asa Tegal Mujab menuturkan pemberdayaan perempuan tidak selalu harus melalui sektor formal. Aktivitas rumah tangga dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola secara kreatif.
“Dari dapur rumah, perempuan bisa membantu ekonomi keluarga. Kuncinya ada pada kemauan dan kreativitas,” katanya.
Selain pelatihan memasak, peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membuat konten pemasaran dan strategi penjualan berbasis preorder.
Dalam sesi praktik, salah satu peserta bahkan berhasil memperoleh pesanan hingga 115 potong dadar gulung serta sejumlah banana muffin pada hari yang sama.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan tatap muka. Yayasan Indonesia Setara juga menyediakan pendampingan selama tiga minggu untuk membantu peserta mengembangkan usaha, mulai dari proses produksi hingga pemasaran digital.
Melalui kegiatan ini diharapkan muncul pelaku usaha baru dari kalangan perempuan yang tidak hanya terampil, tetapi juga percaya diri dalam mengembangkan bisnis. Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
(jon)
Lihat Juga :