BPDP Dukung Hilirisasi Sawit, Gelar Simposium Strategis RI-Malaysia
Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB
loading...
BPDP mengambil peran penting dalam Hai Sawit Simposium (HASI) ke-2 tahun 2026 yang menjadi forum strategis pelaku industri sawit dari Indonesia dan Malaysia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Upaya memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional terus dipacu. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) mengambil peran penting dengan mendukung Hai Sawit Simposium (HASI) ke-2 tahun 2026. Pertemuan ini merupakan forum strategis yang mempertemukan pelaku industri dari Indonesia dan Malaysia.
Forum internasional yang diselenggarakan oleh Hai Sawit Indonesia bersama Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) ini mengangkat tema penguatan praktik terbaik perkebunan atau best management practice (BMP). Tujuannya untuk mendongkrak produksi sekaligus menjaga ketahanan energi di tengah tuntutan global akan keberlanjutan.
Baca juga: Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Partisipasi BPDP tak sekadar simbolis. Lembaga ini menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas perkebunan, serta adopsi praktik terbaik di sektor sawit. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjaga posisi Indonesia di pasar global.
Tak hanya fokus pada industri hulu dan hilir, BPDP juga menghadirkan pendekatan yang lebih dekat ke masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan, berbagai produk UMKM berbasis kelapa sawit turut dipamerkan sebagai bagian dari kampanye positif komoditas ini.
Menariknya, inovasi turunan sawit kini merambah dunia pendidikan anak. Produk seperti balok permainan, clay, crayon, hingga kanvas lukis berbahan dasar sawit diperkenalkan sebagai alternatif ramah lingkungan dan aman bagi anak-anak.
Baca juga: Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Selain edukatif, produk ini juga menunjukkan bahwa sawit memiliki potensi luas di luar sektor pangan dan energi.
Kehadiran inovasi tersebut sekaligus mempertegas peran sawit dalam mendukung aspek sosial, termasuk pengembangan kreativitas sejak usia dini. Industri ini tak lagi dipandang semata sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem inovasi.
Simposium ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, hingga profesional lintas negara. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus merumuskan solusi konkret yang bisa langsung diterapkan di lapangan.
Ketua Pelaksana HASI 2026, M Gema Aliza menegaskan bahwa forum ini lahir dari kebutuhan nyata industri. Ia menyebut HASI bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan gerakan kolaboratif yang mendorong diskusi setara dan solutif antar pelaku sektor sawit.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian mengingatkan posisi strategis sawit di kancah global. Indonesia dan Malaysia saat ini menyumbang sekitar 80–85 persen produksi minyak sawit dunia, menjadikan sinergi kedua negara sebagai kunci stabilitas pasokan global.
HASI 2026 diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang aplikatif. Lebih dari itu, forum ini menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi industri sawit menuju sistem yang lebih modern, efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta regulasi global.
Sebagai bagian dari komitmen kampanye positif produk turunan perkebunan, BPDP turut menghadirkan dan menampilkan berbagai produk UMKM berbasis kelapa sawit dalam rangkaian kegiatan HASI 2026.
Inisiatif ini menjadi sarana edukasi kepada publik mengenai beragam manfaat komoditas perkebunan, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Forum internasional yang diselenggarakan oleh Hai Sawit Indonesia bersama Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) ini mengangkat tema penguatan praktik terbaik perkebunan atau best management practice (BMP). Tujuannya untuk mendongkrak produksi sekaligus menjaga ketahanan energi di tengah tuntutan global akan keberlanjutan.
Baca juga: Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Partisipasi BPDP tak sekadar simbolis. Lembaga ini menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas perkebunan, serta adopsi praktik terbaik di sektor sawit. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjaga posisi Indonesia di pasar global.
Tak hanya fokus pada industri hulu dan hilir, BPDP juga menghadirkan pendekatan yang lebih dekat ke masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan, berbagai produk UMKM berbasis kelapa sawit turut dipamerkan sebagai bagian dari kampanye positif komoditas ini.
Menariknya, inovasi turunan sawit kini merambah dunia pendidikan anak. Produk seperti balok permainan, clay, crayon, hingga kanvas lukis berbahan dasar sawit diperkenalkan sebagai alternatif ramah lingkungan dan aman bagi anak-anak.
Baca juga: Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Selain edukatif, produk ini juga menunjukkan bahwa sawit memiliki potensi luas di luar sektor pangan dan energi.
Kehadiran inovasi tersebut sekaligus mempertegas peran sawit dalam mendukung aspek sosial, termasuk pengembangan kreativitas sejak usia dini. Industri ini tak lagi dipandang semata sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem inovasi.
Simposium ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, hingga profesional lintas negara. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus merumuskan solusi konkret yang bisa langsung diterapkan di lapangan.
Ketua Pelaksana HASI 2026, M Gema Aliza menegaskan bahwa forum ini lahir dari kebutuhan nyata industri. Ia menyebut HASI bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan gerakan kolaboratif yang mendorong diskusi setara dan solutif antar pelaku sektor sawit.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian mengingatkan posisi strategis sawit di kancah global. Indonesia dan Malaysia saat ini menyumbang sekitar 80–85 persen produksi minyak sawit dunia, menjadikan sinergi kedua negara sebagai kunci stabilitas pasokan global.
HASI 2026 diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang aplikatif. Lebih dari itu, forum ini menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi industri sawit menuju sistem yang lebih modern, efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta regulasi global.
Sebagai bagian dari komitmen kampanye positif produk turunan perkebunan, BPDP turut menghadirkan dan menampilkan berbagai produk UMKM berbasis kelapa sawit dalam rangkaian kegiatan HASI 2026.
Inisiatif ini menjadi sarana edukasi kepada publik mengenai beragam manfaat komoditas perkebunan, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
(shf)
Lihat Juga :