Kerap Mengkritik, Ini Rekam Jejak Laeli si Pelaku Mutilasi saat Kuliah di UI

Sabtu, 19 September 2020 - 11:13 WIB
loading...
Kerap Mengkritik, Ini...
Laeli Atik Supriyatin, perempuan pelaku mutilasi terhadap Rinaldy Harley Wismanu (RHW). Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
DEPOK - Laeli Atik Supriyatin, perempuan pelaku mutilasi terhadap Rinaldy Harley Wismanu (RHW), dikenal kritis saat kuliah di Universitas Indonesia (UI). Ia kerap mengkritik seputar kampus dan kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Kalau dibilang suka mengkritik, memang benar. Makanya dulu motivasinya mau menjadi pemira, karena dia pengen biar pemimpin 2015 itu menurut dia bisa lebih baik daripada saya,” ujar Ivan Riansa, Ketua BEM UI periode 2014, ketika dihubungi, Sabtu (19/9/2020). (Baca juga: Mantan Ketua BEM UI Familiar dengan Nama Laeli, Perempuan Pemutilasi RHW)

Ivan mengenal Laeli ketika menjadi Ketua BEM. Saat itu Laeli sebagai project officer Pemira UI Tahun 2014. “Saya kan Ketua BEM 2014, pas pemilu pertama Pak Jokowi. Nah, Laeli itu saya kenal menjelang pergantian akhir tahun, kan ada transisi kepemimpinan juga di lembaga kemahasiswaan UI. Enggak cuma di BEM, ada di 3 lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, yakni BEM, MPM, dan MWA UI,” bebernya.

Saat itu Laeli menjabat sebagai project officer di triwulan ketiga tahun 2014. Saat itu Ivan adalah salah satu steering commitee. Menurutnya, kritikan yang disampaikan Laeli terhadap BEM relevan dan dia pun mengganggap sebagai hal lumrah dalam dunia organisasi. (Baca juga: Setelah Thiago Alcantara, Liverpool Rekrut Diogo Jota?)

“Kritikannya standar saja soal politik internal kampus kok, tidak substansial karena Indonesia juga sedang pesta demokrasi ya, sehingga BEM juga fokusnya keluar, aktif untuk mengawal pemili dengam baik. Karena salah satunya kita juga mengatur lokasi biar anak-anak daerah di UI bisa milih,” katanya.

Ivan menyebut bahwa saat menjabat sebagai project officer, Laeli diberhentikan di tengah jalan sebelum masa jabatannya selesai. “Secara kinerja yang belum banyak publik tahu, dia di tengah jalan saat menjalankan amanah sebagai project officer juga dipecat sama lembaga yudikatif. Tidak perform juga (kinerjanya),” bebernya.

Pemberhentian itu disinyalir karena Laeli berafiliasi dengan salah satu calon. “Karena dia memiliki keberpihakan sama salah satu calon. Kan harusnya dia lembaga penyelenggara kayak KPU-nya, harusnya tidak boleh berpihak. Makanya akhirnya dihentikan oleh semacam DKPP dan ada saya juga salah satunya,” ucapnya. (Baca juga: Peragakan 32 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi, Terungkap Fakta Sepasang Kekasih Ini)

Ivan tak heran jika Laeli bermasalah. Sebab, saat di kampus pun Laeli sudah memiliki rekam jejak buruk saat menjadi project officer. “Iya, kalau misalnya dibilang anak sedikit bermasalah dari kuliah memang saya juga cukup tahu track recordnya, tapi secara kinerja tidak profesional karena akhirnya dia dipecat,” tukasnya.

Kendati tidak kenal dekat dengan Laeli namun Ivan sempat kaget mendengar kasus yang melibatkan wanita 27 tahun itu. Karana apa yang dilakukan Laeli dianggap diluar batas kemanusiaan. “Saya jujur kaget karena walaupun saya tahu dia aktif dan secara kinerja juga biasa saja, tapi tidak menyangka sajalah, karena inikan di luar batas kemanusiaan,” pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditangkap Imigrasi,...
Ditangkap Imigrasi, WNA Asal Portugal Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan dan Mutilasi
Pria India Ini Bunuh...
Pria India Ini Bunuh dan Mutilasi Istrinya yang Sedang Hamil 5 Bulan
Wanita Hamil 9 Bulan...
Wanita Hamil 9 Bulan Ini Dibunuh dan Dimutilasi Ibu Mertuanya atas Tuduhan Lakukan Sihir
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved