Pramono Sebut Modernisasi Halalbihalal Dilakukan oleh Muhammadiyah
Sabtu, 04 April 2026 - 16:00 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Muhammadiyah menjadi salah satu pihak yang memodernisasi halalbihalal. Hal itu terjadi di daerah kelahirannya, Kediri, Jawa Timur. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Muhammadiyah menjadi salah satu pihak yang memodernisasi halalbihalal . Hal itu terjadi di daerah kelahirannya, Kediri, Jawa Timur.
"Modernisasi tentang halalbihalal itu betul-betul saya bersaksi dilakukan oleh Muhammadiyah," kata Pramono saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Awalnya, Pramono mengaku lahir dan besar di Kediri. Selain Muhammadiyah, dua organisasi keislaman yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) juga kuat di daerahnya.
Baca Juga: Ayat-Ayat Al-Quran tentang Halalbihalal
Saat dia kecil, kata Pramono, halalbihalal dilakukan dengan berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya. "Tujuannya apa? Dapat rengginang dan dapat sangu. Saya ikut pada waktu itu," ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, Muhammadiyah menggelar halalbihalal yang terpusat di suatu tempat, seperti gedung maupun aula. "Di situlah kemudian ada tausiah, ada ceramah. Saya juga ikut pada waktu itu. Dari rumah ke rumahnya ikut, tausiahnya yang diadakan Muhammadiyah juga ikut, di Burengan LDII karena di situ juga ikut. Inilah yang kemudian membuka pandangan saya tentang Islam," ucapnya.
Dengan berkelakar Pramono melanjutkan, bersyukur Muhammadiyah satu pandangan dengan pihak-pihak lain tentang kebaikan pelaksanaan hingga waktu halalbihalal.
"Bahwa saya membayangkan kalau Muhammadiyah tidak memulai tentang halalbihalal, kemudian Muhammadiyah berbeda seperti menghitung untuk bulan puasa Ramadan dan Idulfitri. Kebayang nggak? Apalagi kalau kemudian Muhammadiyah mengatakan bahwa halalbihalal itu bid'ah, aduh pusing kita, pusing sekali," kata Pramono, disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.
"Modernisasi tentang halalbihalal itu betul-betul saya bersaksi dilakukan oleh Muhammadiyah," kata Pramono saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Awalnya, Pramono mengaku lahir dan besar di Kediri. Selain Muhammadiyah, dua organisasi keislaman yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) juga kuat di daerahnya.
Baca Juga: Ayat-Ayat Al-Quran tentang Halalbihalal
Saat dia kecil, kata Pramono, halalbihalal dilakukan dengan berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya. "Tujuannya apa? Dapat rengginang dan dapat sangu. Saya ikut pada waktu itu," ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, Muhammadiyah menggelar halalbihalal yang terpusat di suatu tempat, seperti gedung maupun aula. "Di situlah kemudian ada tausiah, ada ceramah. Saya juga ikut pada waktu itu. Dari rumah ke rumahnya ikut, tausiahnya yang diadakan Muhammadiyah juga ikut, di Burengan LDII karena di situ juga ikut. Inilah yang kemudian membuka pandangan saya tentang Islam," ucapnya.
Dengan berkelakar Pramono melanjutkan, bersyukur Muhammadiyah satu pandangan dengan pihak-pihak lain tentang kebaikan pelaksanaan hingga waktu halalbihalal.
"Bahwa saya membayangkan kalau Muhammadiyah tidak memulai tentang halalbihalal, kemudian Muhammadiyah berbeda seperti menghitung untuk bulan puasa Ramadan dan Idulfitri. Kebayang nggak? Apalagi kalau kemudian Muhammadiyah mengatakan bahwa halalbihalal itu bid'ah, aduh pusing kita, pusing sekali," kata Pramono, disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.
(zik)
Lihat Juga :