Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Dinilai Menyusahkan Keluarga Buruh Angkut

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:57 WIB
loading...
Larangan Truk Sumbu...
Kebijakan larangan operasional truk sumbu 3 atau lebih selama momen Lebaran yang berlangsung 13-29 Maret 2026 mengancam kehidupan ekonomi buruh lepas di gudang-gudang produk makanan dan minuman. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Kebijakan larangan operasional truk sumbu 3 atau lebih selama momen Lebaran yang berlangsung 13-29 Maret 2026 mengancam kehidupan ekonomi buruh lepas di gudang-gudang produk makanan dan minuman. Larangan ini berdampak langsung pada terhentinya aktivitas bongkar muat, yang mengakibatkan buruh angkut di sana kehilangan penghasilan harian selama kurun waktu tersebut.

Muka-muka sedih dan lesu pun terlihat di wajah para buruh lepas yang sehari-harinya bekerja di sebuah gudang produk makanan dan minuman yang ada di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, begitu mendengar Pemerintah melarang operasional truk sumbu 3 selama 17 hari momen Lebaran.

Baca juga: Buruh Angkut Minta Pemerintah Kaji Ulang Larangan Truk Sumbu 3 selama Momen Lebaran

Mereka merasa keinginan untuk bisa memberikan uang lebih kepada keluarga seakan pupus dengan hadirnya kebijakan tersebut. Hal itu karena memang, truk-truk sumbu 3 itu paling banyak masuk ke gudang produk makanan dan minuman tempat mereka bekerja selama ini.



Ruhiyat Sukmana, salah satu buruh lepas di gudang produk makanan dan minuman itu mengatakan penghasilannya sangat bergantung pada sistem upah harian dari jumlah barang yang dibongkar dari truk-truk yang masuk ke gudang. Menurut Ruhiat, yang biasa dipanggil Adek oleh teman-teman sekerjanya, truk-truk produk makanan dan minuman yang paling banyak masuk ke gudang itu adalah truk-truk besar atau sumbu 3 ke atas.

“Jadi, kalau truk-truk itu dilarang beroperasi, jelas kami buruh lepas di gudang ini terancam kehilangan pendapatan. Karena, pasti tidak ada lagi aktivitas pengiriman barang di gudang ini,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Aktivitas Gudang di Ancol Terhenti Dampak Truk Sumbu 3 Dilarang Beroperasi

Ayah dua anak yang masih menumpang di rumah orangtuanya ini pun mengaku bingung harus mengatakan apa kepada anak-anak dan istrinya jika kebijakan Pemerintah ini tetap dijalankan. Apalagi, menurutnya, ini saat menjelang Lebaran di mana keluarganya pasti sangat mengharapkan uang lebih.

“Yang pasti, saya bingung dan sedih, bagaimana melihat nasib anak-anak dan istri yang justru berharap saya mendapatkan uang lebih menjelang Lebaran ini. Mereka pasti kecewa dan istri saya pasti menangis saat mendengar bahwa saya tidak bisa lagi bekerja karena Pemerintah melarang truk-truk sumbu 3 ini beroperasi,” tuturnya.

Dia pun bercerita bagaimana harus mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya ini. Sebagai buruh angkut barang di gudang produk makanan dan minuman, dia bersama kawan-kawannya yang lain harus sabar menunggu truk-truk yang masuk di sebuah pos kecil yang memang disediakan pemilik gudang untuk mereka.

“Kita di sini sebagai pekerja borongan. Dalam kondisi normal saja, kita masih kesulitan. Kadang-kadang kita menunggu sampai lama baru truk datang. Dan kita dibayar sesuai dengan volume truk yang kita bongkar muat. Jadi, kalau tidak ada nanti truk-truk yang masuk ke sini, kami mau makan apa karena pasti tidak dapat uang lagi,” tuturnya.

Dia berharap agar Pemerintah tidak hanya melihat masyarakat yang ingin mudik Lebaran saja, tapi juga nasib ekonomi mereka yang sangat bergantung kepada operasional truk-truk sumbu 3. “Kalau bisa jangan lama-lama distop. Sebab, kami para pekerja lepas di pergudangan ini juga ingin bekerja buat anak-anak dan istri kami. Kami juga ingin membahagiakan hidup mereka seperti yang lain. Tapi, kalau kami tidak bisa bekerja, bagaimana kami bisa mewujudkannya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Rustyawan yang juga bekerja di gudang yang sama. Dia juga mengatakan kebijakan pelarangan terhadap truk sumbu 3 ini sangat berdampak terhadap ekonomi keluarganya yang hanya berasal dari penghasilannya sebagai buruh lepas.

“Itu sangat berdampak sekali ke perekonomian kita yang kerja hanya harian lepas atau borongan. Karena kita berpenghasilan berdasarkan volume truk yang datang. Kalau truk tidak datang kita tidak ada penghasilan,” ujarnya seraya mempertanyakan keadilan Pemerintah terhadap buruh lepas seperti dirinya.

Dia mengatakan dengan dilarangkan truk-truk sumbu 3 ini beroperasi, otomatis semua buruh lepas yang bekerja di gudang produk makanan dan minuman tempatnya bekerja menjadi pengangguran.

Dia juga berharap agar Pemerintah mau memikirkan kembali kebijakannya untuk menghentikan operasional truk sumbu 3. “Kami berharap truk-truk itu bisa masuk ke gudang kami. Karena penghasilan kami hanya dari truk-truk itu. Satu hari kehilangan kerjaan saja kami sudah pusing, apalagi kalau sampai berhari-hari,” pintanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ada Demo Buruh di Kemnaker,...
Ada Demo Buruh di Kemnaker, Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Alternatif
Dalang Rencana Anarkis...
Dalang Rencana Anarkis Aksi May Day di Jakarta Diburu
Berniat Bikin Rusuh...
Berniat Bikin Rusuh Hari Buruh di Jakarta, 101 Orang yang Ditangkap Tak Bakal Ditahan
Polisi Buru Donatur...
Polisi Buru Donatur Kelompok yang Hendak Bikin Rusuh Hari Buruh di Jakarta
Hari Buruh 2026, Fahira...
Hari Buruh 2026, Fahira Idris Sampaikan 5 Tantangan ke Depan
Hari Buruh 2026 Kondusif,...
Hari Buruh 2026 Kondusif, Lemkapi Apresiasi Kinerja Polri
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Rekomendasi
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Aroma Konspirasi Mencuat:...
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Berita Terkini
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Infografis
3 Dampaknya bagi Israel...
3 Dampaknya bagi Israel saat Hizbullah Aktifkan Mode Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved