Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak, Penumpang Capai 12.680 Orang
Rabu, 18 Maret 2026 - 07:29 WIB
loading...
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengungkapkan bahwa jumlah pemudik yang masuk ke Pelabuhan Merak pada masa puncak arus mudik Lebaran 2026 mencapai 12.680 orang. Foto: Niko Prayoga
A
A
A
CILEGON - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengungkapkan bahwa jumlah pemudik yang masuk ke Pelabuhan Merak pada masa puncak arus mudik Lebaran 2026 mencapai 12.680 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi data dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB per tanggal 17 Maret 2026.
Bahkan ia memperkirakan jumlah pemudik terus bertambah hingga 13.000 orang pada dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Meski demikian, ia memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan tidak terjadi kepadatan di pelabuhan.
“Bahwa malam ini adalah malam puncak dari pergerakan masyarakat di Merak tercatat dari jam 08.00 pagi tadi sampai dengan jam 08.00 (malam) itu 12.680-an dan ini mungkin kalau diakumulasi sampai hari ini mungkin sudah 13.000 kendaraan yang sudah reservasi dan terlihat saat ini di Merak mengalir lancar beberapa space parkir juga terjaga masih kosong,” ungkap Heru dalam konferensi pers di Pelabuhan Merak, Rabu (18/3/2026) dini hari.
Baca juga: Tidak Ada One Way di Jalur Mudik Mengarah ke Banten, Kakorlantas: Masih Cukup Terkendali
Heru mejelaskan, hal itu dikarenakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya antisipasi. Salah satunya adalah dengan memfungsikan Pelabuhan Indah Kiat sebagai ruang tunggu (buffer zone) bagi kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak.
“Indah kiat juga tadi sempat kita gunakan tapi sekarang sudah kosong kembali. Dan tentunya ini karena koordinasi yang baik dari ASDP kemudian kepolisian lalu dengan Kementerian Perhubungan,” ucap dia.
Terlebih pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan juga telah menerapkan skema pendistribusian kendaraan ke berbagai pelabuhan seperti Pelabuhan Ciwandan dan BBJ Bojonegara.
“Nah, salah satu yang menjadi titik kelancaran kita itu adalah karena memang sudah ada pembagian jenis kendaraan dan golongan yang dibagi menjadi tiga pelabuhan yaitu yang pertama di Merak itu digunakan untuk pejalan kaki lalu kemudian kendaraan keluarga, kendaraan kecil dan bus.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan sistem Single Ticket sehingga para pemudik tidak akan memilih atau menumpuk di satu pelabuhan. Sebab, harga dan kualitas kapal yang tersedia baik di eksekutif maupun reguler tetap sama.
“Nah, kemudian di sisi lain juga kita menerapkan single ticketing yang ini kemudian masyarakat tidak lagi bisa memilih harus menggunakan kapal apa, mau pakai kapal apa. Jadi mereka yang datang ke Pelabuhan Merak akan didistribusikan ke dermaga-dermaga, ke pelabuhan kita yang ada,” pungkasnya.
Bahkan ia memperkirakan jumlah pemudik terus bertambah hingga 13.000 orang pada dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Meski demikian, ia memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan tidak terjadi kepadatan di pelabuhan.
“Bahwa malam ini adalah malam puncak dari pergerakan masyarakat di Merak tercatat dari jam 08.00 pagi tadi sampai dengan jam 08.00 (malam) itu 12.680-an dan ini mungkin kalau diakumulasi sampai hari ini mungkin sudah 13.000 kendaraan yang sudah reservasi dan terlihat saat ini di Merak mengalir lancar beberapa space parkir juga terjaga masih kosong,” ungkap Heru dalam konferensi pers di Pelabuhan Merak, Rabu (18/3/2026) dini hari.
Baca juga: Tidak Ada One Way di Jalur Mudik Mengarah ke Banten, Kakorlantas: Masih Cukup Terkendali
Heru mejelaskan, hal itu dikarenakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya antisipasi. Salah satunya adalah dengan memfungsikan Pelabuhan Indah Kiat sebagai ruang tunggu (buffer zone) bagi kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak.
“Indah kiat juga tadi sempat kita gunakan tapi sekarang sudah kosong kembali. Dan tentunya ini karena koordinasi yang baik dari ASDP kemudian kepolisian lalu dengan Kementerian Perhubungan,” ucap dia.
Terlebih pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan juga telah menerapkan skema pendistribusian kendaraan ke berbagai pelabuhan seperti Pelabuhan Ciwandan dan BBJ Bojonegara.
“Nah, salah satu yang menjadi titik kelancaran kita itu adalah karena memang sudah ada pembagian jenis kendaraan dan golongan yang dibagi menjadi tiga pelabuhan yaitu yang pertama di Merak itu digunakan untuk pejalan kaki lalu kemudian kendaraan keluarga, kendaraan kecil dan bus.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan sistem Single Ticket sehingga para pemudik tidak akan memilih atau menumpuk di satu pelabuhan. Sebab, harga dan kualitas kapal yang tersedia baik di eksekutif maupun reguler tetap sama.
“Nah, kemudian di sisi lain juga kita menerapkan single ticketing yang ini kemudian masyarakat tidak lagi bisa memilih harus menggunakan kapal apa, mau pakai kapal apa. Jadi mereka yang datang ke Pelabuhan Merak akan didistribusikan ke dermaga-dermaga, ke pelabuhan kita yang ada,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :