Pendaftar Mudik Gratis PB IKA PMII Membeludak
Jum'at, 13 Maret 2026 - 19:52 WIB
loading...
Antre tiket mudik gratis yang digelar PB IKA PMII di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Program ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat dengan jumlah pendaftar yang membeludak sejak pendaftaran dibuka. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) melalui Program Gerakan Kemandirian Nasional (Gerakin) membuka layanan mudik gratis bagi masyarakat. Program ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat dengan jumlah pendaftar yang memebludak sejak pendaftaran dibuka.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB IKA PMII Muhamad Nur Purnamasidi, yang akrab disapa Bang Pur, mengatakan pada Ramadan tahun ini Gerakin memang belum memaksimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Meski demikian, PB IKA PMII tetap menghadirkan program sosial yang langsung menyentuh masyarakat melalui penyelenggaraan mudik gratis.
Baca juga: Pemerintah Prediksi Pergerakan Mudik Lebaran 2026 Turun 1,7%
“Pada Ramadan tahun ini kami memang belum memaksimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Namun kami menyiapkan program mudik gratis untuk rute Jawa dan Sumatra, dan ternyata pendaftarnya membludak,” ujar Purnamasidi di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Selama bulan suci Ramadan, PB IKA PMII juga telah menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta, buka puasa bersama di rumah maupun di kantor PB IKA PMII, hingga kegiatan sahur on the road yang diikuti banyak tokoh, alumni, serta para aktivis.
Koordinator Gerakin untuk wilayah Sumatra, Trio Pambudi, mengungkapkan tingginya minat masyarakat membuat panitia harus menambah armada bus yang disiapkan.
Baca juga: Beri Diskon Transportasi Lebaran 2026, Pemerintah Kucurkan Rp200 Miliar
“Antusiasme para sahabat dan kerabat sangat besar. Awalnya kami hanya menyiapkan sekitar 4 hingga 6 bus, namun karena pendaftar terus bertambah kini total armada yang disiapkan menjadi 8 bus,” kata Trio.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sunan, koordinator khusus rute Madura. Ia mengaku kewalahan menghadapi tingginya jumlah pendaftar yang ingin pulang ke kampung halaman melalui program tersebut.
“Untuk rute Madura, kami bahkan sudah mulai kewalahan. Banyak pendaftar yang belum terakomodasi, sehingga kami meminta PB IKA PMII untuk mengupayakan penambahan bus, terutama untuk rute Madura,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Gerakin, Sandi Suwardi Hasan, menegaskan program mudik gratis ini terbuka untuk masyarakat umum. Namun demikian, sahabat-sahabat PMII serta keluarga besar Nahdliyin tetap menjadi prioritas.
“Program mudik ini terbuka untuk umum, tetapi sahabat PMII dan keluarga Nahdliyin tetap menjadi prioritas,” kata Sandi.
Dia menambahkan, panitia saat ini juga menghadapi tantangan dalam mencari tambahan armada bus. Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan kendaraan menjelang musim mudik Lebaran.
“Panitia mulai kesulitan mencari tambahan armada karena aroma mudik Lebaran sudah terasa. Banyak orang khawatir dengan potensi kemacetan dan habisnya tiket kendaraan umum,” jelasnya.
Ke depan, lanjut Sandi, Gerakin juga akan mulai mengelola program zakat, infak, dan sedekah secara lebih terstruktur. Saat ini proses perizinan dari Kementerian Agama tengah berlangsung dan diharapkan segera terbit setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
“Jika izin dari Kementerian Agama sudah terbit, Gerakin ke depan akan mengelola zakat, infak, dan sedekah secara lebih optimal. Program beasiswa dan berbagai kegiatan sosial lainnya juga akan kami kembangkan,” ujarnya.
Dalam program mudik gratis tahun ini, PB IKA PMII membuka pendaftaran ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, Madura, hingga Sumatra, seperti Lampung, Padang, dan Medan. Sementara untuk rute Jawa, bus mudik gratis akan melayani perjalanan dari Jakarta menuju Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, program ini diharapkan dapat membantu para perantau pulang ke kampung halaman dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa biaya, sekaligus mempererat solidaritas di antara alumni PMII dan masyarakat luas menjelang Idulfitri.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB IKA PMII Muhamad Nur Purnamasidi, yang akrab disapa Bang Pur, mengatakan pada Ramadan tahun ini Gerakin memang belum memaksimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Meski demikian, PB IKA PMII tetap menghadirkan program sosial yang langsung menyentuh masyarakat melalui penyelenggaraan mudik gratis.
Baca juga: Pemerintah Prediksi Pergerakan Mudik Lebaran 2026 Turun 1,7%
“Pada Ramadan tahun ini kami memang belum memaksimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Namun kami menyiapkan program mudik gratis untuk rute Jawa dan Sumatra, dan ternyata pendaftarnya membludak,” ujar Purnamasidi di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Selama bulan suci Ramadan, PB IKA PMII juga telah menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta, buka puasa bersama di rumah maupun di kantor PB IKA PMII, hingga kegiatan sahur on the road yang diikuti banyak tokoh, alumni, serta para aktivis.
Koordinator Gerakin untuk wilayah Sumatra, Trio Pambudi, mengungkapkan tingginya minat masyarakat membuat panitia harus menambah armada bus yang disiapkan.
Baca juga: Beri Diskon Transportasi Lebaran 2026, Pemerintah Kucurkan Rp200 Miliar
“Antusiasme para sahabat dan kerabat sangat besar. Awalnya kami hanya menyiapkan sekitar 4 hingga 6 bus, namun karena pendaftar terus bertambah kini total armada yang disiapkan menjadi 8 bus,” kata Trio.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sunan, koordinator khusus rute Madura. Ia mengaku kewalahan menghadapi tingginya jumlah pendaftar yang ingin pulang ke kampung halaman melalui program tersebut.
“Untuk rute Madura, kami bahkan sudah mulai kewalahan. Banyak pendaftar yang belum terakomodasi, sehingga kami meminta PB IKA PMII untuk mengupayakan penambahan bus, terutama untuk rute Madura,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Gerakin, Sandi Suwardi Hasan, menegaskan program mudik gratis ini terbuka untuk masyarakat umum. Namun demikian, sahabat-sahabat PMII serta keluarga besar Nahdliyin tetap menjadi prioritas.
“Program mudik ini terbuka untuk umum, tetapi sahabat PMII dan keluarga Nahdliyin tetap menjadi prioritas,” kata Sandi.
Dia menambahkan, panitia saat ini juga menghadapi tantangan dalam mencari tambahan armada bus. Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan kendaraan menjelang musim mudik Lebaran.
“Panitia mulai kesulitan mencari tambahan armada karena aroma mudik Lebaran sudah terasa. Banyak orang khawatir dengan potensi kemacetan dan habisnya tiket kendaraan umum,” jelasnya.
Ke depan, lanjut Sandi, Gerakin juga akan mulai mengelola program zakat, infak, dan sedekah secara lebih terstruktur. Saat ini proses perizinan dari Kementerian Agama tengah berlangsung dan diharapkan segera terbit setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
“Jika izin dari Kementerian Agama sudah terbit, Gerakin ke depan akan mengelola zakat, infak, dan sedekah secara lebih optimal. Program beasiswa dan berbagai kegiatan sosial lainnya juga akan kami kembangkan,” ujarnya.
Dalam program mudik gratis tahun ini, PB IKA PMII membuka pendaftaran ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, Madura, hingga Sumatra, seperti Lampung, Padang, dan Medan. Sementara untuk rute Jawa, bus mudik gratis akan melayani perjalanan dari Jakarta menuju Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, program ini diharapkan dapat membantu para perantau pulang ke kampung halaman dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa biaya, sekaligus mempererat solidaritas di antara alumni PMII dan masyarakat luas menjelang Idulfitri.
(shf)
Lihat Juga :