Cegah Maling Motor, RT 11 Gandaria Utara Pasang Gerbang Canggih
Minggu, 01 Maret 2026 - 15:35 WIB
loading...
Masyarakat RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mencegah curanmor dengan membangun gerbang pintar berbasis akses card RFID. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Maraknya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) membuat masyarakat yang tinggal di lingkungan RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan melahirkan terobosan kreatif. Dipimpin Ketua RT Iptu Imam Basori, warga berinisiatif membangun gerbang pintar berbasis akses card RFID yang hanya bisa dibuka oleh pemilik kartu terdaftar.
“Sistem ini menggantikan pengamanan lama yang sebelumnya hanya menggunakan rantai manual, menjadi lebih modern, tertib, dan aman,” ungkap Imam Basori, pada Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Begini Tampang Bengis Maling Motor yang Tembak Warga di Palmerah Jakbar
Inovasi ini diberi nama “e-Gate 11”, simbol penjaga pintar di RT 11. Empat titik akses keluar-masuk lingkungan kini dikendalikan dengan teknologi tersebut, dan tiga di antaranya telah aktif beroperasi. Sejumlah kamera CCTV juga dipasang di sudut-sudut strategis guna memperkuat pengawasan.
Terobosan ini mendapat apresiasi dari Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri. Ia menilai e-Gate 11 sebagai bentuk inovasi nyata dari masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Saya sangat mengapresiasi langkah RT 11 RW 07. Ini contoh konkret bagaimana warga tidak hanya mengeluh soal curanmor, tetapi menghadirkan solusi berbasis teknologi. Kehadiran e-Gate 11 mampu mencegah potensi tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Fahri.
Baca juga: Polda Metro Tangkap Komplotan Curanmor Bersenjata Api yang Meresahkan di Jakbar
Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kepolisian, dan masyarakat dalam menciptakan wilayah yang tertib dan kondusif. Ia berharap sistem serupa bisa menjadi percontohan bagi lingkungan lain di Gandaria Utara.
Dukungan juga datang dari Ketua RW 07, Sudarwo. Ia menegaskan bahwa e-Gate 11 merupakan hasil gotong royong dan kesadaran kolektif warga.
“Ini bukan hanya soal gerbang otomatis, tetapi tentang komitmen bersama menjaga kampung. Dengan akses terkontrol dan CCTV aktif, potensi kejahatan bisa ditekan. Warga sekarang lebih tenang saat memarkir kendaraan maupun beraktivitas,” tutur Sudarwo.
Inovasi ini lahir dari keresahan warga atas kasus curanmor yang sempat meresahkan, sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara masyarakat dan Polri dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
“Gerbang berbasis RFID ini bukan sekadar pengaman, tetapi simbol sinergi dan kepedulian bersama,” pungkas Imam Basori.
Warga pun menyambut positif langkah tersebut. e-Gate 11 kini bukan hanya menjadi sistem keamanan, melainkan identitas baru Kampung Anti Curanmor di Gandaria Utara—modern, kompak, dan siap menjaga lingkungan dari ancaman kejahatan.
“Sistem ini menggantikan pengamanan lama yang sebelumnya hanya menggunakan rantai manual, menjadi lebih modern, tertib, dan aman,” ungkap Imam Basori, pada Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Begini Tampang Bengis Maling Motor yang Tembak Warga di Palmerah Jakbar
Inovasi ini diberi nama “e-Gate 11”, simbol penjaga pintar di RT 11. Empat titik akses keluar-masuk lingkungan kini dikendalikan dengan teknologi tersebut, dan tiga di antaranya telah aktif beroperasi. Sejumlah kamera CCTV juga dipasang di sudut-sudut strategis guna memperkuat pengawasan.
Terobosan ini mendapat apresiasi dari Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri. Ia menilai e-Gate 11 sebagai bentuk inovasi nyata dari masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Saya sangat mengapresiasi langkah RT 11 RW 07. Ini contoh konkret bagaimana warga tidak hanya mengeluh soal curanmor, tetapi menghadirkan solusi berbasis teknologi. Kehadiran e-Gate 11 mampu mencegah potensi tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Fahri.
Baca juga: Polda Metro Tangkap Komplotan Curanmor Bersenjata Api yang Meresahkan di Jakbar
Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kepolisian, dan masyarakat dalam menciptakan wilayah yang tertib dan kondusif. Ia berharap sistem serupa bisa menjadi percontohan bagi lingkungan lain di Gandaria Utara.
Dukungan juga datang dari Ketua RW 07, Sudarwo. Ia menegaskan bahwa e-Gate 11 merupakan hasil gotong royong dan kesadaran kolektif warga.
“Ini bukan hanya soal gerbang otomatis, tetapi tentang komitmen bersama menjaga kampung. Dengan akses terkontrol dan CCTV aktif, potensi kejahatan bisa ditekan. Warga sekarang lebih tenang saat memarkir kendaraan maupun beraktivitas,” tutur Sudarwo.
Inovasi ini lahir dari keresahan warga atas kasus curanmor yang sempat meresahkan, sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara masyarakat dan Polri dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
“Gerbang berbasis RFID ini bukan sekadar pengaman, tetapi simbol sinergi dan kepedulian bersama,” pungkas Imam Basori.
Warga pun menyambut positif langkah tersebut. e-Gate 11 kini bukan hanya menjadi sistem keamanan, melainkan identitas baru Kampung Anti Curanmor di Gandaria Utara—modern, kompak, dan siap menjaga lingkungan dari ancaman kejahatan.
(shf)
Lihat Juga :