Hasil Olah TKP Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Ada 13 Lubang Bekas Peluru
Jum'at, 13 Februari 2026 - 22:38 WIB
loading...
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) atas peristiwa penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Papua Selatan. Foto: Istimewa
A
A
A
PAPUA - Satgas Ops Damai Cartenz 2026 mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) atas peristiwa penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Papua Selatan. Hasil olah TKP menunjukkan ada 13 lubang peluru yang ditemukan di badan pesawat.
Peluru itu diduga berasal dari penyerangan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Hasil olah TKP telah dilengkapi dengan keterangan saksi dan barang bukti.
"Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, kami menyimpulkan terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat," ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (13/2/2026).
![Hasil Olah TKP Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Ada 13 Lubang Bekas Peluru]()
Baca juga: Penembakan Pesawat Smart Air Bikin Warga Takut, 39 Orang Mengungsi ke Senggo
Yusuf menjelaskan peristiwa ini terjadi tak lama saat pesawat mendarat di bandara tersebut. Pesawat saat itu tengah menuju apron setelah menurunkan penumpang dari Tanah Merah. Pada saat bersamaan, penumpang yang hendak melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Yahukimo, bersiap naik.
![Hasil Olah TKP Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Ada 13 Lubang Bekas Peluru]()
Namun, tiba-tiba sekitar 20 orang pelaku menyerang menggunakan senjata api dan senjata tajam. Penumpang yang telah turun maupun yang akan berangkat panik dan berlarian menyelamatkan diri. Dalam situasi tersebut, pilot dan kopilot dikejar hingga akhirnya ditembak di dekat runway.
"Kesaksian kami peroleh dari para penumpang yang selamat. Mereka berada di sekitar bandara saat kejadian dan melihat langsung peristiwa tersebut," imbuh Yusuf.
Atas kejadian ini, Satgas Damai Cartenz langsung menerjunkan 29 personel untuk melakukan pengamanan di Bandara Koroway Batu. Bersamaan bengan ini, pengejaran terhadap kelompok bersenjata pun tengah dilakukan.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran. Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut," tegas Yusuf.
Peluru itu diduga berasal dari penyerangan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Hasil olah TKP telah dilengkapi dengan keterangan saksi dan barang bukti.
"Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, kami menyimpulkan terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat," ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Penembakan Pesawat Smart Air Bikin Warga Takut, 39 Orang Mengungsi ke Senggo
Yusuf menjelaskan peristiwa ini terjadi tak lama saat pesawat mendarat di bandara tersebut. Pesawat saat itu tengah menuju apron setelah menurunkan penumpang dari Tanah Merah. Pada saat bersamaan, penumpang yang hendak melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Yahukimo, bersiap naik.

Namun, tiba-tiba sekitar 20 orang pelaku menyerang menggunakan senjata api dan senjata tajam. Penumpang yang telah turun maupun yang akan berangkat panik dan berlarian menyelamatkan diri. Dalam situasi tersebut, pilot dan kopilot dikejar hingga akhirnya ditembak di dekat runway.
"Kesaksian kami peroleh dari para penumpang yang selamat. Mereka berada di sekitar bandara saat kejadian dan melihat langsung peristiwa tersebut," imbuh Yusuf.
Atas kejadian ini, Satgas Damai Cartenz langsung menerjunkan 29 personel untuk melakukan pengamanan di Bandara Koroway Batu. Bersamaan bengan ini, pengejaran terhadap kelompok bersenjata pun tengah dilakukan.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran. Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut," tegas Yusuf.
(rca)
Lihat Juga :