Komisi IV DPRD Kota Bogor Dorong Pengadaan Mobil Rescue Damkar
Jum'at, 13 Februari 2026 - 17:25 WIB
loading...
Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar raker bersama Dinas Damkar Kota Bogor untuk memastikan realisasi anggaran tahun 2026 berjalan tepat sasaran. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BOGOR - Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar raker bersama Dinas Pemadam Kebakaran ( Damkar ) Kota Bogor untuk memastikan realisasi anggaran tahun 2026 berjalan tepat sasaran. Fokus utama dalam pertemuan tersebut optimalisasi pelayanan publik melalui relokasi pos strategis dan pengadaan armada.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara mengungkapkan salah satu poin dalam perencanaan 2026 adalah pemindahan Pos Pemadam Kebakaran. Dari semula di kawasan Yasmin dipindah ke wilayah Curug. Baca juga: Wakapolri Akui Polisi Lambat Respons Laporan Warga: Masyarakat Lebih Mudah Lapor ke Damkar
Pemindahan ini diambil bukan tanpa alasan. Selain kondisi pos di Yasmin yang terdampak bencana, lokasi baru di Curug dinilai lebih strategis untuk mencakup wilayah pelayanan yang lebih luas.
Layanan tersebut menjangkau wilayah Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Tanah Sareal secara lebih efektif. "Kami di Komisi IV mendukung penuh rencana ini. Lokasi di Curug sangat strategis untuk mempercepat akses penanganan kebakaran maupun kedaruratan lainnya," kata Banu beberapa waktu lalu.
Selain infrastruktur bangunan, Banu juga menyoroti kebutuhan mendesak akan mobil rescue . Saat ini, Damkar Kota Bogor hanya memiliki dua unit mobil penyelamat, di mana satu unit di antaranya sudah dalam kondisi tidak layak pakai.
Mengingat target ideal kebutuhan adalah lima unit, Banu menjelaskan bahwa pengadaan akan dilakukan secara bertahap, pada tahun 2026 penambahan satu unit mobil rescue baru. Tahun 2027 diharapkan ada pengadaan lanjutan untuk mengejar target kebutuhan.
"Mobil rescue ini sangat penting karena laporan masyarakat saat ini tidak melulu soal api. Banyak panggilan darurat medis atau penyelamatan lain yang membutuhkan armada ini," tambahnya.
Di sisi lain, Banu memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja teknis Damkar Kota Bogor. Berdasarkan data tingkat kecepatan penanganan (response time) Damkar Kota Bogor melampaui standar nasional. Baca juga: Raker Komisi IV DPRD Bogor-Dinkukmdagin, Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM
Tercatat, rata-rata waktu tanggap sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi mencapai 9,6 menit. "Capaian ini menempatkan Damkar Kota Bogor sebagai salah satu unit dengan penilaian terbaik, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional," terangnya.
Banu juga dukungan Dinas Damkar di Kota Bogor pentingnya keberadaan pos pemadam di setiap kecamatan. "DPRD siap mendukung pembangunan pos baru, terutama di Bogor Selatan, dengan meninjau aset milik pemkot yang belum diserahkan oleh developer untuk dibangunnya pos Pemadam," ungkapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara mengungkapkan salah satu poin dalam perencanaan 2026 adalah pemindahan Pos Pemadam Kebakaran. Dari semula di kawasan Yasmin dipindah ke wilayah Curug. Baca juga: Wakapolri Akui Polisi Lambat Respons Laporan Warga: Masyarakat Lebih Mudah Lapor ke Damkar
Pemindahan ini diambil bukan tanpa alasan. Selain kondisi pos di Yasmin yang terdampak bencana, lokasi baru di Curug dinilai lebih strategis untuk mencakup wilayah pelayanan yang lebih luas.
Layanan tersebut menjangkau wilayah Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Tanah Sareal secara lebih efektif. "Kami di Komisi IV mendukung penuh rencana ini. Lokasi di Curug sangat strategis untuk mempercepat akses penanganan kebakaran maupun kedaruratan lainnya," kata Banu beberapa waktu lalu.
Selain infrastruktur bangunan, Banu juga menyoroti kebutuhan mendesak akan mobil rescue . Saat ini, Damkar Kota Bogor hanya memiliki dua unit mobil penyelamat, di mana satu unit di antaranya sudah dalam kondisi tidak layak pakai.
Mengingat target ideal kebutuhan adalah lima unit, Banu menjelaskan bahwa pengadaan akan dilakukan secara bertahap, pada tahun 2026 penambahan satu unit mobil rescue baru. Tahun 2027 diharapkan ada pengadaan lanjutan untuk mengejar target kebutuhan.
"Mobil rescue ini sangat penting karena laporan masyarakat saat ini tidak melulu soal api. Banyak panggilan darurat medis atau penyelamatan lain yang membutuhkan armada ini," tambahnya.
Di sisi lain, Banu memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja teknis Damkar Kota Bogor. Berdasarkan data tingkat kecepatan penanganan (response time) Damkar Kota Bogor melampaui standar nasional. Baca juga: Raker Komisi IV DPRD Bogor-Dinkukmdagin, Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM
Tercatat, rata-rata waktu tanggap sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi mencapai 9,6 menit. "Capaian ini menempatkan Damkar Kota Bogor sebagai salah satu unit dengan penilaian terbaik, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional," terangnya.
Banu juga dukungan Dinas Damkar di Kota Bogor pentingnya keberadaan pos pemadam di setiap kecamatan. "DPRD siap mendukung pembangunan pos baru, terutama di Bogor Selatan, dengan meninjau aset milik pemkot yang belum diserahkan oleh developer untuk dibangunnya pos Pemadam," ungkapnya.
(poe)
Lihat Juga :