Tumbuh 5,37 Persen, Akademisi Sebut Ekonomi Banten 2025 Tertinggi Pascapandemi

Kamis, 05 Februari 2026 - 22:47 WIB
loading...
Tumbuh 5,37 Persen,...
Akademisi Untirta Hady Sutjipto merespons Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang mencatat ekonomi Banten triwulan IV tahun 2025 naik 2,22 persen. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A A A
SERANG - Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Hady Sutjipto merespons Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang mencatat ekonomi Banten triwulan IV tahun 2025 naik 2,22 persen. Sehingga tumbuh menjadi 5,64 persen. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sedangkan ekonomi Banten pada tahun 2025 tumbuh 5,37 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 4,79 persen. Menurut Hady Sutjipto, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 yang mencapai 5,37 persen merupakan capaian positif dan menjadi yang tertinggi pada periode pasca pandemi.

Baca juga: Gubernur Banten Andra Soni: Sekolah Gratis Pintu Masuk Menuju Masyarakat Sejahtera

"Ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama pasca pandemi," ujar Hady, Kamis (5/2/2026).



Dia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Banten secara tahunan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,79 persen. Dia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kinerja ekonomi yang konsisten tumbuh positif di setiap triwulan sepanjang tahun 2025.

Meski pada Triwulan III 2025 mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, namun kembali meningkat pada Triwulan IV 2025 yang mencapai 5,64 persen. “Jika kita perhatikan pertumbuhan triwulanan dari Triwulan I hingga Triwulan IV, seluruhnya menunjukkan tren positif. Bahkan pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,64 persen, menjadi yang tertinggi dan berkontribusi besar terhadap capaian tahunan,” ujarnya.

Baca juga: Ungkap Cacahan Duit di TPS Bekasi Hasil Pemusnahan BI, Polisi: Mau Dibuang ke Bantargebang

Dia berpendapat, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor siklus tahunan, seperti peningkatan realisasi belanja APBN dan APBD, optimalisasi kapasitas produksi dunia usaha, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru yang mendorong sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi lainnya.

Sedangkan dari sisi investasi, ada peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan IV turut memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian. Bahkan, secara pertumbuhan tahunan atau year-on-year, investasi di Banten tumbuh hingga 108,95 persen atau Rp130,2 triliun.

“Selain investasi, sektor konstruksi juga menjadi salah satu pendorong utama, terutama melalui pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol, stasiun, kawasan industri, dan lainnya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi di Banten sebetulnya masih didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Tapi, ada beberapa faktor yang bisa mendorong pertumbuhan, misalnya dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Beberapa program, menurutnya, perlu diapresiasi, salah satunya pembangunan infrastruktur. Ia mengapresiasi program seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang membuka akses infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya di wilayah Lebak dan Pandeglang sebagai lumbung pertanian.

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan olehnya dinilai akan memperlancar distribusi hasil panen, meningkatkan nilai tambah, serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan pengurangan kemiskinan. "Mudah-mudahan ini dapat memperlancar distribusi hasil-hasil panen, yang tentu diharapkan bisa memberikan nilai tambah ataupun meningkatkan pendapatan para petani," jelasnya.

Ia juga menilai program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, SKh swasta memberikan dampak positif terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah, angka partisipasi pendidikan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Banten. "Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial dan sebagainya, ini juga diharapkan bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah, kemudian juga angka partisipasi sekolah, termasuk meningkatkan IPM," imbuhnya.

Dari sisi investasi ke depan, Hady berharap Pemprov Banten dapat lebih mendorong masuknya investasi yang bersifat padat karya, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja secara lebih signifikan. “Penguatan infrastruktur dan pemerataan investasi, terutama di sektor padat karya, diharapkan dapat menjadi stimulus berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi Banten sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Debat Perdana, Reynaldo...
Debat Perdana, Reynaldo Ajak Kader HIPMI Bantu Pemerintah Wujudkan Ekonomi 8%
Zulhas Hadiri Pelantikan...
Zulhas Hadiri Pelantikan DPW PAN Provinsi Banten di Tangerang
Lewat Jalur Independen,...
Lewat Jalur Independen, Luki Murdianto Perkenalkan Karya Musik Asal Banten ke Kancah Nasional
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Rekomendasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved