BNPB: 3 Daerah di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Selasa, 03 Februari 2026 - 23:04 WIB
loading...
BNPB menyatakan saat ini masih terdapat tiga daerah di Aceh yang berstatus tanggap darurat bencana, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya. Foto/Ilustrasi/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan saat ini masih terdapat tiga daerah di Aceh yang berstatus tanggap darurat bencana. Ketiga daerah tersebut yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya.
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Secara umum wilayah terdampak banjir Sumatera sudah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan.
Baca juga: 29 Desa Hilang Akibat Banjir Sumatera, Terbanyak di Aceh
"Jadi tidak ada lagi di tiga provinsi semuanya tiga-tiganya sudah mencabut status tanggap darurat. Jadi semuanya masuk transisi darurat menuju pemulihan, meskipun di Aceh masih ada tiga kabupaten kota yang masih tanggap darurat yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya," kata Suharyanto dalam paparannya.
Dia menyatakan bahwa bencana Sumatera telah menimbulkan dampak cukup besar. BNPB mencatat total korban meninggal dunia mencapai 1.204 jiwa.
"Jadi yang meninggal dunia tiga provinsi 1.204, hilang 140, mengungsi 105.000 lebih. Ini yang hilang sudah tidak ada lagi operasi pencarian pertolongan, sudah dihentikan oleh Basarnas, oleh tim gabungan karena sekarang sudah masuk masa transisi menuju pemulihan," ujarnya.
Baca juga: 238.783 Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumatera, Kebutuhan Anggaran Capai Rp60 Triliun
Hingga saat ini, kata dia, BNBP masih menempatkan personel di sejumlah wilayah terdampak. Khususnya di Aceh yang masih memerlukan penanganan intensif.
"Kami mengerahkan 22 pesawat baik yang helikopter maupun fixed wing. Kemudian alat berat yang sekarang masih beroperasi di sana ada 2.704 unit. Kemudian juga alat-alat yang lain termasuk kapal laut ya," jelasnya.
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Secara umum wilayah terdampak banjir Sumatera sudah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan.
Baca juga: 29 Desa Hilang Akibat Banjir Sumatera, Terbanyak di Aceh
"Jadi tidak ada lagi di tiga provinsi semuanya tiga-tiganya sudah mencabut status tanggap darurat. Jadi semuanya masuk transisi darurat menuju pemulihan, meskipun di Aceh masih ada tiga kabupaten kota yang masih tanggap darurat yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya," kata Suharyanto dalam paparannya.
Dia menyatakan bahwa bencana Sumatera telah menimbulkan dampak cukup besar. BNPB mencatat total korban meninggal dunia mencapai 1.204 jiwa.
"Jadi yang meninggal dunia tiga provinsi 1.204, hilang 140, mengungsi 105.000 lebih. Ini yang hilang sudah tidak ada lagi operasi pencarian pertolongan, sudah dihentikan oleh Basarnas, oleh tim gabungan karena sekarang sudah masuk masa transisi menuju pemulihan," ujarnya.
Baca juga: 238.783 Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumatera, Kebutuhan Anggaran Capai Rp60 Triliun
Hingga saat ini, kata dia, BNBP masih menempatkan personel di sejumlah wilayah terdampak. Khususnya di Aceh yang masih memerlukan penanganan intensif.
"Kami mengerahkan 22 pesawat baik yang helikopter maupun fixed wing. Kemudian alat berat yang sekarang masih beroperasi di sana ada 2.704 unit. Kemudian juga alat-alat yang lain termasuk kapal laut ya," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :