BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter pada 3 hingga 6 Februari 2026
Selasa, 03 Februari 2026 - 10:07 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 3-6 Februari 2026. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 3-6 Februari 2026.
BMKG mencatat bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4-30 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafuru," tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang hingga 3 Februari 2026
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka Bagian Utara, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
Samudra Hindia selatan NTB, Laut Bali, Laut Flores, Selat Malaka bagian selatan, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Banda, Laut Arafuru bagian Tengah, Laut Arafuru bagian Utara, Samudra Pasific utara Papua, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Karimata bagian Utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa Bagian timur, Samudra Hindia selatan Jawa Barat.
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Sumbawa, Teluk Bone, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Samudra pasifik utara Papua Barat.
Gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kemudian, Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," imbau BMKG.
BMKG mencatat bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4-30 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafuru," tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang hingga 3 Februari 2026
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka Bagian Utara, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
Samudra Hindia selatan NTB, Laut Bali, Laut Flores, Selat Malaka bagian selatan, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Banda, Laut Arafuru bagian Tengah, Laut Arafuru bagian Utara, Samudra Pasific utara Papua, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Karimata bagian Utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa Bagian timur, Samudra Hindia selatan Jawa Barat.
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Sumbawa, Teluk Bone, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Samudra pasifik utara Papua Barat.
Gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kemudian, Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," imbau BMKG.
(zik)
Lihat Juga :