Program PNM Mekaar Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Jum'at, 30 Januari 2026 - 17:03 WIB
loading...
Jeni Adilasari, warga Bojonegoro, Jawa Timur, salah satu peserta Program Account Officer (AO) PNM Mekaar. Foto/istimewa
A
A
A
BOJONEGORO - Program Account Officer (AO) PNM Mekaar dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu dirasakan oleh Jeni Adilasari, warga Bojonegoro, Jawa Timur.
Di sebuah rumah sederhana di Bojonegoro, sejak duduk di bangku SMP, Jeni selalu membantu ibunya membungkus nasi untuk dijual. Selain dititipkan ke warung, Jeni juga membawa sendiri ke sekolah untuk ditawarkan ke teman-temannya.
Sepulang sekolah, Jeni kerap tak menemukan ibunya di rumah. Hingga suatu sore, rasa penasaran membawanya bertanya pada tetangga. Jawabannya sederhana, namun membekas kuat di ingatannya, ibunya sedang sekolah di Mekaar.
Baca juga: 1.000 Pelaku UMKM Dapat Perlindungan Asuransi dari Jasindo
Di lingkungan tempat tinggalnya, sekolah bukan berarti ruang kelas dengan papan tulis. Itulah istilah warga untuk menyebut Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) para nasabah PNM Mekaar, ruang belajar bersama ibu-ibu untuk mengelola usaha, keuangan, dan harapan.
Dari situlah Jeni mulai memahami bahwa ibunya bukan sekadar berjualan, tetapi sedang berjuang membangun masa depan keluarga.
“Sejak itu saya punya tekad. Kalau ibu-ibu seperti ibu saya saja mau belajar dan berani bermimpi, saya ingin suatu hari bisa berdiri di samping mereka,” kenang Jeni, Jumat (30/1/2025).
Setelah lulus SMA, Jeni tak ragu melangkah mendaftar sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar. Baginya, Mekaar bukan sekadar tempat bekerja. Program itulah yang membantu ibunya mendapatkan modal, belajar mengelola usaha, dan perlahan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga mereka.
Lima tahun bergabung, Jeni bukan hanya menyaksikan perubahan pada nasabah-nasabah yang didampingi, tetapi juga pada dirinya sendiri. Jeni menyimpan daftar impian, hal-hal yang dulu terasa mustahil dan satu per satu mulai tercentang.
Dari membantu ekonomi keluarga, menjadi tumpuan bagi adik-adiknya, hingga mimpi menginjakkan kaki di Tanah Suci. Impian itu akhirnya terwujud pada Januari 2026.
Melalui program Employee Reward PNM, sebagai bentuk apresiasi kinerja terbaik, Jeni mendapatkan kesempatan umrah gratis, sebuah hadiah yang tak pernah ia bayangkan saat masih membungkus nasi dini hari.
“Dari dulu saya selalu percaya, kalau kita menanam niat baik hal-hal baik semesta akan menemukan jalannya sendiri. Tugas kita cuma satu, konsisten berbuat baik walau perlahan,” tambahnya.
Kini, setiap kali mendampingi para ibu dalam pertemuan mingguan, Jeni seperti melihat ulang potongan hidupnya sendiri. Di antara tawa, catatan kecil, dan cerita perjuangan, ia tahu satu hal, apa yang dulu ia lihat dari ibunya di bangku “sekolah” Mekaar, kini ia lanjutkan dengan membantu lebih banyak keluarga bertahan, tumbuh, dan berani bermimpi.
Di sebuah rumah sederhana di Bojonegoro, sejak duduk di bangku SMP, Jeni selalu membantu ibunya membungkus nasi untuk dijual. Selain dititipkan ke warung, Jeni juga membawa sendiri ke sekolah untuk ditawarkan ke teman-temannya.
Sepulang sekolah, Jeni kerap tak menemukan ibunya di rumah. Hingga suatu sore, rasa penasaran membawanya bertanya pada tetangga. Jawabannya sederhana, namun membekas kuat di ingatannya, ibunya sedang sekolah di Mekaar.
Baca juga: 1.000 Pelaku UMKM Dapat Perlindungan Asuransi dari Jasindo
Di lingkungan tempat tinggalnya, sekolah bukan berarti ruang kelas dengan papan tulis. Itulah istilah warga untuk menyebut Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) para nasabah PNM Mekaar, ruang belajar bersama ibu-ibu untuk mengelola usaha, keuangan, dan harapan.
Dari situlah Jeni mulai memahami bahwa ibunya bukan sekadar berjualan, tetapi sedang berjuang membangun masa depan keluarga.
“Sejak itu saya punya tekad. Kalau ibu-ibu seperti ibu saya saja mau belajar dan berani bermimpi, saya ingin suatu hari bisa berdiri di samping mereka,” kenang Jeni, Jumat (30/1/2025).
Setelah lulus SMA, Jeni tak ragu melangkah mendaftar sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar. Baginya, Mekaar bukan sekadar tempat bekerja. Program itulah yang membantu ibunya mendapatkan modal, belajar mengelola usaha, dan perlahan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga mereka.
Lima tahun bergabung, Jeni bukan hanya menyaksikan perubahan pada nasabah-nasabah yang didampingi, tetapi juga pada dirinya sendiri. Jeni menyimpan daftar impian, hal-hal yang dulu terasa mustahil dan satu per satu mulai tercentang.
Dari membantu ekonomi keluarga, menjadi tumpuan bagi adik-adiknya, hingga mimpi menginjakkan kaki di Tanah Suci. Impian itu akhirnya terwujud pada Januari 2026.
Melalui program Employee Reward PNM, sebagai bentuk apresiasi kinerja terbaik, Jeni mendapatkan kesempatan umrah gratis, sebuah hadiah yang tak pernah ia bayangkan saat masih membungkus nasi dini hari.
“Dari dulu saya selalu percaya, kalau kita menanam niat baik hal-hal baik semesta akan menemukan jalannya sendiri. Tugas kita cuma satu, konsisten berbuat baik walau perlahan,” tambahnya.
Kini, setiap kali mendampingi para ibu dalam pertemuan mingguan, Jeni seperti melihat ulang potongan hidupnya sendiri. Di antara tawa, catatan kecil, dan cerita perjuangan, ia tahu satu hal, apa yang dulu ia lihat dari ibunya di bangku “sekolah” Mekaar, kini ia lanjutkan dengan membantu lebih banyak keluarga bertahan, tumbuh, dan berani bermimpi.
(cip)
Lihat Juga :