Kunjungi KEK Tanjung Sauh Riau, DPN Identifikasi Masalah yang Dihadapi Pemda
Rabu, 28 Januari 2026 - 17:07 WIB
loading...
Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau. Foto/istimewa
A
A
A
RIAU - Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau . Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% khususnya di Kepulauan Riau, dapat tercapai secara optimal.
Seperti diketahui, lembaga negara yang ini dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian Sjafrie Sjamsoeddin. Rombongan DPN yang diketuai Deputi Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto didampingi Deputi Geoekonomi Yayat Ruhyat beserta Tenaga Ahli Utama, Tenaga Ahli Madya dan Tenaga Ahli Muda.
Tenaga Ahli Madya DPN, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ashari Alamsyah mengatakan, dalam kunjungan kerja itu, DPN melakukan berbagai pertemuan. Di antaranya pertemuan dengan BP Batam.
Baca juga: Bea Cukai dan Kodaeral IV Batam Gagalkan Penyelundupan 25,9 Ton Pasir Timah
Sebelumnya, DPN juga melakukan tinjauan ke beberapa spot di antaranya, PT Taman Resor Internet, Nongsa Park & Kantor Landing Point Indosat Batam. Keduanya terkait Kabel FO.
Kemudian PLTGU Tanjung Ucang, PLN Unit Distribusi III Tanjung Pinang, Kawasan Industri Bintan Inti, Tanjung Uban, KEK Galang Batang Bintan, dan KEK Tanjung Sauh, Batam.
"Semua spot tersebut sangat berdampak pada peningkatan perekonomian negara," katanya, Rabu (28/1/2025).
Ashari menyebut yang dibahas dalam pertemuan BP Batam adalah pengenalan tugas dan wewenang DPN sebagai lembaga non struktural yang diketuai langsung oleh Presiden Prabowo. Di mana DPN memiliki tugas menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa.
Lihat video: Presiden Prabowo Pimpin Sidang Dewan Pertahanan Nasional
"Kunker diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi khususnya oleh pemda-pemda dalam upaya peningkatan pendapatan negara dari sektor perekonomian," sambungnya.
BP Batam optimistis akan mencapai pertumbuhan perekonomian yang cukup baik. BP Batam juga menegaskan akan mendukung segala upaya untuk membantu para pelaku usaha yang membantu peningkatan pendapatan negara.
Selain itu, kata Ashari pembangunan KEK Tanjung Sauh sangat tergantung dari komitmen Pemerintah Kota Batam sebagai Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BPKPBP).
Hal ini untuk mendukung segala upaya peningkatan nilai pertumbuhan ekonomi nasional 8% secara umum dan khusus di Batam.
"Fungsi kita mengumpulkan data untuk diidentifikasi apa permasalahannya. Jadi kita serahkan kepada BP Batam. Jika ada masalah, maka kita komunikasi dan orkestrasi untuk cari jalan keluarnya bersama di tingkat pusat," katanya.
Sementara itu, pengusaha Batam, Johannes Kennedy mengatakan, kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh, sebagai bagian dari proyek ekonomi, merupakan aset strategis negara yang dikawal langsung dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi.
"Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan investasi di jalur Selat Malaka,” ujarnya.
Dia menambahkan, keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh tidak hanya terletak pada lokasi, tetapi juga pada kesiapan kawasan dan kepastian regulasi.
“Kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh merupakan aset strategis negara yang dikawal langsung dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan investasi di jalur Selat Malaka,” ujarnya.
Dia menambahkan, keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh tidak hanya terletak pada lokasi, tetapi juga pada kesiapan kawasan dan kepastian regulasi.
“Kami mengembangkan KEK Tanjung Sauh dengan orientasi jangka panjang, mengintegrasikan pelabuhan internasional, industri energi, dan manufaktur modern. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, kawasan ini akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri,” tambahnya.
Seperti diketahui, lembaga negara yang ini dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian Sjafrie Sjamsoeddin. Rombongan DPN yang diketuai Deputi Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto didampingi Deputi Geoekonomi Yayat Ruhyat beserta Tenaga Ahli Utama, Tenaga Ahli Madya dan Tenaga Ahli Muda.
Tenaga Ahli Madya DPN, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ashari Alamsyah mengatakan, dalam kunjungan kerja itu, DPN melakukan berbagai pertemuan. Di antaranya pertemuan dengan BP Batam.
Baca juga: Bea Cukai dan Kodaeral IV Batam Gagalkan Penyelundupan 25,9 Ton Pasir Timah
Sebelumnya, DPN juga melakukan tinjauan ke beberapa spot di antaranya, PT Taman Resor Internet, Nongsa Park & Kantor Landing Point Indosat Batam. Keduanya terkait Kabel FO.
Kemudian PLTGU Tanjung Ucang, PLN Unit Distribusi III Tanjung Pinang, Kawasan Industri Bintan Inti, Tanjung Uban, KEK Galang Batang Bintan, dan KEK Tanjung Sauh, Batam.
"Semua spot tersebut sangat berdampak pada peningkatan perekonomian negara," katanya, Rabu (28/1/2025).
Ashari menyebut yang dibahas dalam pertemuan BP Batam adalah pengenalan tugas dan wewenang DPN sebagai lembaga non struktural yang diketuai langsung oleh Presiden Prabowo. Di mana DPN memiliki tugas menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa.
Lihat video: Presiden Prabowo Pimpin Sidang Dewan Pertahanan Nasional
"Kunker diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi khususnya oleh pemda-pemda dalam upaya peningkatan pendapatan negara dari sektor perekonomian," sambungnya.
BP Batam optimistis akan mencapai pertumbuhan perekonomian yang cukup baik. BP Batam juga menegaskan akan mendukung segala upaya untuk membantu para pelaku usaha yang membantu peningkatan pendapatan negara.
Selain itu, kata Ashari pembangunan KEK Tanjung Sauh sangat tergantung dari komitmen Pemerintah Kota Batam sebagai Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BPKPBP).
Hal ini untuk mendukung segala upaya peningkatan nilai pertumbuhan ekonomi nasional 8% secara umum dan khusus di Batam.
"Fungsi kita mengumpulkan data untuk diidentifikasi apa permasalahannya. Jadi kita serahkan kepada BP Batam. Jika ada masalah, maka kita komunikasi dan orkestrasi untuk cari jalan keluarnya bersama di tingkat pusat," katanya.
Sementara itu, pengusaha Batam, Johannes Kennedy mengatakan, kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh, sebagai bagian dari proyek ekonomi, merupakan aset strategis negara yang dikawal langsung dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi.
"Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan investasi di jalur Selat Malaka,” ujarnya.
Dia menambahkan, keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh tidak hanya terletak pada lokasi, tetapi juga pada kesiapan kawasan dan kepastian regulasi.
“Kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh merupakan aset strategis negara yang dikawal langsung dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan investasi di jalur Selat Malaka,” ujarnya.
Dia menambahkan, keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh tidak hanya terletak pada lokasi, tetapi juga pada kesiapan kawasan dan kepastian regulasi.
“Kami mengembangkan KEK Tanjung Sauh dengan orientasi jangka panjang, mengintegrasikan pelabuhan internasional, industri energi, dan manufaktur modern. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, kawasan ini akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri,” tambahnya.
(cip)
Lihat Juga :