Pelatihan Olahan Edamame di Bogor, Sandiaga Uno: Hadirkan Lapangan Kerja
Selasa, 27 Januari 2026 - 19:57 WIB
loading...
Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame di GOR Dramaga, Bogor Barat, Kota Bogor. Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame . Kegiatan ini bertujuan membuka peluang kerja dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Pelatihan yang berlangsung di GOR Dramaga, Bogor Barat, Kota Bogor, beberapa waktu lalu diikuti 50 ibu rumah tangga dari wilayah sekitar.
Founder YIS Sandiaga Uno mengatakan sejak berdiri pada 2011, YIS berfokus pada pemberdayaan anak muda, penyandang disabilitas, dan perempuan. Pemberdayaan perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.
Baca juga: Tembus Pasar Jepang, Ekspor Edamame Kian Menjanjikan
"Ketika ibu-ibu berdaya dan mandiri secara ekonomi, mereka menjadi kekuatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga," ujar Sandiaga, Selasa (27/1/2026).
Program ini tidak berhenti pada pelatihan baking semata. Ke depan, peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan, termasuk seleksi peserta terbaik yang berkesempatan memperoleh bantuan modal usaha.
Ketua Umum GAN Evie Sofia menuturkan Workshop Komoditas Unggulan Edamame merupakan pelatihan batch kedua yang diselenggarakan pihaknya di Dramaga, Bogor Barat. Selama ini, GAN telah melakukan pendampingan UMKM hampir 22 provinsi di Indonesia.
"Kali ini kami memperluas pelatihan ke Desa Dramaga. Bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara, kami ingin mendukung ibu-ibu agar terus meningkatkan soft skill dan hard skill," ujarnya.
Dia berharap pelatihan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu di Desa Dramaga. Selain keterampilan pengolahan pangan, peserta juga akan dibekali pemanfaatan teknologi untuk promosi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) sederhana dalam membuat desain promosi produk
Sekretaris Desa Dramaga Budi Hartadi menilai edamame sebagai komoditas pertanian lokal yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Pelatihan ini menjadi kebanggaan bagi Desa Dramaga karena mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal oleh masyarakat.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan ibu-ibu, termasuk anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bahwa bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dapat diolah menjadi produk sehat dan bernilai ekonomi.
"Mudah-mudahan pelatihan ini memberi manfaat bagi UMKM dalam menambah keterampilan dan produk baru, sehingga bisa menjadi usaha rumahan dan meningkatkan produktivitas ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari," kata Budi.
Pada sesi Kick-Off Program, peserta diajarkan hardskill membuat Bolen Edamame dan Cake Kukus Edamame. Kedua menu ini dipilih karena memiliki bahan yang murah, mudah ditemukan, dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan penjual.
Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan Generative AI untuk membuat konten dan ditantang untuk langsung Open Pre-Order hari itu juga.
Dari tantangan tersebut, ibu-ibu peserta mendapatkan pesanan total 706 untuk Bolen & Cake Kukus Edamame, dengan harga jual Rp3.500-Rp4.000 untuk kedua produk. Mereka mendapatkan pendapatan sekitar Rp2.361.000 dari pesanan di hari tersebut.
Setelah sesi offline, dilanjutkan dengan 3 minggu pendampingan intensif. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan para trainer serta memberikan dukungan langsung dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama program.
Peserta akan dibimbing dalam berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi digital marketing, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
Melalui sesi ini, peserta dapat mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendapatkan masukan dan saran konstruktif yang dapat langsung diimplementasikan dalam tantangan bisnis yang mereka jalani.
Pelatihan yang berlangsung di GOR Dramaga, Bogor Barat, Kota Bogor, beberapa waktu lalu diikuti 50 ibu rumah tangga dari wilayah sekitar.
Founder YIS Sandiaga Uno mengatakan sejak berdiri pada 2011, YIS berfokus pada pemberdayaan anak muda, penyandang disabilitas, dan perempuan. Pemberdayaan perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.
Baca juga: Tembus Pasar Jepang, Ekspor Edamame Kian Menjanjikan
"Ketika ibu-ibu berdaya dan mandiri secara ekonomi, mereka menjadi kekuatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga," ujar Sandiaga, Selasa (27/1/2026).
Program ini tidak berhenti pada pelatihan baking semata. Ke depan, peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan, termasuk seleksi peserta terbaik yang berkesempatan memperoleh bantuan modal usaha.
Ketua Umum GAN Evie Sofia menuturkan Workshop Komoditas Unggulan Edamame merupakan pelatihan batch kedua yang diselenggarakan pihaknya di Dramaga, Bogor Barat. Selama ini, GAN telah melakukan pendampingan UMKM hampir 22 provinsi di Indonesia.
"Kali ini kami memperluas pelatihan ke Desa Dramaga. Bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara, kami ingin mendukung ibu-ibu agar terus meningkatkan soft skill dan hard skill," ujarnya.
Dia berharap pelatihan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu di Desa Dramaga. Selain keterampilan pengolahan pangan, peserta juga akan dibekali pemanfaatan teknologi untuk promosi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) sederhana dalam membuat desain promosi produk
Sekretaris Desa Dramaga Budi Hartadi menilai edamame sebagai komoditas pertanian lokal yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Pelatihan ini menjadi kebanggaan bagi Desa Dramaga karena mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal oleh masyarakat.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan ibu-ibu, termasuk anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bahwa bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dapat diolah menjadi produk sehat dan bernilai ekonomi.
"Mudah-mudahan pelatihan ini memberi manfaat bagi UMKM dalam menambah keterampilan dan produk baru, sehingga bisa menjadi usaha rumahan dan meningkatkan produktivitas ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari," kata Budi.
Pada sesi Kick-Off Program, peserta diajarkan hardskill membuat Bolen Edamame dan Cake Kukus Edamame. Kedua menu ini dipilih karena memiliki bahan yang murah, mudah ditemukan, dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan penjual.
Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan Generative AI untuk membuat konten dan ditantang untuk langsung Open Pre-Order hari itu juga.
Dari tantangan tersebut, ibu-ibu peserta mendapatkan pesanan total 706 untuk Bolen & Cake Kukus Edamame, dengan harga jual Rp3.500-Rp4.000 untuk kedua produk. Mereka mendapatkan pendapatan sekitar Rp2.361.000 dari pesanan di hari tersebut.
Setelah sesi offline, dilanjutkan dengan 3 minggu pendampingan intensif. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan para trainer serta memberikan dukungan langsung dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama program.
Peserta akan dibimbing dalam berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi digital marketing, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
Melalui sesi ini, peserta dapat mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendapatkan masukan dan saran konstruktif yang dapat langsung diimplementasikan dalam tantangan bisnis yang mereka jalani.
(jon)
Lihat Juga :