Ratusan Santri dan Kader Ansor Semarang Gelar Doa Bersama dan Istigasah
Selasa, 27 Januari 2026 - 18:03 WIB
loading...
Santri, kader dan pengurus GP Ansor serta Banser menggelar doa bersama istigasah di Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Kabupaten Semarang, Senin malam (26/1/2026). Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Ratusan santri, kader dan pengurus Gerakan Pemuda Ansor serta Banser menggelar doa bersama istigasah di Pondok Pesantren Edi Mancoro di Gedangan, Kabupaten Semarang, pada Senin malam (26/1/2026). Doa bersama dan istigasah dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, Muhamad Hanif (Gus Hanif).
Seluruh jamaah melantunan dzikir, sholawat, dan doa-doa mustajab menggema mengiringi permohonan sebagai bentuk ikhtiar batiniah, memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dan ketabahan bagi mantan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dalam menghadapi ujian yang sedang berlangsung.
Baca juga: Profil Ustaz Muchtar Andhika, Imam Besar Masjid Al-Falah Kota Sabang yang Baru Berusia 17 Tahun
Dalam sambutannya, Gus Hanif menegaskan bahwa acara ini adalah refleksi nyata kepedulian dan kecintaan warga nahdliyin, khususnya dari kalangan pesantren dan pemuda Ansor. “Ini adalah manifestasi ushuliyyah (keterikatan) kita. Gus Yaqut adalah bagian dari kita, pejuang dari kalangan kita. Mendoakan dan mendukung beliau adalah kewajiban sekaligus bentuk tanggung jawab kita,” tuturnya.
Majelis doa yang khusyuk tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi mauidhah hasanah dan ceramah penguatan bagi kader NU dan santri. Sesinya dipimpin oleh kyai muda kharismatik Pengasuh Ponpes Al Huda Boyolali, KH Muhammad Aunullah A'la Habib (Gus Aun). Dalam ceramahnya, Gus Aun memberikan wejangan spiritual sekaligus motivasi untuk memperkuat komitmen perjuangan di jalan organisasi.
Kehadiran massif kader Ansor Banser dalam acara ini, sebagaimana ditegaskan oleh perwakilan mereka, menunjukkan komitmen organisasi untuk terus solid mendampingi perjuangan para tokoh nahdliyin.
Baca juga: Halaqah Pesantren 2025, Ulama Kalimantan Dorong Standardisasi Pengajar Kitab Kuning
“Doa adalah senjata utama kita. Malam ini, kita menyatukan energi positif dari seluruh santri dan kader untuk didedikasikan kepada Gus Yaqut. Semoga Allah SWT melindungi dan memberikan yang terbaik,” ujar salah satu kader.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dihadiahkan khusus untuk Gus Yaqut, keluarganya, serta seluruh jamaah. Para peserta meninggalkan tempat dengan ketenangan dan keyakinan penuh akan kekuatan doa yang telah dipanjatkan bersama.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan spiritual, tetapi juga semakin memperkuat simpul ukhuwah dan soliditas antara dunia pesantren dengan gerakan kader GP Ansor Banser di wilayah Kabupaten Semarang.
Seluruh jamaah melantunan dzikir, sholawat, dan doa-doa mustajab menggema mengiringi permohonan sebagai bentuk ikhtiar batiniah, memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dan ketabahan bagi mantan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dalam menghadapi ujian yang sedang berlangsung.
Baca juga: Profil Ustaz Muchtar Andhika, Imam Besar Masjid Al-Falah Kota Sabang yang Baru Berusia 17 Tahun
Dalam sambutannya, Gus Hanif menegaskan bahwa acara ini adalah refleksi nyata kepedulian dan kecintaan warga nahdliyin, khususnya dari kalangan pesantren dan pemuda Ansor. “Ini adalah manifestasi ushuliyyah (keterikatan) kita. Gus Yaqut adalah bagian dari kita, pejuang dari kalangan kita. Mendoakan dan mendukung beliau adalah kewajiban sekaligus bentuk tanggung jawab kita,” tuturnya.
Majelis doa yang khusyuk tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi mauidhah hasanah dan ceramah penguatan bagi kader NU dan santri. Sesinya dipimpin oleh kyai muda kharismatik Pengasuh Ponpes Al Huda Boyolali, KH Muhammad Aunullah A'la Habib (Gus Aun). Dalam ceramahnya, Gus Aun memberikan wejangan spiritual sekaligus motivasi untuk memperkuat komitmen perjuangan di jalan organisasi.
Kehadiran massif kader Ansor Banser dalam acara ini, sebagaimana ditegaskan oleh perwakilan mereka, menunjukkan komitmen organisasi untuk terus solid mendampingi perjuangan para tokoh nahdliyin.
Baca juga: Halaqah Pesantren 2025, Ulama Kalimantan Dorong Standardisasi Pengajar Kitab Kuning
“Doa adalah senjata utama kita. Malam ini, kita menyatukan energi positif dari seluruh santri dan kader untuk didedikasikan kepada Gus Yaqut. Semoga Allah SWT melindungi dan memberikan yang terbaik,” ujar salah satu kader.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dihadiahkan khusus untuk Gus Yaqut, keluarganya, serta seluruh jamaah. Para peserta meninggalkan tempat dengan ketenangan dan keyakinan penuh akan kekuatan doa yang telah dipanjatkan bersama.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan spiritual, tetapi juga semakin memperkuat simpul ukhuwah dan soliditas antara dunia pesantren dengan gerakan kader GP Ansor Banser di wilayah Kabupaten Semarang.
(shf)
Lihat Juga :