Green Mindset Arief Nasrudin Fondasi Transisi Air Bersih Jakarta Berkelanjutan
Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:45 WIB
loading...
Green mindset yang diusung Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta. Foto: Ilustrasi/Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Komitmen PAM JAYA dalam mengelola sumber air baku tanpa eksploitasi air tanah mendapat apresiasi dari pemerhati Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto (SGY).
Menurut dia, green mindset yang diusung Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.
"Kombinasi green mindset, penguatan infrastruktur, dan transformasi digital membuat PAM JAYA berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan layanan air bersih berkelanjutan, adil, dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta," ujar SGY, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: PAM Jaya Perkuat Edukasi Air Bersih lewat Jekate Running Series 2025
Keputusan PAM JAYA yang mengandalkan Waduk Jatiluhur dan 13 sungai di Jakarta sebagai sumber air baku utama tanpa melakukan pengeboran air tanah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kelestarian lingkungan.
Kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang selama ini menghadapi persoalan penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan. Untuk itu, pendekatan green mindset Arief dinilai sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta untuk bertransformasi menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
"Waduk Jatiluhur adalah sumber utama air baku PAM JAYA. Maka sudah logis jika PAM JAYA juga harus peduli terhadap kelestarian kawasan hulu, termasuk daerah aliran sungai yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Saguling. Ini bukan hanya tanggung jawab teknis, tapi tanggung jawab moral terhadap lingkungan," ungkapnya.
SGY juga menyoroti peran aktif PAM JAYA dalam menjaga kualitas lingkungan 13 aliran sungai di Jakarta. Langkah tersebut memperkuat konsep Green Mind PAM JAYA yang tidak hanya berfokus pada distribusi air, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya alam.
"Green mindset Arief adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Green Mind PAM JAYA. Ini adalah model kepemimpinan BUMD yang patut diapresiasi dan dijadikan contoh oleh perusahaan daerah lainnya," ucapnya.
Selain aspek lingkungan, dia juga mengapresiasi kinerja PAM JAYA dalam meningkatkan cakupan layanan air bersih. Pencapaian penambahan sekitar 206.537 sambungan rumah sepanjang 2025 hingga cakupan layanan mencapai 80,24 persen merupakan prestasi yang signifikan.
"Capaian ini menjadi fondasi penting untuk menuju target layanan 100 persen pada 2029. Meski tantangan infrastruktur masih besar, arah kebijakannya sudah benar dan konsisten," katanya.
SGY memberi respons positif langkah PAM JAYA dalam melakukan transformasi digital melalui sistem ERP Fusion dan layanan AI call center. Inovasi ini menunjukkan bahwa PAM JAYA tidak hanya berbenah dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi pelayanan publik.
"Modernisasi sistem pelayanan akan membuat PAM JAYA semakin responsif, transparan, dan akuntabel. Ini penting agar kepercayaan publik terus meningkat," ujarnya.
Dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terhadap program PAM JAYA menjadi faktor penting keberhasilan target layanan 100 persen. "Ketika kepala daerah memberi perhatian serius, maka BUMD seperti PAM JAYA akan memiliki energi ekstra untuk bekerja lebih cepat dan lebih terarah," katanya.
Menurut dia, green mindset yang diusung Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.
"Kombinasi green mindset, penguatan infrastruktur, dan transformasi digital membuat PAM JAYA berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan layanan air bersih berkelanjutan, adil, dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta," ujar SGY, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: PAM Jaya Perkuat Edukasi Air Bersih lewat Jekate Running Series 2025
Keputusan PAM JAYA yang mengandalkan Waduk Jatiluhur dan 13 sungai di Jakarta sebagai sumber air baku utama tanpa melakukan pengeboran air tanah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kelestarian lingkungan.
Kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang selama ini menghadapi persoalan penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan. Untuk itu, pendekatan green mindset Arief dinilai sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta untuk bertransformasi menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
"Waduk Jatiluhur adalah sumber utama air baku PAM JAYA. Maka sudah logis jika PAM JAYA juga harus peduli terhadap kelestarian kawasan hulu, termasuk daerah aliran sungai yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Saguling. Ini bukan hanya tanggung jawab teknis, tapi tanggung jawab moral terhadap lingkungan," ungkapnya.
SGY juga menyoroti peran aktif PAM JAYA dalam menjaga kualitas lingkungan 13 aliran sungai di Jakarta. Langkah tersebut memperkuat konsep Green Mind PAM JAYA yang tidak hanya berfokus pada distribusi air, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya alam.
"Green mindset Arief adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Green Mind PAM JAYA. Ini adalah model kepemimpinan BUMD yang patut diapresiasi dan dijadikan contoh oleh perusahaan daerah lainnya," ucapnya.
Selain aspek lingkungan, dia juga mengapresiasi kinerja PAM JAYA dalam meningkatkan cakupan layanan air bersih. Pencapaian penambahan sekitar 206.537 sambungan rumah sepanjang 2025 hingga cakupan layanan mencapai 80,24 persen merupakan prestasi yang signifikan.
"Capaian ini menjadi fondasi penting untuk menuju target layanan 100 persen pada 2029. Meski tantangan infrastruktur masih besar, arah kebijakannya sudah benar dan konsisten," katanya.
SGY memberi respons positif langkah PAM JAYA dalam melakukan transformasi digital melalui sistem ERP Fusion dan layanan AI call center. Inovasi ini menunjukkan bahwa PAM JAYA tidak hanya berbenah dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi pelayanan publik.
"Modernisasi sistem pelayanan akan membuat PAM JAYA semakin responsif, transparan, dan akuntabel. Ini penting agar kepercayaan publik terus meningkat," ujarnya.
Dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terhadap program PAM JAYA menjadi faktor penting keberhasilan target layanan 100 persen. "Ketika kepala daerah memberi perhatian serius, maka BUMD seperti PAM JAYA akan memiliki energi ekstra untuk bekerja lebih cepat dan lebih terarah," katanya.
(jon)
Lihat Juga :