Pramono: Penanganan Banjir di Jakarta Tak Bisa Bimsalabim
Jum'at, 23 Januari 2026 - 16:31 WIB
loading...
Lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat lumpuh akibat banjir. Foto/SindoNews/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut permasalahan banjir di Jakarta tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Pramono menyinggung kebiasaan warga yang masih membuang sampah sembarang serta banyaknya bangunan tinggal di bantaran kali.
Kedua faktor tersebut tentunya membuat aliran air menjadi tersumbat yang mengakibatkan kali meluap. Oleh karenanya, Pramono meminta agar warga meninggalkan kebiasaan buruk tersebut agar tak memperburuk banjir di fi Jakarta.
"Saudara-saudara sekalian, yang paling utama selain cuaca ekstrem tentunya ada persoalan-persoalan internal yang terjadi di Jakarta. Apa itu salah satunya? Orang masih buang sampah sembarangan, orang masih membangun di atas bantaran sungai, itu yang sebenernya udah nggak boleh lagi," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Dua Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Dalam penanganan banjir ini, Pramono telah memutuskan akan melakukan normalisasi sungai yang tidak dilaksanakan oleh kepala daerah sebelumnya. Langkah ini merupakan progam jangka panjang dalam penanganan banjir di Jakarta.
"Sebenarnya dalam pemerintahan saya sekarang sudah memulai untuk normalisasi Ciliwung yang tidak pernah dilakukan dulu, normalisasi Krukut yang tidak dilakukan, normalisasi kali Cakung Lama yang tadi sudah saya putuskan, dulu tidak dilakukan," ujar dia.
Lihat video: Lalu Lintas Daan Mogot Lumpuh, Banjir 60 Cm Picu Puluhan Kendaraan Mogok
Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir tentunya tidak bisa diselesaikan secara instan atau dengan bim sala bim. Penanganannya dilakukan secara bertahap mulai dari program jangka pendek seperti melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Sehingga dengan demikian kami melakukan itu dan memang ini tidak bisa dalam jangka pendek bim sala bim selesai, ini perlu waktu dan untuk itu ada yang jangka pendek pengerukan, modifikasi cuaca," kata dia.
Kedua faktor tersebut tentunya membuat aliran air menjadi tersumbat yang mengakibatkan kali meluap. Oleh karenanya, Pramono meminta agar warga meninggalkan kebiasaan buruk tersebut agar tak memperburuk banjir di fi Jakarta.
"Saudara-saudara sekalian, yang paling utama selain cuaca ekstrem tentunya ada persoalan-persoalan internal yang terjadi di Jakarta. Apa itu salah satunya? Orang masih buang sampah sembarangan, orang masih membangun di atas bantaran sungai, itu yang sebenernya udah nggak boleh lagi," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Dua Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Dalam penanganan banjir ini, Pramono telah memutuskan akan melakukan normalisasi sungai yang tidak dilaksanakan oleh kepala daerah sebelumnya. Langkah ini merupakan progam jangka panjang dalam penanganan banjir di Jakarta.
"Sebenarnya dalam pemerintahan saya sekarang sudah memulai untuk normalisasi Ciliwung yang tidak pernah dilakukan dulu, normalisasi Krukut yang tidak dilakukan, normalisasi kali Cakung Lama yang tadi sudah saya putuskan, dulu tidak dilakukan," ujar dia.
Lihat video: Lalu Lintas Daan Mogot Lumpuh, Banjir 60 Cm Picu Puluhan Kendaraan Mogok
Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir tentunya tidak bisa diselesaikan secara instan atau dengan bim sala bim. Penanganannya dilakukan secara bertahap mulai dari program jangka pendek seperti melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Sehingga dengan demikian kami melakukan itu dan memang ini tidak bisa dalam jangka pendek bim sala bim selesai, ini perlu waktu dan untuk itu ada yang jangka pendek pengerukan, modifikasi cuaca," kata dia.
(cip)
Lihat Juga :