Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Hari ke-5 Operasi SAR
Rabu, 21 Januari 2026 - 22:08 WIB
loading...
Black box Pesawat ATR 42-500 berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan di hari ke-5 operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Black box Pesawat ATR 42-500 berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan di hari ke-5 operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan. Benda tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Muhammad Arif Anwar menyatakan, penemuan black box merupakan bagian krusial dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat.
“Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Medan Sangat Ekstrem
Ia menjelaskan, FDR berfungsi untuk merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin. Data tersebut sangat penting guna membantu pihak berwenang dalam merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.
Sementara itu, CVR merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat dan suara-suara penting lainnya selama penerbangan. Dua benda tersebut kata dia, secara umum berada di ekor pesawat.
"Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar," ujarnya.
Setelah ditemukan lanjut Arif, black box akan segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
“Penemuan ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek penting di lokasi kejadian,” pungkasnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Muhammad Arif Anwar menyatakan, penemuan black box merupakan bagian krusial dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat.
“Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Medan Sangat Ekstrem
Ia menjelaskan, FDR berfungsi untuk merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin. Data tersebut sangat penting guna membantu pihak berwenang dalam merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.
Sementara itu, CVR merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat dan suara-suara penting lainnya selama penerbangan. Dua benda tersebut kata dia, secara umum berada di ekor pesawat.
"Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar," ujarnya.
Setelah ditemukan lanjut Arif, black box akan segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
“Penemuan ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek penting di lokasi kejadian,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :