YIS-Rumah Zakat Gelar Pelatihan Tata Boga di Sukabumi, Sandi Uno: Bangun Jejaring dan Bantuan Modal
Senin, 19 Januari 2026 - 20:27 WIB
loading...
YIS bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026). Foto: Ist
A
A
A
SUKABUMI - Dalam rangka mendorong kemandirian ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang. Pelatihan yang digelar di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026) diikuti 50 ibu rumah tangga.
Founder YIS Sandiaga Uno berharap pelatihan ini membuka peluang usaha rumahan produk makanan viral berupa talam singkong dan muffin pisang. Selain mengajarkan keterampilan membuat makanan viral, ibu-ibu juga terampil menggunakan Artificial Inteligence (AI) untuk membantu pemasaran produk.
Baca juga: YIS Gelar Pelatihan Olahan Mangga di Indramayu, Sandi Uno: Tambah Cuan Ibu Rumah Tangga
"Terpenting adalah terbangun jejaring antarusaha kecil, mereka bisa saling support untuk mendorong penjualan berkelanjutan," ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis, Minggu (18/1/2026).
Sejak tahun 2011, YIS terus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan. Salah satunya pelatihan baking yang dipilih karena cukup efektif dan efisien mengingat bahan baku yang mudah ditemukan.
Nanti program ini tidak hanya berhenti sampai di pelatihan baking saja, akan tetapi ada pendampingan lanjutan yang bisa diikuti para Ibu. "Dan akan ada pemilihan peserta terbaik untuk mendapatkan bantuan modal usaha," ucapnya.
Perwakilan Rumah Zakat Asep Suhendar menuturkan pelatihan hari ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong kemajuan desa melalui tiga pilar utama yaitu pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan aspek kesehatan masyarakat.
"Melalui program ekonomi, kami berharap dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian masyarakat," kata Asep.
Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Kertaangsana Dinding yang berterima kasih kepada YIS dan Rumah Zakat yang telah memilih Desa Kertaangsana sebagai lokasi untuk program pemberdayaan ekonomi Ibu-ibu.
Dia berharap program ini membawa manfaat bagi ibu-ibu untuk memiliki keterampilan dalam membuat suatu usaha rumahan. "Akhirnya bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri," ujarnya.
Pada sesi Kick-Off Program, peserta diajarkan hardskill membuat Talam Singkong dan Muffin Pisang. Kedua menu ini dipilih karena memiliki bahan yang murah, mudah ditemukan, dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan penjual.
Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan Generative AI untuk membuat konten dan ditantang untuk langsung Open Pre-Order hari itu juga.
Dari tantangan tersebut, ibu-ibu peserta mendapatkan pesanan total 91 pesanan Talam Singkong dan 108 pesanan Muffin Pisang dengan harga jual Rp5.000 untuk kedua produk.
Ibu-ibu mendapatkan pendapatan sekitar Rp1.005.000 dari pesanan di hari tersebut. Setelah sesi offline, dilanjutkan dengan 3 minggu pendampingan intensif.
Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan para trainer, serta memberikan dukungan langsung dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama program.
Peserta akan dibimbing dalam berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi digital marketing, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
Founder YIS Sandiaga Uno berharap pelatihan ini membuka peluang usaha rumahan produk makanan viral berupa talam singkong dan muffin pisang. Selain mengajarkan keterampilan membuat makanan viral, ibu-ibu juga terampil menggunakan Artificial Inteligence (AI) untuk membantu pemasaran produk.
Baca juga: YIS Gelar Pelatihan Olahan Mangga di Indramayu, Sandi Uno: Tambah Cuan Ibu Rumah Tangga
"Terpenting adalah terbangun jejaring antarusaha kecil, mereka bisa saling support untuk mendorong penjualan berkelanjutan," ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis, Minggu (18/1/2026).
Sejak tahun 2011, YIS terus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan. Salah satunya pelatihan baking yang dipilih karena cukup efektif dan efisien mengingat bahan baku yang mudah ditemukan.
Nanti program ini tidak hanya berhenti sampai di pelatihan baking saja, akan tetapi ada pendampingan lanjutan yang bisa diikuti para Ibu. "Dan akan ada pemilihan peserta terbaik untuk mendapatkan bantuan modal usaha," ucapnya.
Perwakilan Rumah Zakat Asep Suhendar menuturkan pelatihan hari ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong kemajuan desa melalui tiga pilar utama yaitu pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan aspek kesehatan masyarakat.
"Melalui program ekonomi, kami berharap dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian masyarakat," kata Asep.
Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Kertaangsana Dinding yang berterima kasih kepada YIS dan Rumah Zakat yang telah memilih Desa Kertaangsana sebagai lokasi untuk program pemberdayaan ekonomi Ibu-ibu.
Dia berharap program ini membawa manfaat bagi ibu-ibu untuk memiliki keterampilan dalam membuat suatu usaha rumahan. "Akhirnya bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri," ujarnya.
Pada sesi Kick-Off Program, peserta diajarkan hardskill membuat Talam Singkong dan Muffin Pisang. Kedua menu ini dipilih karena memiliki bahan yang murah, mudah ditemukan, dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan penjual.
Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan Generative AI untuk membuat konten dan ditantang untuk langsung Open Pre-Order hari itu juga.
Dari tantangan tersebut, ibu-ibu peserta mendapatkan pesanan total 91 pesanan Talam Singkong dan 108 pesanan Muffin Pisang dengan harga jual Rp5.000 untuk kedua produk.
Ibu-ibu mendapatkan pendapatan sekitar Rp1.005.000 dari pesanan di hari tersebut. Setelah sesi offline, dilanjutkan dengan 3 minggu pendampingan intensif.
Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan para trainer, serta memberikan dukungan langsung dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama program.
Peserta akan dibimbing dalam berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi digital marketing, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
(jon)
Lihat Juga :