Diwarnai Protes Kubu Raja PB XIV Purbaya, Fadli Zon Buka Suara soal SK Penunjukan Tedjowulan
Minggu, 18 Januari 2026 - 23:24 WIB
loading...
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan SK Nomor 8 Tahun 2026 kepada KGPHPA Tedjowulan di Sasana Handrawina Keraton Solo, Minggu (18/1/2026). Foto: Ary Wahyu Wibowo
A
A
A
SOLO - Menteri Kebudayaan Fadli Zon buka suara atas keberatan kubu Raja Paku Buwono (PB) XIV Purbaya mengenai Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026. Keputusan terkait penunjukan KGPHPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
"Kita melihat dari sisi pemerintah untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya," kata Fadli Zon usai menyerahkan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 kepada Tedjowulan di Sasana Handrawina, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Fadli Zon Sebut Pinjol Ilegal Super Rentenir
Dari tinjauannya di lingkungan Keraton Solo, Fadli Zon melihat bangunan-bangunan yang kurang terawat dengan baik. Diharapkan nantinya dapat direvitalisasi, sehingga ke depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dapat menjadi objek wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, serta wisata religi.
Hal itu sangat potensial dan baik untuk keraton, keluarga besar keraton, dan Solo. Pihaknya sebenarnya sudah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak Raja PB XIV Purbaya. Hanya saja saat diundang ternyata tidak datang.
KGPHPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, beliau yang nantinya mengundang terkait musyawarah mufakat semua kerabat.
"Harus kita tunjuk dulu siapa pelaksananya. Semacam penanggung jawab supaya kalau kita mau menghibahkan ada dana, kepada siapa? Kalau nanti nggak ada dukungan bantuan, pemerintah nanti yang disalahkan," katanya.
Sebelumnya, acara seremonial penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) diwarnai kericuhan, Minggu (18/1/2026). Salah satu kerabat keratin GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mendadak menyampaikan protes saat acara berlangsung.
Protes dilontarkan usai Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pidato sambutan. Kala itu, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani memegang mikrofon dan mulai menyampaikan uneg-unegnya.
"Kita melihat dari sisi pemerintah untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya," kata Fadli Zon usai menyerahkan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 kepada Tedjowulan di Sasana Handrawina, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Fadli Zon Sebut Pinjol Ilegal Super Rentenir
Dari tinjauannya di lingkungan Keraton Solo, Fadli Zon melihat bangunan-bangunan yang kurang terawat dengan baik. Diharapkan nantinya dapat direvitalisasi, sehingga ke depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dapat menjadi objek wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, serta wisata religi.
Hal itu sangat potensial dan baik untuk keraton, keluarga besar keraton, dan Solo. Pihaknya sebenarnya sudah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak Raja PB XIV Purbaya. Hanya saja saat diundang ternyata tidak datang.
KGPHPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, beliau yang nantinya mengundang terkait musyawarah mufakat semua kerabat.
"Harus kita tunjuk dulu siapa pelaksananya. Semacam penanggung jawab supaya kalau kita mau menghibahkan ada dana, kepada siapa? Kalau nanti nggak ada dukungan bantuan, pemerintah nanti yang disalahkan," katanya.
Sebelumnya, acara seremonial penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) diwarnai kericuhan, Minggu (18/1/2026). Salah satu kerabat keratin GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mendadak menyampaikan protes saat acara berlangsung.
Protes dilontarkan usai Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pidato sambutan. Kala itu, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani memegang mikrofon dan mulai menyampaikan uneg-unegnya.
(jon)
Lihat Juga :