Banjir Meluas di Jateng, Jalur Kereta Api Pekalongan–Sragi Turut Terendam
Minggu, 18 Januari 2026 - 14:39 WIB
loading...
BNPB melaporkan banjir di wilayah Jawa Tengah (Jateng) terus meluas. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan banjir di wilayah Jawa Tengah (Jateng) meluas. Selain di Kabupaten Pati, Jepara, dan Kudus, banjir juga melanda Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, Magelang, dan Banyumas.
Di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dilaporkan banjir melanda empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang pada Jumat, 16 Januari 2026. Banjir dengan ketinggian air antara 30–120 cm tersebut berdampak pada 15.184 jiwa.
"Sebanyak empat orang dilaporkan mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Batang," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo Sampaikan Dukacita atas Bencana di Jepara
BPBD Kabupaten Batang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Kerugian material akibat banjir masih dalam proses pendataan oleh tim kaji cepat. Hingga Sabtu, 17 Januari 2026, banjir dilaporkan belum surut.
Selanjutnya, dari Kabupaten Pemalang dilaporkan kejadian banjir sejak Jumat, 16 Januari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Comal meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan.
"Tinggi muka air tercatat antara 40–150 cm. Akibatnya, sebanyak 92 warga dari total 13.178 jiwa terdampak harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman," ujar Aam sapaan akrab Abdul Muhari.
Lihat video: Rel Terendam Banjir, Perjalanan Kereta Dibatalkan! Ratusan Penumpang Pilih Refund Tiket
Untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak, BPBD Kabupaten Pemalang mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo.
Pada Sabtu, 17 Januari 2026, banjir di Kecamatan Randudongkal terpantau telah surut. Sementara itu, genangan air di Kecamatan Ulujami dan Petarukan masih bertahan.
Bergeser ke Kabupaten Pekalongan, hujan lebat pada Sabtu, 17 Januari 2026 dini hari serta limpasan air Sungai Bremi menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan.
Aam mengatakan ketinggian genangan air terpantau antara 20–100 cm. Sebagai langkah respon cepat, BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan evakuasi warga terdampak dan mengaktifkan posko kebencanaan. "Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian," katanya.
"Banjir di Kabupaten Pekalongan tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga mengganggu layanan transportasi kereta api," tambah Aam.
Berdasarkan pantauan tim lapangan, jalur kereta api di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan–Sragi turut terendam banjir. Sebagai langkah pengamanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan penutupan jalur demi keselamatan perjalanan kereta api. "Tercatat terdapat empat pembatalan perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut," ujarnya.
Beralih ke wilayah Jawa Tengah bagian selatan, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang menerjang Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, pada Jumat, 16 Januari 2026.
"Akibat kejadian tersebut, sebanyak 34 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Selain itu, tiga unit bangunan usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan," kata Aam.
BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Pada 17 Januari 2026, tim BPBD bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki kerusakan rumah warga.
Pada waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat, 16 Januari 2026.
Aam mengungkapkan peristiwa tersebut mengakibatkan 165 unit rumah mengalami rusak ringan, empat unit rumah rusak sedang, serta satu unit fasilitas ibadah rusak ringan.
"BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak kejadian ini," pungkasnya.
Di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dilaporkan banjir melanda empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang pada Jumat, 16 Januari 2026. Banjir dengan ketinggian air antara 30–120 cm tersebut berdampak pada 15.184 jiwa.
"Sebanyak empat orang dilaporkan mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Batang," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo Sampaikan Dukacita atas Bencana di Jepara
BPBD Kabupaten Batang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Kerugian material akibat banjir masih dalam proses pendataan oleh tim kaji cepat. Hingga Sabtu, 17 Januari 2026, banjir dilaporkan belum surut.
Selanjutnya, dari Kabupaten Pemalang dilaporkan kejadian banjir sejak Jumat, 16 Januari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Comal meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan.
"Tinggi muka air tercatat antara 40–150 cm. Akibatnya, sebanyak 92 warga dari total 13.178 jiwa terdampak harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman," ujar Aam sapaan akrab Abdul Muhari.
Lihat video: Rel Terendam Banjir, Perjalanan Kereta Dibatalkan! Ratusan Penumpang Pilih Refund Tiket
Untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak, BPBD Kabupaten Pemalang mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo.
Pada Sabtu, 17 Januari 2026, banjir di Kecamatan Randudongkal terpantau telah surut. Sementara itu, genangan air di Kecamatan Ulujami dan Petarukan masih bertahan.
Bergeser ke Kabupaten Pekalongan, hujan lebat pada Sabtu, 17 Januari 2026 dini hari serta limpasan air Sungai Bremi menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan.
Aam mengatakan ketinggian genangan air terpantau antara 20–100 cm. Sebagai langkah respon cepat, BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan evakuasi warga terdampak dan mengaktifkan posko kebencanaan. "Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian," katanya.
"Banjir di Kabupaten Pekalongan tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga mengganggu layanan transportasi kereta api," tambah Aam.
Berdasarkan pantauan tim lapangan, jalur kereta api di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan–Sragi turut terendam banjir. Sebagai langkah pengamanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan penutupan jalur demi keselamatan perjalanan kereta api. "Tercatat terdapat empat pembatalan perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut," ujarnya.
Beralih ke wilayah Jawa Tengah bagian selatan, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang menerjang Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, pada Jumat, 16 Januari 2026.
"Akibat kejadian tersebut, sebanyak 34 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Selain itu, tiga unit bangunan usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan," kata Aam.
BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Pada 17 Januari 2026, tim BPBD bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki kerusakan rumah warga.
Pada waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat, 16 Januari 2026.
Aam mengungkapkan peristiwa tersebut mengakibatkan 165 unit rumah mengalami rusak ringan, empat unit rumah rusak sedang, serta satu unit fasilitas ibadah rusak ringan.
"BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak kejadian ini," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :