Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Warga Dengar Tiga Kali Ledakan
Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:44 WIB
loading...
Warga Kampung Leang-leang sempat mendengar ledakan sebanyak tiga kali yang diduga dari pesawat ATR 400 yang hilang kontak. Foto/SindoNews
A
A
A
MAKASSAR - Warga Kampung Leang-leang sempat mendengar ledakan sebanyak tiga kali. Ledakan tersebut diduga merupakan pesawat ATR 400 yang hilang kontak.
Bhabinkamtibmas Tombulu menuturkan, ledakan tersebut terjadi pada pukul 13.00 WITA. Saat ini warga bersama Basarnas masih melakukan pencarian di lokasi yang diduga sumber ledakan tersebut.
“Menurut informasi warga dan Basarnas yang sedang melakukan pencarian terdengar oleh warga adanya ledakan sekitar pukul 1 siang tadi, ada tiga ledakan,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Kronologi Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros
Seperti diketahui, pesawat awalnya lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar. Ketika ingin mendarat, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Namun ketika hendak melakukan pendaratan, pihak Bandara tidak menerima sinyal dari pesawat. "Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi," ujar Lukman.
Lihat video: BREAKING! Serpihan Ditemukan di Bulusaraung, Jejak Pesawat ATR 400 Hilang
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus alias loss contact.
"Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat Detresfa (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku," sambungnya.
Dengan kejadian ini, AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Basarnas Pusat serta Kepolisian setempat guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.
"Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi," tuturnya.
Bhabinkamtibmas Tombulu menuturkan, ledakan tersebut terjadi pada pukul 13.00 WITA. Saat ini warga bersama Basarnas masih melakukan pencarian di lokasi yang diduga sumber ledakan tersebut.
“Menurut informasi warga dan Basarnas yang sedang melakukan pencarian terdengar oleh warga adanya ledakan sekitar pukul 1 siang tadi, ada tiga ledakan,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Kronologi Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros
Seperti diketahui, pesawat awalnya lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar. Ketika ingin mendarat, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Namun ketika hendak melakukan pendaratan, pihak Bandara tidak menerima sinyal dari pesawat. "Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi," ujar Lukman.
Lihat video: BREAKING! Serpihan Ditemukan di Bulusaraung, Jejak Pesawat ATR 400 Hilang
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus alias loss contact.
"Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat Detresfa (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku," sambungnya.
Dengan kejadian ini, AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Basarnas Pusat serta Kepolisian setempat guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.
"Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi," tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :