BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Utara

Jum'at, 16 Januari 2026 - 11:02 WIB
loading...
BNPB Percepat Pembangunan...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Foto/Dok BNPB
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara , Aceh. Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamatan, berdasarkan hasil validasi data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.

Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kolonel Inf. Hery Setiono menjelaskan bahwa pembangunan huntara tahap pertama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat bencana.

"Adapun rincian pembangunan 711 unit huntara tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Baktiya 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit," katanya, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: MNC Peduli, iNews Media Group, dan Danone Salurkan 7 Ton Bantuan untuk Warga Kuala Simpang Aceh

Di Kecamatan Seunuddon saat ini tengah dibangun 84 unit tahap pertama di Desa Ulee Rubek Timur, yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa. Lahan yang dimanfaatkan memiliki luas sekitar 14.000 meter persegi, dengan pembangunan 16 kopel yang terdiri dari masing-masing 5 unit dan 1 kopel dengan 4 unit.

Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak dengan spesifikasi teras keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m, serta kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m di setiap unit.

Selain itu, hunian dilengkapi fasilitas sanitasi memadai, sumur bor untuk ketersediaan air bersih serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menunjang kesehatan lingkungan.

Hery menambahkan setelah tahap pertama rampung, BNPB akan kembali melakukan pembaruan validasi data. "Apabila masih terdapat kebutuhan tambahan, pembangunan huntara dapat ditambahkan sesuai hasil pendataan lanjutan," ujarnya.

Sebagai bentuk keleluasaan bagi warga terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB memberikan pilihan untuk menempati huntara atau tinggal sementara bersama keluarga di rumah kerabat dengan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan.

BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama dapat selesai dan mulai ditempati pada akhir Januari, sehingga masyarakat terdampak dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan suci Ramadan.

Pembangunan huntara ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pihak bersama pemerintah daerah, dunia usaha dan komponen masyarakat di Kecamatan Seunuddon. Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga dapat mendukung perekonomian masyarakat terdampak bencana.



Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB per 15 Januari 2026, dari 27 kecamatan terdampak di Kabupaten Aceh Utara, telah diproses pembangunan huntara sebanyak 4.404 unit, penyaluran DTH kepada 4.840 Kepala Keluarga (KK), rencana pembangunan hunian tetap (huntap) insitu sebanyak 4.569 unit dan huntap relokasi 635 unit.

Pemutakhiran data lanjutan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan warga terdampak.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Kunjungi Tapteng dan...
Kunjungi Tapteng dan Tapsel, Kasum TNI Tinjau Pembangunan Infrastruktur Pascabencana
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Sumatera: 19.312 Huntara dan 357 Huntap Sudah Dibangun
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Dari Konsumen ke Produsen,...
Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan
Nindya Karya Rampungkan...
Nindya Karya Rampungkan Perbaikan Fasilitas Huntara Tamiang
Rekomendasi
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved