BNPB Kebut Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Tamiang

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:40 WIB
loading...
BNPB Kebut Pembangunan...
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI-Polri mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI-Polri mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

"Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB hingga 14 Januari 2026, secara keseluruhan direncanakan pembangunan 2.299 unit huntara yang tersebar di berbagai kecamatan. Pembangunan ini ditujukan bagi kepala keluarga (KK) dengan kriteria rumah rusak berat, hanyut bahkan hilang akibat bencana," ujar Plh Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, Kamis (15/1/2026).

Menurut Djohan, pembangunan huntara dilakukan melalui dua skema, yakni pembangunan langsung oleh BNPB serta kolaborasi kementerian/lembaga dan swasta. Huntara terpusat berada di 10 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Baca juga: BNPB: 14 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana di Aceh Beralih ke Transisi Darurat

Saat ini, beberapa lokasi sudah mulai dibangun sejak awal Januari dan ditargetkan rampung pada akhir Januari, sehingga menjelang bulan puasa masyarakat sudah dapat menempati huntara. Aspek kenyamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama, utamanya fasilitas sanitasi seperti MCK serta jaringan listrik melalui dukungan PLN yang sedang berproses memasang jaringan listrik, dalam waktu dekat juga akan dibangun sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih.

"Salah satu huntara yang tengah dibangun berlokasi di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 8.672,6 m2 dengan bangunan yang disusun menggunakan sistem kopel berukuran 18 m x 7,2 m terdiri atas beberapa unit hunian dalam satu rangkaian," tuturnya.

Lihat video: Pemulihan Infrastruktur Dasar di Aceh Tamiang

Djohan menerangkan, 1 unit bangunan memiliki ukuran 3,6 m x 4,8 m, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m serta teras seluas 1,2 m x 3,6 m untuk menunjang kenyamanan penghuni. Desain kopel ini memungkinkan pemanfaatan lahan yang optimal, memudahkan penyediaan fasilitas bersama seperti sanitasi, serta mendukung penataan lingkungan huntara yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana.

"Guna mengejar target penyelesaian, BNPB melakukan percepatan dengan menambah personel di lapangan, termasuk masyarakat setempat, TNI/Polri serta lembaga swasta. Kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung proses pembangunan," jelasnya.

Djohan menambahkan, BNPB membangun 1.505 unit huntara, terdiri dari 323 unit huntara insitu, yang dibangun dekat dengan lokasi asal tempat tinggal warga di Kecamatan Karang Baru (203 unit), Mayak Payed (22 unit), Bendahara (48 unit), Banda Mulia (2 unit), Rantau (28 unit) dan Kota Kualasimpang (20 unit)

Sedangkan sebanyak 1.182 unit huntara terpusat, antara lain Kecamatan Sekerak (121 unit), Bandar Pusaka (245 unit), Tamiang Hulu (481 unit), Rantau (116 unit), Seruway (34 unit), Kota Kualasimpang (35 unit) dan Kejuruan Muda (150 unit).

Sedangkan melalui dukungan kementerian/lembaga dan sektor swasta, direncanakan pembangunan 794 unit huntara, antara lain Desa Simpang IV, Kecamatan Karang Baru sebanyak 600 unit di atas lahan dari Danantara; Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru sebanyak 84 unit dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum; Kecamatan Karang Baru (ex-kios) sebanyak 10 unit dari Dompet Dhuafa; serta Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak sebanyak 100 unit dengan dukungan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

"Penentuan lokasi huntara dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan lokasi pembangunan dalam radius yang aman dari potensi ancaman bencana. Selain itu, BNPB juga berkoordinasi dengan para camat, kepala desa dan BPBD dalam melakukan verifikasi ulang data sehingga manfaat huntara dapat diterima oleh warga terdampak sesuai dengan kebutuhan di lapangan," katanya.

Ari Sandita-SindoNews
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Satgas PRR dan DPR Tegaskan...
Satgas PRR dan DPR Tegaskan 37 Lokasi di Aceh Tamiang Siap Dibangun Huntap
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved