Buruh Demo di Depan DPR Sambil Koreografi Barisan Perjuangan
Kamis, 15 Januari 2026 - 13:14 WIB
loading...
Buruh membuat koreografi barisan perjuangan saat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026) siang. Foto/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Tak hanya menyampaikan orasi atas tuntutannya, elemen buruh juga turut membuat koreografi barisan perjuangan saat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026) siang. Koreografi ini dimaksudkan untuk membakar semangat para kaum buruh yang terus berjuang untuk menyuarakan apa yang telah menjadi tuntutannya.
Momen ini terjadi di sela-sela sejumlah petinggi Serikat Buruh menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Sejumlah buruh yang berada di depan mobil komando, langsung membentuk barisan.
Mereka terlihat saling berjabat tangan dan melakukan koreografi bersama. Para buruh terlihat bersemangat dan kompak untuk mengikuti gerakan-gerakan yang telah dirancang sebelumnya.
Baca juga: 1.683 Polisi Dikerahkan Kawal Demo Buruh dan Ojol Hari Ini
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan kembali bahwa buruh membawa empat tuntutan yang disuarakan kepada parlemen.
Adapun, dalam aksi hari ini, KSPI dan Partai Buruh menuntut Gubernur DKI Jakarta segera merevisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi sebesar Rp5,89 juta, yang mencerminkan 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Selain itu, buruh juga menuntut agar Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2026 ditetapkan minimal 5 persen di atas 100 persen KHL.
Kedua, KSPI dan Partai Buruh juga menuntut Gubernur Jawa Barat mengembalikan SK UMSK di 19 kabupaten/kota sesuai rekomendasi bupati dan wali kota.
Isu ketiga yang menjadi tuntutan utama aksi 15 Januari adalah desakan kepada DPR RI agar segera membahas dan mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024.
Keempat, KSPI dan Partai Buruh dengan tegas menolak rencana pemilihan kepala daerah melalui DPRD dan menyatakan bahwa pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat.
Momen ini terjadi di sela-sela sejumlah petinggi Serikat Buruh menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Sejumlah buruh yang berada di depan mobil komando, langsung membentuk barisan.
Mereka terlihat saling berjabat tangan dan melakukan koreografi bersama. Para buruh terlihat bersemangat dan kompak untuk mengikuti gerakan-gerakan yang telah dirancang sebelumnya.
Baca juga: 1.683 Polisi Dikerahkan Kawal Demo Buruh dan Ojol Hari Ini
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan kembali bahwa buruh membawa empat tuntutan yang disuarakan kepada parlemen.
Adapun, dalam aksi hari ini, KSPI dan Partai Buruh menuntut Gubernur DKI Jakarta segera merevisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi sebesar Rp5,89 juta, yang mencerminkan 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Selain itu, buruh juga menuntut agar Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2026 ditetapkan minimal 5 persen di atas 100 persen KHL.
Kedua, KSPI dan Partai Buruh juga menuntut Gubernur Jawa Barat mengembalikan SK UMSK di 19 kabupaten/kota sesuai rekomendasi bupati dan wali kota.
Isu ketiga yang menjadi tuntutan utama aksi 15 Januari adalah desakan kepada DPR RI agar segera membahas dan mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024.
Keempat, KSPI dan Partai Buruh dengan tegas menolak rencana pemilihan kepala daerah melalui DPRD dan menyatakan bahwa pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat.
(rca)
Lihat Juga :