Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Narkoba di Apartemen Pluit, WNA China Ditangkap
Selasa, 13 Januari 2026 - 18:17 WIB
loading...
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine laboratory atau laboratorium tersembunyi narkoba jenis etomidate di salah satu apartemen Pluit, Jakarta Utara. Foto: Dok Polda Metro Jaya
A
A
A
JAKARTA - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine laboratory atau laboratorium tersembunyi narkoba jenis etomidate di salah satu apartemen Pluit, Jakarta Utara. Dari operasi ini, seorang Warga Negara Asing (WNA) China ditangkap.
“Menangkap 2 tersangka D, WNI dan HW yang merupakan WN China,” ujar Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit, Selasa (13/1/2026).
Baca juga: BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, 4 Orang Ditangkap
Pengungkapan berawal adanya informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional. Paket itu diketahui berisi bahan narkoba dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke lobby apartemen.
Selanjutnya, polisi bergerak dan menangkap 2 pelaku pada Jumat (9/1/2026) di apartemen tersebut. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan paket berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram dan bahan kimia lain SLS 1 kilogram.
“Dari hasil penggeledahan di TKP, petugas menemukan paket berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, bahan kimia lain SLS 1 kilogram, serta berbagai peralatan laboratorium seperti tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang stainless,” katanya.
Dari hasil penyelidikan, alat produksi lab ilegal ini dikirim dari India. Tersangka HW yang merupakan WN China berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate. Laboratorium narkoba itu diperkirakan mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate.
Berdasarkan perhitungan tersebut, jika satu cartridge vape etomidate rata-rata berisi 2 ml cairan, maka dari total 30 liter cairan etomidate, clandestine lab ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat
Saat ini, pelaku dan seluruh barang bukti diamankan di Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.
“Menangkap 2 tersangka D, WNI dan HW yang merupakan WN China,” ujar Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit, Selasa (13/1/2026).
Baca juga: BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, 4 Orang Ditangkap
Pengungkapan berawal adanya informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional. Paket itu diketahui berisi bahan narkoba dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke lobby apartemen.
Selanjutnya, polisi bergerak dan menangkap 2 pelaku pada Jumat (9/1/2026) di apartemen tersebut. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan paket berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram dan bahan kimia lain SLS 1 kilogram.
“Dari hasil penggeledahan di TKP, petugas menemukan paket berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, bahan kimia lain SLS 1 kilogram, serta berbagai peralatan laboratorium seperti tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang stainless,” katanya.
Dari hasil penyelidikan, alat produksi lab ilegal ini dikirim dari India. Tersangka HW yang merupakan WN China berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate. Laboratorium narkoba itu diperkirakan mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate.
Berdasarkan perhitungan tersebut, jika satu cartridge vape etomidate rata-rata berisi 2 ml cairan, maka dari total 30 liter cairan etomidate, clandestine lab ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat
Saat ini, pelaku dan seluruh barang bukti diamankan di Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.
(jon)
Lihat Juga :